Satu Dalam Kasih 2018

0.07% Raised
Rp5,950,000 donated of Rp8,750,000,000 goal
313 Days Left

Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara

Kabupaten Karo di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia beribukota di Kabanjahe. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.127,25 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 500.000 jiwa. Wilayah Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada di ketinggian tersebut, Tanah Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16° sampai 17° C. Indahnya nuansa alam pegunungan dengan udara yang sejuk dan berciri khas daerah buah dan sayur melengkapi keindahan Gunung berapi Sibayak yang masih aktif dan berlokasi diatas ketinggian 2.172 meter dpl.
Kabupaten Dairi beribukota di Sidikalang. Kabupaten ini kemudian dimekarkan menjadi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dairi sebagai kabupaten induk dan Kabupaten Pakpak Bharat. Potensi umumnya daerah Kabupaten Dairi adalah potensi pertanian yang cukup luas dan sangat besar jumlah hasilnya, sehingga mata pencaharian penduduk yang terutama adalah pertanian padi, palawija dan tanaman perkebunan lainnya. Ada pula yang mencari tambahan pencaharian dari hasil hutan seperti: kayu pertukangan, damar dan rotan. Sebagian kecil penduduk juga memelihara ternak unggas, perikanan darat dengan tata cara pemeliharaan secara tradisional sehingga hanya merupakan penghasilan tambahan, dimana jumlahnya belum memenuhi standar nasional.

Kebutuhan Alkitab Berdasarkan Survey
Alkitab 3940 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 3750 eksemplar
Alkitab Anak 7100 eksemplar
Alkitab Toba 744 eksemplar
Alkitab Toba Ende 340 eksemplar
Alkitab Karo 5910 eksemplar

 

Sintang, Kalimantan Barat

Kabupaten Sintang beribukota di Kota Sintang. Luas wilayahnya 21.635 km² dan populasi penduduknya ± 365.000 jiwa, terdiri dari multietnis dengan mayoritas suku Dayak dan Melayu. Secara umum Kabupaten Sintang luasnya hampir menyamai luas Provinsi Sumatera Utara. Sebagian besar wilayah Kabupaten Sintang merupakan perbukitan dengan luas sekitar 22.392 km2 atau sekitar 69,37 persen dari luas Kabupaten Sintang (32.279 km2). Kabupaten Sintang merupakan kabupaten terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Barat, setelah Kabupaten Ketapang. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Mata pencaharian utama masyarakat di kawasan ini adalah petani sawit dan karet.

Kebutuhan Alkitab Berdasarkan Survey
Alkitab 5970 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 2170 eksemplar
Alkitab Anak 8000 eksemplar

 

Halmahera Barat, Maluku Utara

Kabupaten Halmahera Barat beribukota di Jailolo. Wilayahnya 11.623,42 km2 berupa laut dan 22.346 km2 merupakan daratan. Selain pulau Halmahera terdapat 123 pulau-pulau kecil di Halmahera Barat di mana dua pulau dihuni dan 121 pulau tanpa penghuni. Pemanfaatan lahan di Halmahera Barat didominasi oleh lahan hutan 182.355 ha, usaha pertanian 4.684 ha, usaha Perkebunan 16.302 ha, serta perumahan dan pemukiman 20.125 ha. Sebagian besar wilayah Halmahera Barat terdiri dari bukit dan pegunungan, di mana luas daerah berbukit/bergunung 61,98% dari luas wilayah daratan. Menurut data Wikipedia, mayoritas penduduk kabupaten Halmahera Barat menganut agama Kristen (58,28%), kemudian Islam (40,73), sebagian kecil beragama Katolik (0,87%), Hindu (0,03%), Budha (0,01%) dan Konghucu (0,01%) dan kepercayaan lainnya (0,04%).

