Home| Program | Publikasi | Tulisan | Galeri | About Us

Mengapa ada Pusat Pengkajian Biblika?

Selama satu dasawarsa terakhir terasa bahwa telah terjadi semacam kebangkitan rasa keber”agama”an di Indonesia, secara khusus tampak melalui kedekatan pada Kitab Suci. Kedekatan tersebut tergambar a.l. dari pertanyaan dan pernyataan kritis seputar Alkitab yang disampaikan dalam berbagai kesempatan dan media kepada Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Spektrum pertanyaan dan pernyataan yang disampaikan melebar mulai dari sekadar salah cetak, keliru terjemahan, sampai kepada masalah substansial penerjemahan itu sendiri, misalnya makna sebenarnya suatu kata dalam bahasa sumber maupun bahasa sasaran, perbedaan terjemahan dalam berbagai versi Alkitab yang terjadi karena perbedaan tafsiran bahka ideologi, dll. Secara positif paling tidak dapat disimpulkan bahwa Alkitab telah semakin dibaca dan dengan cara yang kritis pula. Sambil menanggapi pertanyaan dan pernyataan di atas, boleh dikatakan bahwa secara internal berkembang wacana tentang paradigma baru bagi pelayanan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), dari lembaga yang menerjemahkan, menerbitkan, dan mendistribusikan Alkitab, menuju kepada fungsi-fungsi tambahan sebagai lembaga yang melaksanakan tugas pencerahan atas terjemahan Alkitab dan Biblika. Wacana tersebut di atas lalu bermuara pada pendirian Pusat Pengkajian Biblika (PPB) pada 1 September 2003. Pengurus Yayasan LAI melihat pendirian PPB sebagai wujud komitmen LAI dalam membantu dan memperlengkapi Gereja dan umat Kristiani dari berbagai denominasi dalam tidak saja memiliki Alkitab tetapi juga memahami apa yang tertulis di dalamnya.

Apa yang Dilakukan PPB?

Terdapat 2 jenis kegiatan, yaitu pendidikan/pembinaan dan penerbitan. Tujuan kedua kegiatan ini adalah LAI hendak memberi ruang pada isu-isu yang berkembang di seputar biblika, misalnya teks-teks penciptaan, Yesus historis, teks-teks kuno, termasuk isu-isu aktual di bidang Biblika. Semua itu merupakan kegiatan ilmiah yang bukan berarti mencerminkan keberpihakan LAI pada sebuah denominasi atau trend teologi tertentu, tapi memperlihatkan kesediaan LAI untuk ikut serta dan memberi ruang pada perbincangan ilmiah di sekitar dunia biblika, dan terutama memberi kesempatan pada gereja-gereja untuk tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu biblika.

Bagaimana Mewujudkannya?

Khusus untuk pendidikan/pembinaan, PPB menyediakan fasilitas berupa kegiatan reguler dan non reguler. Kegiatan reguler meliputi kuliah umum (2-3 kali setahun), kuliah penerjemahan Alkitab (Agustus-November), Paket Liburan Alkitab (Juni-Juli) dan Seminar (September), dan Paket Wisata Alkitab (Februari-November). Adapun kegiatan non reguler adalah paket pembinaan majelis dan/atau warga jemaat dengan modul-modul yang sudah tersedia, diskusi terbatas, bedah buku, dll. Yang terakhir ini untuk melayani kebutuhan pembinaan di jemaat-jemaat.

Contact Us

Pengiriman formulir pendaftaran/pemesanan dan penjelasan detail kegiatan, silahkan menghubungi :

 

About Us | Site Map | Privacy Policy | Contact Us | ©2006 Lembaga Alkitab Indonesia