Program Satu Dalam Kasih 2017

Mari hadirkan firman Tuhan bagi seluruh umat Kristiani di seluruh tanah air.
49.09% Raised
Rp4,123,637,781 donated of Rp8,400,000,000 goal
68 Days Left

Tetapi bagaimana mereka
dapat berseru kepada-Nya,
jika mereka tidak percaya kepada Dia?
Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia,
jika mereka tidak mendengar tentang Dia.
Bagaimana mereka mendengar tentang Dia,
jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya,
jika mereka tidak diutus?
Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya
kedatangan mereka
yang membawa kabar baik!”
(Roma 10:14-15)

Satu Dalam Kasih merupakan salah satu program LAI yang menjembatani kebutuhan akan Alkitab di daerah-daerah terpencil yang karena kondisi geografis, sosial, dan ekonomi tidak mampu membeli dan memiliki Alkitab. Untuk menjawab kebutuhan Alkitab di berbagai daerah di pelosok Nusantara, pada tahun 2017 akan digalang dukungan pengadaan 120.000 Alkitab untuk 120.000 Jiwa.

Kabupaten Samosir
Kabupaten Samosir merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Samosir beribukota di Pangururan, yang terdiri dari 9 kecamatan; 6 kecamatan berada di Pulau Samosir dan 3 kecamatan di daerah lingkar luar Danau Toba, tepat pada punggung Pegunungan Bukit Barisan. Jumlah penduduk Kabupaten Samosir tahun 2008 sebesar 131.205 jiwa dengan jumlah pemeluk agama Kristen sebesar 74.524 jiwa (56,8%) dan jumlah pemeluk agama Katolik sebesar 54.660 jiwa (41,66%). Jumlah gereja Kristen sebanyak 290 buah dan jumlah gereja Katolik sebanyak 133 buah. Gereja yang melayani di Kabupaten Samosir adalah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Huria Kristen Indonesia (HKI), Gereja Pentakosta Indonesia (GPI), Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI), Gereja Betel Indonesia (GBI), Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA), Gereja Sidang Pentakosta Di Indonesia (GSPDI), dan Gereja Katolik.

samosirKondisi Ekonomi umat berada dalam taraf ekonomi menengah ke bawah dengan mata pecaharian penduduk mayoritas bertani. Pada saat diadakan survei, banyak lahan pertanian di desa-desa yang mengalami kekeringan, sehingga mayoritas masyarakat mengalami gagal panen. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, penduduk harus mencari sumber mata air yang cukup jauh. Untuk mencapai beberapa gereja induk akses jalan sulit ditempuh, dikarenakan oleh kondisi geografis Kabupaten Samosir yang berbukit-bukit. Di samping itu untuk menempuh beberapa gereja cabang perlu menggunakan kapal untuk menyeberang, misalnya: daerah Sabulan (Kecamatan Sitiotio) dan Hasinggahan (Kecamatan Sianjur mula-mula), perlu pula menyewa sepeda motor penduduk sebagai sarana transportasi di daerah ini. Demikian pula untuk daerah Sihotang (Kecamatan Harian Boho) untuk menempuh daerah ini perlu naik kapal feri untuk menyeberang dan mengangkut mobil. LAI berhasil mengumpulkan data kebutuhan Alkitab umat kristiani di Kabupaten Samosir melalui survei pada tanggal 14-22 Maret 2016 dengan rincian:

Alkitab Standard 336 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 6039 eksemplar
Alkitab Anak 6948 eksemplar
Alkitab Deuterokanonika 1650 eksemplar
Alkitab Toba 5279 eksemplar
Alkitab Deuterokanonika Toba 2000 eksemplar

 

