BETHOLD PAREIRA, ET.AL., APOKALIPTIK: KUMPULAN MAKALAH SIMPOSIUM IKATAN SARJANA BIBLIKA, 2007

Ketidaktahuan akan konteks munculnya tulisan-tulisan apokaliptik dapat memunculkan kesalahpahaman bahkan penyalahgunaan terhadapnya. Perlu studi kritis menyangkut konteks dan sastranya. Inilah yang diupayakan oleh buku ini melalui tujuh tulisan dari pakar Alkitab dari berbagai gereja di Indonesia. Tema apokaliptik dibahas mulai dari apa itu sastra apokaliptik, bagaimana memahami apokaliptik Perjanjian Lama, Kitab Daniel dan Wahyu, sampai pada tradisi apokaliptik di Tanah Jawa. Secara khusus kitab Wahyu bahkan ditulis dengan dua pendekatan, yaitu naratif dan sosial. Melalui buku ini pembaca diajak memahami secara benar dan bernas apa itu apokaliptik Alkitab.

ISBN (13) 978-979-463-942-9; ISBN (10) 979-463-942-7. Ukuran : 15 x 22 cm, viii & 150 hlm, Harga : Rp. 25.000,-


MARTIN L. SINAGA (ED.), MENGHAYATI KALAM DALAM HENING: KUMPULAN KARANGAN TERPILIH LIEM KHIEM YANG, 2007

Buku ini merangkum masa 30 tahu proses berkarya penulisnya dalam studi Alkitab dan penerapannya dalam Gereja dan masyarakat; terdiri atas orasi pengukuhan guru besar, refleksi, artikel, Pendalaman Alkitab, dan khotbah. Di sini pembaca bisa menemukan makna yang dalam melalui kata-kata sederhana tetapi yang juga menyentak a.l.: Manusia yan ditanggungijawab, Janganlah terlalu saleh. Untuk pertama kalinya, dari penulis terbit sebuah buku yang secara utuh merekam pemikiran, perspektif, dan penghayatan penulisnya atas studi Alkitab yang dijalaninya dan maknanya bagi gereja dan masyarakat.

ISBN (13) 978-979-462-922-1; ISBN (10) 979-462-922-2, Ukuran : 15 x 21, 5 cm; xxii, 194 hlm. Harga: Rp. 30.000,-


ANWAR TJEN, ET.AL, PENERJEMAH, PENERJEMAHAN ALKITAB, DAN PEMBINA PENERJEMAHAN, 2006

 Buku ini merupakan buku perayaan (festschrift) 70 tahun P.G. Katoppo, M.A., seorang pembina penerjemahan LAI (1978-2001) dan yang sampai sekarang masih terus berkarya. Sejumlah tulisan dari kolega, sahabat, dan keluarga dengan tema mulai dari bahasa, penerjemahan Alkitab, sampai pada tafsir Alkitab dan kenangan sejumlah orang (Martin Harun, OFM, Liem Khiem Yang, Maurits Simatupang, Anwar Tjen, B.J. Habibie, Marianne Katoppo, dll.)

ISBN 979-463-899-4; Ukuran 15 x 21cm; viii, 172 hlm. Harga : Rp. 20.000,-


J.L. SWELLENGREBEL, MENGIKUTI JEJAK LEIJDECKER JILID 1 (1820-1900): SATU SETENGAH ABAD PENERJEMAHAN ALKITAB DAN PENELITIAN BAHASA DALAM BAHASA-BAHASA NUSANTARA, 2006

 Diterjemahkan dari bahasa Belanda, terdiri atas dua jilid dan berisi sejarah penerjemahan di Indonesia. Jilid pertama (1820-1900) bercerita tentang penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia: penerbitan Injil Matius dalam bahasa Melayu (1629), Jawa, Dayak Ngaju, Batak, Makassar & Bugis, Sunda, dan Nias.

Dari uraian mengenai penerjemahan dalam bahasa-bahasa tersebut tampak ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan terjemahan Alkitab dan perkembangan umat. Selain itu, sejarah memperlihatkan bagaimana upaya penerjemahan Alkitab ternyata juga memberi kontribusi pada pengembangan bahasa ke tataran ilmiah dengan penerbitan kamus dan buku tata bahasa.

J.L. Swellengrebel, adalah konsultan penerjemahan pada Lembaga Alkitab Belanda. Disertasinya tentang bahasa Jawa kuno. Ia tinggal hampir 20 tahun di Bali dan menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Bali. Selain itu, ia juga terlibat dalam komisi penerjemahan Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (1974). Edisi bahasa Indonesia melibatkan a.l. Dr. Th. Van den End dan A. Hadiwiyata.

ISBN 979-463-881-1 (Jilid lengkap) ; ISBN 979-463-882-X (Jilid 1); Ukuran : 16 x 24 cm; vi, 282 hlm.Harga : Rp. 35.000,-


J.L. SWELLENGREBEL, MENGIKUTI JEJAK LEIJDECKER JILID 2 (1900-1970): SATU SETENGAH ABAD PENERJEMAHAN ALKITAB DAN PENELITIAN BAHASA DALAM BAHASA-BAHASA NUSANTARA, 2006

Jilid kedua berisi informasi penerjemahan Alkitab tahun 1900-1970, suatu periode yang ditandai dengan kemandirian beberapa gereja lokal, perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, dan semakin berperannya orang Indonesia dalam proses penerjemahan. Dalam periode ini, beberapa terjemahan mengalami revisi yang kini melibatkan sinode gereja setempat. Jilid kedua bercerita tentang bahasa Toraja, Sumba, Timor, Bali, Indonesia dan orang-orang yang berperan dalam penerjemahan Alkitab, a.l. N. Adriani, S.J. Esser, H. Kraemer, J.Wismar Saragih, dan G.J. Held.

Dalam periode ini, pada 1954, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) berdiri dan secara bertahap mengambil alih tugas Lembaga Alkitab Belanda di Indonesia. Penerjemahan pertama lembaga yang baru ini adalah Alkitab Terjemahan Baru bahasa Indonesia yang diterbitkan pada tahun 1974. Dalam proses pengerjaannya, terjemahan ini kemudian menjadi upaya kerja sama dengan Gereja Katolik sehingga Alkitab Terjemahan Baru menjadi satu dari sedikit terjemahan yang berstatus interkonfesional. Selain itu, Terjemahan Baru ini juga menjadi sarana penting sebagai bagi hubungan dan kerja sama ekumenis gereja-gereja yang dalam lingkungannya sendiri banyak menggunakan bahasa daerah.

ISBN 979-463-881-1 (Jilid lengkap); ISBN 979-463-883-8 (Jilid 2)16 x 24 cm; xiii, 355 hlm.Rp. 45.000,-


FORUM BIBLIKA

FORUM BIBLIKA adalah jurnal ilmiah populer yang diterbitkan LAI sebagai mendium tukar pikiran, informasi dan riset ilmiah yang bersifat oikumens antara para pakar dan pemerhati masalah-masalah biblika di Indonesia. Terbit dua kali dalam setahun (Januari dan Juli) dengan edisi tematis dan aneka tema.

ISSN 1410-7007 ; 14 x 21 cm, + 100 hlm.Rp. 12.500,-