NewsDonationShopAbout Our SocietyContact UsLink
Main Menu
Home
Biblika
Library
Email Today
News
FAQs
Shop
Alkitab Web
Guest book
Shop
Bible Testament Bible Portion
Live Support
LAI Info

IT Administrator Web

Product LAI Info






Lost Password?
No account yet? Register
Menyeberanglah Ke Mari Dan Tolonglah Kami Print E-mail
Thursday, 27 August 2009

Hatam, Moile, dan Meach

Pegunungan Arfak di daerah Kepala Burung Papua, dihuni sekitar 12.000 jiwa dari berbagai suku besar dan kecil. Di antaranya adalah Suku Hatam di dinding utara pegunungan, Suku Moile dan Meach di barat dan Sough di wilayah selatan pegunungan Arfak. Berbagai gereja melayani umat Tuhan di wilayah tersebut. Di antaranya Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (GKI Papua).

hatam-1.jpgJemaat-jemaat yang dilayani GKI Papua di wilayah Arfak masuk dalam wilayah pelayanan klasis Hatam Moile Meach (HMM) yang tersebar di lima distrik, yaitu: Warmare, Prafi, Masni, Sidey, dan Manyambow. Sebagian besar anggota jemaatnya berasal dari suku Hatam, Moile dan Meach. Namun, ada pula yang berasal dari suku-suku lain di tanah Papua, ditambah beberapa orang dari luar Papua, seperti: Sulawesi, Sumatera, Ambon dan Jawa.

Penduduk asli Arfak yang tinggal di perkampungan maupun pesisir rata-rata merupakan petani miskin yang hidupnya sangat sederhana. Dalam usahanya meningkatkan pelayanan dan iman warga jemaatnya, GKI Papua Klasis HMM menghadapi kendala minimnya dana keuangan klasis. Luasnya wilayah pelayanan dan kurangnya sarana yang memadai semakin mempersulit hamba Tuhan di sana untuk melaksanakan tugas pelayanan. Sebagian besar umat Tuhan di sana belum memiliki Alkitab yang menjadi sumber pengharapan dalam kehidupan mereka.

Maka pertengahan Juli yang lalu, rombongan LAI hadir menyerahkan dukungan 5000 Alkitab kepada umat Tuhan di wilayah pelayanan GKI Papua klasis HMM.  Selama empat hari dari tanggal 13 hingga 16 Juli 2009, rombongan LAI didampingi pengurus GKI Papua klasis HMM menjelajahi berbagai lokasi di pegunungan Arfak untuk menyebarkan firman Tuhan bagi umat Tuhan di berbagai penjuru Pegunungan Arfak.

Perjalanan yang dilalui cukup panjang. Menembus hutan, menjelajahi jalan setapak, menyusuri areal persawahi, hingga menyeberangi sungai mesti ditempuh rombongan. Di salah satu tempat, yaitu Aisya Sarai, rombongan mesti bergandengan tangan menyeberangi sungai  dengan berjalan kaki untuk mencapai lokasi jemaat.
hatam.jpgTiba diseberang, sebuah kertas bertuliskan sebuah pesan yang ditempelkan pada sebuah batang bambu menyambut kami. Pesan tersebut berbunyi, “Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami”. Arti pesan tersebut begitu mendalam bagi kami. Mereka, anak-anak Tuhan, berteriak dengan penuh kerinduan menanti hadirnya Firman Allah. Siapakah yang akan mengantar kabar baik ke tempat yang jauh dan terisolirr ini?

Sesampainya di tepi sungai yang kering, rombongan LAI diarak oleh tua-tua adat yang mengenakan pakaian adat menuju ke gedung pertemuan (semacam balai desa). Di sana para jemaat telah berkumpul dan menunggu kedatangan kami. Tim menyerahkan Alkitab secara simbolis dan mengucap syukur untuk berkat yang sudah Tuhan berikan.

Aisya Sarai merupakan kampung terjauh yang dikunjungi rombongan LAI. Warga di kampung ini sangat bersyukur atas kedatangan tim LAI yang sudah datang membawa firman Tuhan. Anak-anak bersukacita dan para orang tua terus memuji nama Tuhan. Ada sukacita yang besar di sana. Rasa haru muncul melihat kegembiraan dan suka cita ketika mendapatkan firman Tuhan, yang bagi orang kota amat mudah didapatkan. Selain menyambut gembira kedatangan firman Tuhan, anak-anak Tuhan di klasis ini ternyata tidak hanya menikmati berkat ini sendirian. Mereka juga mau berbagi dengan berbagai denominasi gereja yang ada di sana(GPKAI, GPDI, GPDP, GSJA), sehingga memungkinkan semua anak Tuhan yang tersebar di dataran tersebut, menikmati indahnya firman Tuhan.

Sesudah dari Aisya Sarai, rombongan kembali ke Manokwari. Demikianlah perjalanan ini kami akhiri dengan sukacita dan rasa syukur yang luar biasa, karena Tuhan terus menyertai dan memberkati perjalanan kami. Amin.

 

 
< Prev   Next >
© 2007 Lembaga Alkitab Indonesia 2007