Kebutuhan Alkitab Berdasarkan Survey
Alkitab 5800 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 7620 eksemplar
Alkitab Anak 7700 eksemplar

 

Pulau Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku

Kepulauan Kei yang menjadi bagian Kabupaten Maluku Tenggara terletak di sebelah barat Kepulauan Aru, dan di timur laut Kepulauan Tanimbar. Dua pulau yang paling utama Pulau Kei Besar dan Kei Kecil. Kei Besar wilayahnya bergunung-gunung dan berhutan lebat. Kei Kecil memiliki permukaan datar dan memiliki populasi terbanyak. Kei termasyhur berkat keindahan pantai-pantainya yang dianugerahi terumbu karang yang produktif dan berlimpah. Mata pencarian orang Kei merupakan kombinasi dari kegiatan bercocok-tanam, berburu, dan menangkap ikan di perairan sekitar pantai. Ikan dan kerang berlimpah ruah di laut sekitar Kepulauan Kei. Menangkap ikan adalah aktivitas sekunder; keluarga Kei umumnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk bertani. Warga desa menangkap ikan dengan menggunakan perangkap ikan, kail, lembing, dan jala, atau dengan mengumpulkan ikan-ikan yang terjebak di terumbu karang dan ceruk-ceruk pantai pada saat air laut surut.
Sejak tahun 1980-an, banyak nelayan mulai menggunakan jaring nilon dan motor tempel. Beberapa warga desa memperdagangkan sebagian hasil panen atau tangkapannya kepada para tengkulak atau di pasar-pasar kota Tual dan Elat. Sumber pendapatan tunai lainnya adalah penjualan kopra, penjualan cangkang kerang lola (tectus niloticus), penjualan rumput laut, usaha dagang eceran, sumbangan dari anggota keluarga di rantau, dan gaji pegawai negeri.

Kebutuhan Alkitab Berdasarkan Survey
Alkitab dengan Kidung Jemaat 7350 eksemplar
Alkitab Anak 3380 eksemplar

 

Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Sumba Timur beribukota di Waingapu. Tampilan topografinya secara umum datar, tanahnya berkarang. Lahan pertanian terutama di dataran pantai utara yang memiliki cukup air. Kabupaten ini beriklim tropis cenderung kering, dengan musim hujan yang relatif pendek dan musim kemarau yang panjang (delapan bulan). Jenis tumbuhan yang cocok umumnya berupa tanaman keras seperti jati, kelapa dan aren, sementara hewan peliharaan umumnya adalah sapi, kerbau dan kuda yang telah menyesuaikan diri dengan alam Sumba yang berpadang sabana luas.
Jumlah Penduduk Kabupaten Sumba Timur (2014) adalah 247.018 jiwa. Di samping orang Sumba Timur asli juga terdapat orang Sabu, keturunan Tionghoa, Arab, Bugis, Jawa dan penduduk yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur lainnya. Bahasa daerah yang digunakan adalah Bahasa Sumba Kambera. Sebagian besar penduduk di kabupaten ini beragama Protestan. Selebihnya adalah Islam, Hindu dan Budha. Sekitar 39 persen lagi adalah beragama tradisional Marapu. Meskipun keadaan tanahnya kurang subur, lebih dari separuh penduduk kabupaten Sumba Timur adalah petani. Selain itu ada peternak, pegawai, buruh, nelayan dan lain-lain. Walaupun sektor pertanian menempati tempat pertama dalam pendapatan regional, luas sawah yang bisa digarap baru 11 persen dari luas tanah kabupaten seluruhnya. Sumba Timur juga dikenal sebagai sentra peternakan kuda dan sapi.

Kebutuhan Alkitab Berdasarkan Survey
Alkitab 5000 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 7500 eksemplar
Alkitab Anak 17500 eksemplar

 

Boven Digoel, Papua

Boven Digoel yang beribukota di Tanah Merah merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke. Di masa kolonial Belanda, Boven Digoel terkenal sebagai tempat pembuangan para tokoh pergerakan nasional Indonesia. Daerahnya yang berawa-rawa dan berhutan lebat, menyebabkan orang yang dibuang ke dalamnya akan susah untuk melarikan diri. Orang-orang yang dibuang sering menjadi korban penyakit malaria. Jumlah penduduk Boven Digoel (2014) sebesar 68.641 jiwa yang tersebar dalam 15 distrik. Sebagian besar penduduk beragama Kristen dan Katolik, selain itu banyak pula pemeluk Islam dan beberapa Hindu, Budha dan Khong Hu Cu.

Kebutuhan Alkitab Berdasarkan Survey
Alkitab 5000 eksemplar
Alkitab dengan Kidung Jemaat 1500 eksemplar
Alkitab Anak 3000 eksemplar
Alkitab Deuterokanonika 1000 eksemplar