//
NewsDonationShopAbout Our SocietyContact UsLink
Main Menu
Home
Biblika
Library
Email Today
News
FAQs
Shop
Alkitab Web
Guest book
Shop
Bible Testament Bible Portion
Live Support
LAI Info

Product Info

Product Info






Lost Password?
No account yet? Register
KREBA DI'A Agu Gambar Print E-mail
Thursday, 01 October 2009

Siarkan Kabar Baik: Parn Awo, Kolepn Sale

Syair Flores kuno tentang penciptaan berbunyi demikian: Saing Gun Saing Nulun/ Saing Bikon Saing Blewut/ Saing Watu Wu’an Nurak/ Saing Tana Puhun Kleruk/ De’ot Reta Wulan Wutu/ Kela Bekong Nian Tana Lero Wulan. Maknanya, sejak zaman purbakala, ketika bumi masih manggarai-1.jpgrapuh, ketika batu masih merupakan buah muda, ketika tanah masih seperti kuntum yang baru muncul, Tuhan di angkasa mencipta bumi, matahari, dan bulan. Agaknya, Tuhan sedang bersukacita ketika menciptakan bumi Manggarai di Flores. Karena Manggarai sungguh indah. Dari penggunungan yang berkabut tebal hingga pesisirnya yang berpasir putih memiliki pesona tersendiri. Manggarai dulunya hanya terdiri dari satu kabupaten. Namun dalam rangka otonomi daerah dan pengembangan pembangunan, Manggarai dimekarkan menjadi tiga kabupaten, yaitu:Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Beda dengan dataran di Jawa yang cenderung rata, geomorfogi Manggarai dan Flores pada umumnya bagaikan kemeja yang lama tidak disetrika. Maka tampak kusut. Sebentar kita temui dataran pesisir, di dekatnya sudah kita dapati pula gunung berapi. Jalan rayanya berkelak-kelok. Dataran tinggi dan pantai berdempetan, sebelah menyebelah, itulah Manggarai.

Ke bumi Manggarai yang memesona itulah  awal September lalu, kami rombongan Lembaga Alkitab Indonesia hadir dalam rangka peluncuran Kabar Baik Bergambar (KBB) dalam bahasa Manggarai. Kabar Baik ini ditujukan agar anak-anak Manggarai sedari kecil mengenal Firman Tuhan dalam bahasa ibunya. Uniknya, yang mengerjakan penerjemahan KBB ini, semuanya adalah masyarakat Manggarai yang hidup di Rantau (di Bandung dan Jakarta). Sebagai koordinator penerjemahan adalah Bapak Frans Borgias, putra Manggarai yang sekarang menjabat sebagai dosen teologi dan fenomenologi agama di Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Parahiyangan, Bandung. Sementara konsultan penerjemahan dari LAI kebetulan juga putra kelahiran Manggarai, yaitu Bapak Hortensius F. Mandaru.

manggarai-2.jpgUntuk pencetakan perdana KBB Manggarai, LAI mencetak 5000 eksemplar. Di luar KBB Manggarai ada juga 3000 eksemplar Perjanjian Baru TB-2, dan Alkitab Terjemahan Baru, serta komik-komik untuk anak-anak di sana. Kehadiran KBB Manggarai ini bertepatan dengan perayaan Bulan Kitab Suci yang diselanggarakan di seluruh wilayah Keuskupan Ruteng, Manggarai. Penerbitan KBB Manggarai ini menjadi bukti, bahwa LAI hadir untuk melayani semua gereja. Baik Protestan maupun Katolik.

Minggu sore, 6 September 2009,  di Katedral Kristus Raja, Ruteng Manggarai diselenggarakan ibadah peluncuran KBB Manggarai. Dua ribu anak-anak Sekami (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia) hadir memenuhi gedung katedral. Suara nyanyian dan teriakan yel-yel yang penuh semangat menggetarkan katedral. Hadir juga dalam acara tersebut Bupati, Wakil Bupati, Sekwilda dan perwakilan gereja-gereja yang ada di Ruteng. Sementara Bapak Supardan, hadir mewakili Pengurus Yayasan LAI. Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis KBB Manggarai dari LAI kepada unsur-unsur masyarakat dan pemuka agama di Ruteng, dan terutama kepada anak-anak Manggarai.

Bupati Manggarai, dalam sambutannya menyatakan, ia sangat berbahagia bisa hadir di hadapan anak-anak Manggarai. Banyaknya anak-anak yang hadir sangat mengejutkan beliau. Bupati menambahkan, Kini saatnya, bahwa gereja perlu memfokuskan pelayanannya kepada anak-anak. Karena mereka adalah tulang punggung pelayanan gereja dan tulang punggung kemajuan bangsa di masa depan. Sementara generasi yang tua, menurut Bupati sudah sulit untuk diarahkan.

manggarai.jpgSelepas peluncuran, rombongan LAI selama lebih dari seminggu berkeliling dari Manggarai Timur hingga Manggarai barat, mendatangi paroki-paroki, susteran, hingga sekolah-sekolah untuk penyerahan secara simbolis KBB Manggarai tersebut. Sementara pembagian secara penuhnya, akan dikoordinasi Komisi Kitab Suci Keuskupan Ruteng dengan paroki-paroki dan sekolah-sekolah yang betul-betul memerlukan KBB tersebut.

Menutup perjalanan panjang dari Manggarai Timur hingga Manggarai Barat, kami bertemu dengan Wakil Bupati Manggarai Barat, Bapak Agustinus Dula. Beliau berjanji akan ikut membantu untuk mendukung proyek LAI selanjutnya yang ditujukan untuk masyarakat Manggarai, yaitu penerjemahan dan penerbitan Perjanjian Baru dalam bahasa Manggarai.

Seminggu di Manggarai waktu berlalu demikian cepat. Sambutan ramah yang kami terima membuat kami merasa kerasan. Semoga di lain waktu kita bisa singgah kembali ke Nuca Nepa yang indah tersebut. Teringat kami ucapan seorang Pastor kepada kami di Manggarai, bahwa kita harus bekerja keras mengabarkan  berita indah tentang kasih Kristus, parn awo kolepn sale (ungkapan Manggarai). Artinya siarkan kabar suka cita itu dari terbitnya mentari hingga sampai tenggelamnya. Selagi masih ada kesempatan. Selama hari masih terang.

 
< Prev   Next >
© 2007 Lembaga Alkitab Indonesia 2007