
Biasanya
ketika kita memasuki bulan Desember, maka banyak tempat-tempat keramaian memutar lagu-lagu Natal. Saat itu biasanya kita merasakan ada kedamaian dan kesukaan ketika mendengar lagu-lagu Natal tersebut.
Kitab Yesaya
menulis disana tentang sebuah putera telah lahir, salah satu namanya disebut : “RAJA DAMAI”. Apakah Raja Damai itu memerintah dalam hidupmu ?
Pernah suatu
ketika saya mengalami keadaan dimana kegelisahan, kehampaan dan kebosanan yang saya alami, rutinitas yang membosankan…tidak ada “KEDAMAIAN” mengapa demikian ?
Ya,...
saya tidak mengundang Raja Damai itu memerintah dalam hidup saya… Kalau kita tidak mengikuti Firman Tuhan tentu itu salah satu bukti bahwa kita tidak mau diperintah oleh SANG RAJA DAMAI tersebut.
"Sekiranya Engkau
engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,” Yesaya 48:18
Kedamaian
tidak bisa kita dapatkan melalui ketenaran, melalui kekayaan, atau lainnya…Alkitab sudah jelas menulis, seorang putera telah lahir, lambang pemerintahan ada di atas bahunya, namanya disebut….”RAJA DAMAI”.
Natal
bukan berbicara tentang pesta Natal, bukan masalah tukar menukar kado, bukan tentang pohon Natal juga bukan berbicara tentang santa claus (sinterklas). Natal yang sesungguhnya yaitu tentang kelahiran RAJA DAMAI dalam HIDUP KITA.
Sudahkah
KEDAMAIAN diam dalam hidup kita, dalam rumah tangga kita, dalam pekerjaan kita juga dalam perusahaan kita ? Kalau belum, ijinkan RAJA DAMAI itu lahir dan memerintah dalam hidup kita, dalam rumah tangga kita, dalam pekerjaan kita juga dalam perusahaan kita…
Selamat
menikmati NATAL yang sesungguhnya……
Dikutip dari : Warta Mingguan LAI edisi 17-19 Desember 2007