Kabupaten Melawi
Kabupaten Melawi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Luas kabupaten ini 10.640,80 km2 yang didominasi wilayah perbukitan dengan tiga sungai yang membentang, yaitu: Sungai Kayan, Sungai Melawi, dan Sungai Pinoh. Kabupaten Melawi terdiri dari 11 kecamatan, yaitu: Kecamatan Nanga Pinoh sebagai ibukotanya, Kecamatan Sokan, Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Sayan, Belimbing, Belimbing Hulu, Nanga Pinoh, Pinoh Selatan, Pinoh Utara, Ella Hilir, dan Menukung. Dengan adanya tiga sungai besar itu kalau sedang musim hujan, 6 kecamatan rawan banjir besar, yaitu:

melawiKecamatan Nanga Pinoh, Ella Hilir, Menukung, Tanah Pinoh, Sokan, dan Tanah Pinoh Barat. Hal ini berakibat terhambatnya kegiatan ekonomi masyarakat yang terdampak banjir. Jalan-jalan banyak yang berlumpur belum diaspal. Tahun 2015 jumlah penduduk Kabupaten Melawi sebesar 182.520 jiwa dengan mata pencaharian sebagian besar menggantungkan pada pertanian karet. Getah-getah karet yang dihasilkan dijual ke Pontianak untuk diolah lebih lanjut, dengan harga yang hingga kini masih terbilang rendah mencapai Rp. 6.500 per kilogram, hal ini disebabkan karet yang dijual oleh masyarakat memiliki kualitas yang rendah dibandingkan kualitas karet sebelumnya yang layak dijual dengan harga minimal Rp. 10.000 per kilogramnya. Penurunan kualitas dan harga karet menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat Melawi menjadi sangat memprihatinkan. Merosotnya harga jual karet tersebut menjadi hambatan utama masyarakat pedalaman Kabupaten Melawi untuk menyambung hidup. Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, masyarakat di pedalaman menanam padi dan sayur-sayuran, mengambil ikan di sungai, dan mengambil madu. Untuk menjual hasil bumi ini ke kota, mereka berjalan kaki melalui jalan-jalan perbukitan yang licin.

Berdasarkan data statistik BPS 2015, terdapat 202 gereja Katolik dan 165 gereja Kristen Protestan yang melayani di wilayah Kabupaten Melawi. Sinode gereja Kristen Protestan yang melayani di antaranya Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII), Gereja Kristen Evangelis (GKE), Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Misi Injili Indonesia (GMII), Gereja Protestan di Indonesia (GPdI). Sedang menurut data BPS tahun 2010 jumlah penduduk beragama Kristen 44.493 jiwa. Tim survey LAI berhasil mengumpulkan data kebutuhan Alkitab bagi umat kristiani di Kabupaten Melawi pada 28 Maret–4 April 2016, sebagai berikut:

Alkitab Standard 15347 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 1519 eksemplar
Alkitab Anak 4421 eksemplar

 

Kabupaten Mamuju
mamujuKabupaten Mamuju terletak pada Provinsi Sulawesi Barat dengan ibukota di Kecamatan Mamuju. Kabupaten Mamuju terbagi atas 16 Kecamatan, terdiri dari 143 Desa, 10 Kelurahan, dan 2 UPT. Kabupaten ini memiliki wilayah yang berbukit-bukit dan hamper seluruh kecamatan dilintasi oleh sungai. Kecamatan yang paling banyak dilintasi oleh sungai adalah kecamatan Bonehau yaitu sebanyak 12 sungai. Jumlah penduduk Kabupaten Mamuju tahun 2013 sebesar 252.295 jiwa. Pada tahun 2011 jumlah pemeluk agama Kristen sebesar 23.641 jiwa (8,43%) dan jumlah pemeluk agama Katolik sebesar 3.717 jiwa (1,33%). Jumlah gereja Kristen dan Katolik 252 buah. Gereja yang melayani di Kabupaten Mamuju adalah Gereja Katolik, Gereja Toraja, Gereja Toraja Mamasa, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), dan Gereja Bethel Indonesia (GBI).

