| Kemurahan Tuhan di Teluk Bintuni |
|
|
| Monday, 01 March 2010 | |
|
Tepat pukul 10.50 WIT, Minggu 21 Februari 2010, pesawat Twin-Otter berpenumpang 16 orang mendarat dengan sedikit hentakan di Bandara Teluk Bintuni, Papua, setelah terbang 50 menit dari Manokwari. Kami bertiga: Duta Pranowo (Sekretaris Umum), Alpha Martyanta (Kepala Departemen Penyebaran), dan Hendrik J. Lohey (Staf Departemen Komunikasi) turun dari pesawat dengan perasaan lega dan Peresmian Pembukaan Program PBHA/PBA LAI diawali dengan laporan dari Alpha Martyanta, Kepala Departemen Penyebaran sekaligus sebagai Manajer Program PBH/PBA LAI. Jumlah peserta setelah diadakan pendataan ulang tercatat dan terdaftar sebanyak 615 orang. Jumlah Tutor 35 orang, dan jumlah Koordinator Wilayah 2 orang. Wilayah 1 dengan jumlah peserta 250 orang ditangani oleh 16 Tutor, meliputi: 10 Lokasi Belajar di Sumbery, Tirasay, Botay, SP II, SP III, Atibo, Pasamay, Belmes, Iguriji, dan Bintuni Kota. Wilayah 2, dengan jumlah peserta 365 orang, ditangani oleh 25 Tutor, meliputi: 10 Lokasi Belajar di Tohiba, Tembuni, Myado, Steenkool 3, Jagiro, Barma, Rawara II, Rawara I, Meyenda, dan Meyerga.
Sekum LAI menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Gereja-gereja
dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan program PBH/PBA LAI. Kepada
Pimpinan Gereja/Jemaat diharapkan berperan dalam memotivasi warga
belajar untuk tekun belajar sampai selesai. Dan melibatkan warga
belajar yang telah lulus program ini nanti dalam kegiatan gerejawi agar
kemampuan membaca, dan menulis dapat dikembangkan dan tidak hilang.
Keberhasilan program ini lebih banyak bergantung kepada 615 peserta
warga belajar dan para Tutor. Semoga mereka juga dapat menjadi
motivator bagi warga jemaat/masyarakat yang belum terjangkau oleh
program PBH/PBA LAI di Bintuni ini. Dan melalui mereka pulalah Kabar
Baik dapat terus disebarkan hingga sampai ke pelosok-pelosok dan
pedalaman wilayah Kabupaten Teluk Bintuni. Sehingga program ini dapat
memberikan sukacita dan berkat Allah karena semakin banyak orang
mengenal Firman Tuhan.
Selanjutnya Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni secara resmi membuka Program PBH/PBA LAI dengan memukul Tifa. Dikuti dengan penyematan tanda peserta (badge) secara simbolis kepada warga belajar yang mewakilinya. Pembukaan Program PBH/PBA LAI juga dimeriahkan dengan tarian daerah yang ditampilkan oleh gabungan dari pemuda, remaja, dan anak warga Jemaat setempat. Sukacita memenuhi yang hadir dalam pembukaan ini, dan Kemurahan Tuhan terjadi dan dirasakan oleh warga di Teluk Bintuni. Tuhan memberkati Papua! |
| < Prev | Next > |
|---|


ucapan syukur kepada Tuhan yang telah “mengawal” kami tiba di Teluk Bintuni dengan selamat. Tujuan kami ke Teluk Bintuni adalah dalam rangka Pembukaan Program Pemberantasan Buta Huruf/Pembaca Baru Alkitab (PBH/PBA) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).
Bupati Kepala Daerah Kabupaten Teluk Bintuni yang diwakili oleh Daniel Sebaru/ Sekretaris Daerah, sebelum meresmikan Pembukaan Program PBH/PBA LAI menyampaikan sambutan bahwa ada kemurahan Tuhan di Kabupaten Teluk Bintuni! Ada terobosan dengan adanya Program PBH/PBA di Teluk Bintuni. Berharap agar pendeta dan pimpinan gereja serta pimpinan masyarakat dapat mendorong jemaat dan warganya untuk terlibat aktif dalam program PBH/PBA LAI ini, sehingga hasilnya nanti berdampak pada program pembangunan masyarakat Teluk Bintuni. Sekda Kabupaten Teluk Bintuni ini juga mengucapkan terima kasih kepada LAI yang telah memilih Kabupaten Teluk Bintuni sebagai wilayah bagi pelaksanaan program PBH/PBA LAI di tahun 2010 ini.