KEWIBAWAAN ALKITAB
DARI SUDUT PANDANG SEORANG METHODIST
Oleh: Pdt. Dr. H. Doloksaribu
Pendahuluan
Redaksi Forum Biblika untuk terbitan
ini meminta penulis membahas kewibawaan Alkitab atau otoritas Alkitab dari
sudut pandang Methodist.
Penulis menyadari bahwa penulis
tidak dapat mempresentasikan pandangan Methodist yang terbesar di seluruh dunia
dengan segala variasi dan perkembangannya selama dua setengah abad lebih.
Gerejakan ini dimulai oleh Pendeta John Wesley di Inggris.
Mengawali pembahasan ini, ada
baiknya kita memberi beberapa catatan awal. Pertama-tama, istilah "Lutheran"
bukanlah istilah yang disenangi oleh Luther karena bagi Luther gereja hanyalah
milik Kristus sendiri. Ia sendiri tidak pernah bercita-cita mendirikan gereja
baru, melainkan hanya membarui praktek-praktek dan ajaran-ajaran gereja pada
zamannya yang telah menyimpang dari ajaran Alkitab. Kedua istilah "Lutheran" kemudian
mengacu pada orang-orang dan gereja-gereja dalam spectrum yang sangat luas
dengan keanekaragaman yang besar dalam sudut pandangan dan tafsiran terhadap
ajaran-ajaran Luther. Ada yang mempertahankan "bentuk" ajaran Luther
seortodoks" mungkin dan bahkan cenderung meng"kultus"kan Luther secara
eksklusif. Ada pula yang dalam interaksi dengan situasi historisnya, khususnya
dengan memperhatikan perkembangan diskusi ekumenis, hanya memelihara "semangat"
ajaran Luther dan menyerap unsur-unsur dari dokumen-dokumen konfesional
Lutheran dalam merumuskan konfesi dan pokok-pokok ajarannya. Ketiga,
gereja-gereja di Indonesia tidak ada yang murni Lutheran. Gereja-gereja yang
disebut Lutheran itu1) umumnya lahir dari usaha pekabaran Injil oleh
lembaga-lembaga zending yang dilatarbelakangai oleh gerakan Petisme dan yang
justru tidak mengikat diri secara ketat dengan salah satu "blok" konfesional.2)
1) Antara
lain, HKBP dan gereja-gereja yang dimandirikan ataupun berpisah dari HKBP, HKI,
GKPS, GKPI, GKPA, dll.
2) Lih. Th.
Van den End, Ragi Carita 2, Jakarta (BPK-Gunung Mulia, 1989), hlm. 35
br.