Mata pencaharian utama mereka bercocok tanam dan menangkap ikan. Mereka mengusahakan perkebunan kopra secara kecil-kecilan, juga perkebunan coklat, cengkeh, serta menanam jagung dan singkong di sepanjang garis pesisir. Mereka juga memelihara ternak. Kemiskinan di Mamuju dipicu buruknya infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang berdampak pada penjualan hasil bumi masyarakat misalnya coklat yang menjadi andalan masyarakat harganya menjadi rendah. Disamping itu, kemiskinan karena kultur masyarakat yang malas membuat masyarakat menjadi tidak aktif dalam bekerja meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya. LAI berhasil mengumpulkan data kebutuhan Alkitab umat Kristen di Kabupaten Mamuju melalui survei pada tanggal 4-7 April 2016 dengan rincian:

Alkitab Standard 1480 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 4000 eksemplar
Alkitab Anak 2488 eksemplar

 

Kabupaten Parigi Moutong, Morowali, dan Morowali Utara
Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Morowali, dan Kabupaten Morowali Utara adalah tiga kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah. Hampir sebagian besar wilayah merupakan daerah yang berbukit. Hanya Kabupaten Parigi Moutong yang wilayahnya berada pada ketinggian 0–2.900 mdpl dan garis pantai yang memiliki bibir pantai sepanjang 472 km di Teluk Tomini, membentang dari ujung Kecamatan Sausu di bagian selatan hingga Kecamatan Moutong yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo di sisi utara. Penduduk ketiga kabupaten tersebut berjumlah 662.265 jiwa dan hampir 60% penduduknya bekerja pada sektor pertanian dan perkebunan yang masih dikelola secara tradisional. Sementara akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi tersebut masih sangat terbatas, karena di samping terkendala oleh kondisi alamnya juga jalan yang ada sangat mudah longsor.

parigi-moutongBerdasarkan data statistik BPS 2013/2014, terdapat 25 gereja Katolik dan 465 gereja Kristen Protestan yang melayani di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Morowali dan Morowali Utara. Sinode Gereja Kristen Protestan yang melayani di antaranya Gereja Protestan Injili di Donggala (GPID), Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII), Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Misi Injili Indonesia (GMII), Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), dan Gereja Katolik. Tim survei LAI berhasil mengumpulkan data kebutuhan Alkitab bagi umat Kristiani di Kabupaten Parigi Moutong, Morowali, dan Morowali Utara pada 28 Maret-4 April 2016, sebagai berikut:

Alkitab Standard 3043 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 14309 eksemplar
Alkitab Anak 9258 eksemplar

 

Kabupaten Alor
Alor adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Luas wilayahnya 2.119 km², dan titik tertingginya 1.839 m. Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda di sebelah utara, Selat Ombai di selatan (memisahkan dengan Pulau Timor), serta Selat Pantar di barat (memisahkan dengan Pulau Pantar). Pulau Alor adalah satu dari 92 pulau terluar Indonesia karena berbatasan langsung dengan Timor Leste di sebelah selatan.

alorKabupaten Alor merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 20 pulau. 9 pulau yang telah dihuni penduduk, yakni: Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Tereweng, Pulau Ternate, Pulau Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kangge, dan Pulau Kura. 11 pulau lainnya tidak berpenghuni, masing-masing Pulau Sikka, Pulau Kapas, Pulau Batang, Pulau Lapang, Pulau Rusa, Pulau Kambing, Pulau Watu Manu, Pulau Batu Bawa, Pulau Batu Ille, Pulau Ikan Ruing, dan Pulau Nubu. Pulau Alor merupakan salah satu dari dua pulau utama di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Di pulau ini terdapat kota Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor. Saat ini kabupaten Alor terdiri dari 17 kecamatan dengan kondisi daratan yang berbukit dan bergunung sehingga memberi variasi iklim yang berbeda tetapi bermanfaat untuk beragam tanaman produksi. Beberapa tanaman yang dibudidayakan adalah: padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kelapa, kopi, jambu mete, cengkeh, kemiri, pinang, vanili, kakao, pala, dan lada. Iklim yang tidak menentu merupakan hambatan atau masalah yang klasik di Alor. Selain itu curah hujan yang juga tidak menentu dan merata, dimana musim penghujan relatif lebih pendek daripada musim kemarau. Keadaan geografis yang berbukit dan wilayah yang terjal merupakan rintangan untuk percetakan atau perluasan lahan sawah dan ladang untuk tanaman pangan.

