| Kata “perang” muncul cukup banyak dalam Perjanjian Lama. Selain itu, terdapat kisah-kisah perang yang terkesan dituturkan seolah tidak mengenal kasih sayang. Bahkan, ada sejumlah teks di mana Tuhan sendiri yang tidak ingin berdamai dan memilih berperang. Belum lagi teks yang menyebutkan tindakan yang dialami oleh bangsa-bangsa yang kalah berperang dengan Israel. Catatan masih bertambah kalau yang disebut “kekerasan” terhadap perempuan juga masuk dalam daftar. Bagaimana memahami teks-teks seperti ini bagi umat yang dikenal karena prinsip kasih? Lebih pahit lagi mendengar tuduhan bahwa teks-teks ini mencerminkan kedekatan dengan kekerasan yang banyak terjadi sekarang, seperti di Ambon dan Poso. Bahwa, kekerasan di sana hanyalah cermin dari apa yang terjadi di kitab-kitab di atas. Betulkah pemahaman ini? Mari berbincang dan memahami wacana kekerasan dalam Perjanjian Lama. Kuliah disampaikan oleh Semuel O. Aitonam, M.Th. Pembina Penerjemahan Lembaga Alkitab Indonesia dan alumnus Trinity Theological College, Singapura (M.Th.). telah lebih dari 10 tahun menangani penerjemahan Alkitab di berbagai daerah di Indonesia.
Sabtu, 6 Mei 2006, Pukul 10.00-15.30 WIB
Ruang Pertemuan LAI, Lt. 2, Jln. Salemba Raya 12, Jakarta Pusat
Kontribusi peserta: Rp 75.000,-
Registrasi
Home |