Mayoritas penduduk yakni sekitar 75 persen memeluk agama Kristen Protestan, dan selebihnya menganut Islam, Katolik, dan Hindu. Misionaris Protestan tiba di Alor sekitar tahun 1905 dan membuka Sekolah Minggu serta gereja pertama di Alor Kecil, sebuah kampung Muslim. Agama Kristen pertama kali masuk di Alor pada tahun 1908 ketika seorang pendeta berkebangsaan Jerman, D.S. William-Bach, tiba dengan kapal Canokus dan kemudian memulai kegiatan penyebaran agama Kristen dari Pantai Dulolong. Gereja pertama di Alor dibangun pada tahun 1912, dinamai Gereja Kalabahi (sekarang dikenal sebagai Gereja Pola). Di seluruh kecamatan terdapat 484 gereja untuk umat Kristen dan 20 gereja untuk umat Katolik. Sinode gereja Kristen Protestan yang melayani di antaranya Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII), Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI), dan Gereja Katolik. Sedang menurut data BPS tahun 2012 jumlah penduduk beragama Kristen dan Katolik 138.199 jiwa. Tim survei LAI berhasil mengumpulkan data kebutuhan Alkitab bagi umat kristiani di Kabupaten Alor pada pertengahan Agustus 2016, sebagai berikut:

Alkitab Standard 500 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 15056 eksemplar
Alkitab Anak 8077 eksemplar

 

Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi merupakan kabupaten baru di Provinsi Papua yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke. Kabupaten ini memiliki luas wilayah mencapai ±28.518 km² yang terbagi menjadi 15 distrik, 137 kampung, dan 1 kelurahan dengan Kepi sebagai ibukota kabupaten. Sebagian besar wilayah Kabupaten Mappi merupakan dataran rendah yang dikelilingi 14 sungai dan rawa, sehingga tranportasi antar distrik melalui sungai dan udara. Hal ini mengakibatkan biaya ekonomi yang tinggi. Jumlah penduduk Kabupaten Mappi tahun 2013 sebanyak 88.006 jiwa. Hal ini berarti tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Mappi hanya 3,1 jiwa/km2. Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Distrik Obaa sebanyak 20.914 jiwa. Sedangkan Distrik Yakomi merupakan distrik dengan jumlah penduduk terkecil yaitu 1.811 jiwa. Kabupaten Mappi memiliki 12 suku asli dengan 4 suku besar antara lain: suku Awyu, suku Yaghai, suku Wiyagar, dan suku Kuruway Citak.

mappiKegiatan ekonomi daerah ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang sejak dulu suka berburu, berkebun, dan hidup berpindah-pindah. Potensi ekonomi yang nyata bagi masyarakat adalah mencari kayu gaharu sampai ke pedalaman hutan. Kayu gaharu dari Distrik Assue terkenal karena kualitasnya. Potensi gaharu terpusat di Distrik Assue, Senggo, Citak Matak sampai di Kabupaten Asmat. Sumber daya hutan yang bisa diambil manfaatnya selain kayu gaharu adalah kulit gambir dan kayu-kayu jenis uli, meranti, linggua, dan bus.

Gereja yang melayani di Kabupaten Mappi adalah Gereja Katolik, Gereja Protestan Indonesia di Papua, Gereja-gereja Reformasi di Indonesia, Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia, Gereja Kristen Alkitab Indonesia, Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Gereja Bethel, Gereja Pentakosta, Gereja Pantekosta di Indonesia(GPdI), Gereja Bethel Indonesia (GBI), dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh(GMAHK). LAI berhasil mengumpulkan data kebutuhan Alkitab umat kristiani di Kabupaten Mappi melalui survei pada tanggal 28 Maret-2 April 2016 dengan rincian:

Alkitab Standard 4735 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 1526 eksemplar
Alkitab Anak 2652 eksemplar
Alkitab Deuterokanonika 500 eksemplar