NewsDonationShopAbout Our SocietyContact UsLink
Main Menu
Home
Biblika
Library
Email Today
News
FAQs
Shop
Alkitab Web
Guest book
Shop
Bible Testament Bible Portion
Live Support
LAI Info

Product Info

Product Info






Lost Password?
No account yet? Register
Annual Report Print E-mail
Thursday, 13 December 2007

LAPORAN TAHUNAN PELAYANAN LEMBAGA ALKITAB INDONESIA 2006

 

ALKITAB SUMBER HIKMAT DAN PENUNTUN

KEPADA IMAN DAN KESELAMATAN

(2 Timotius 3: 15)

 

Pendahuluan:

Meskipun kondisi sosial, ekonomi dan politik masyarakat Indonesia belum menggembirakan, kita mengucap syukur bahwa TUHAN telah memimpin Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dalam melaksanakan program kerjanya selama tahun 2006. Di tengah situasi dan kondisi, serta tantangan yang semakin sulit itu, LAI dapat melewatinya dengan berbagai keberhasilan, di antaranya: produksi Alkitab dan Testamen melebihi 1 juta eksemplar; realisasi penggalangan dukungan dana dari Gereja-gereja dan umat Kristiani melebihi target; terlaksananya penyampaian sumbangan 37.737 Alkitab, 12.450, Kabar Baik Bergambar, Komik Alkitab, kepada umat Kristiani di daerah-daerah Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Sumba, Lampung, Jawa Timur & Jawa Tengah; terlaksananya program Pemberantasan Buta Huruf/ Pembaca Baru Alkitab (PBH/PBA) di Banggai dan Banggai Kepulauan; diterbitkannya beberapa Alkitab bahasa daerah, antara lain: Alkitab bahasa Gorontalo, Alkitab bahasa Nias Dinamis Fungsional, bahasa Jawa-PB Revisi, Perjanjian Baru bahasa Mongondow; serta telah diselesaikannya renovasi bangunan Kantor Departemen Penerjemahan LAI di Bogor, dan Kantor Perwakilan LAI di Manado.

Namun demikian, LAI juga mencatat beberapa ketidakberhasilan, antara lain: belum tercapainya target penyebaran 1.103.710 juta Alkitab; tertundanya penerbitan Alkitab Diglot bahasa Indonesia – Mandarin versi CUNP, dan Alkitab Diglot bahasa Indonesia – Inggris versi NIV; serta belum tuntasnya kasus hukum tanah dan bangunan milik LAI di Jl. Pakubuwono, Jakarta Selatan.

Tema yang diambil tahun 2006 adalah: ”Alkitab Sumber Hikmat dan Penuntun Kepada Iman dan Keselamatan” (2 Timotius 3: 15). Dengan tema ini, LAI meyakini bahwa di tengah-tengah kesulitan dan berbagai persoalan, maka Alkitab, Firman TUHAN itulah yang memberi kekuatan, dan menjadi sumber hikmat yang menuntun kepada iman dan keselamatan.

Perjalanan dalam tahun 2006 yang telah dilewati LAI dengan selamat itu juga tidak terlepas dari dukungan Gereja-gereja, umat Kristiani dan para mitra kerja yang telah terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan program kerja LAI. Oleh karena itu LAI bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, berpartisipasi, dan yang telah bekerjasama dengan LAI.

Dengan gambaran dan pengalaman tersebut diharapkan LAI akan dapat menetapkan strategi yang tepat untuk menjemaatkan visi-misi dan menjalankan program kerjanya di tahun-tahun mendatang.

Peristiwa Penting di Indonesia

Bencana alam dan penyakit yang melanda masyarakat Indonesia di tahun 2005, kembali  terjadi di tahun 2006. Semburan lumpur panas di daerah Sidoardjo; gempa bumi di daerah Yogyakarta dan sekitarnya serta daerah Pangandaran, Jawa Barat; tanah longsor di Jawa dan Sumatra; serta penyakit flu burung yang semakin meluas penularannya. Keadaan semakin bertambah sulit dengan situasi ekonomi yang belum membaik, maka bencana tersebut mengakibatkan kesulitan dan beban penderitaan masyarakat semakin bertambah berat.  Oleh karenanya, dengan dukungan para mitra, LAI terus melanjutkan pelayanannya, bahkan memberikan bantuan berupa Alkitab dan Bagian-bagiannya kepada masyarakat/umat kristiani yang terkena musibah agar mereka dikuatkan oleh Firman Tuhan dalam menghadapi pencobaan itu. Program Pemulihan & Rehabilitasi bagi korban bencana tsunami dan gempa bumi di Aceh, Nias dan wilayah pantai barat Provinsi Sumatera Utara yang sebelumnya sudah dilaksanakan LAI tahun 2005, pada tahun 2006 terus dilanjutkan dengan memberikan bantuan Alkitab bahasa Nias versi Dinamis Fungsional kepada warga gereja-gereja di Pulau Nias.

Peristiwa penting di bidang ekonomi yang terjadi pada 2006 adalah keputusan Pemerintah untuk menunda kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), dimaksudkan agar tidak menambah beban masyarakat. Namun demikian, oleh karena kenaikan TDL sebelumnya sudah diprediksikan akan naik, maka sebelumnya juga telah terjadi beberapa kenaikan biaya barang/jasa.  

Berbagai peristiwa tersebut di atas menunjukkan tantangan yang dihadapi LAI juga semakin berat, namun juga mendorong menejemen LAI untuk terus melakukan upaya efisiensi dan peningkatan/pengembangan sumber-sumber daya dan dana.

Organisasi

Regenerasi kepengurusan dalam tubuh Yayasan LAI (YLAI) terjadi pada tahun 2006, di mana seorang anggota Pembina YLAI, yaitu dalam diri Bapak Prof Dr. Maurits Simatupang yang telah wafat, digantikan oleh Ibu Dr. Hendriette L. Lebang-Hutabarat, MA., yang terpilih dalam Rapat Pembina YLAI, dan dikukuhkan dalam rapat Paripurna YLAI tanggal 14 Desember 2006. Susunan lengkap Pembina, Pengurus, dan Pengawas YLAI adalah sebagai berikut:

Pembina (2003-2008) :

1). Prof Dr. P.D. Latuihamallo (Ketua Pembina)

2). Mgr. Prof. Dr. Ignatius Suharyo Pr. (Anggota)

3). Ibu Dr. Henriette L. Lebang Hutabarat, MTh (Anggota)

Pengurus (Periode 2003-2008):

1).  Prof Dr. Liem Khiem Yang (Ketua Umum)                }          

2).  Drs. Supardan, M.A.(Ketua)                                               

3).  Harsiatmo Duta Pranowo, MBA (Sekretaris Umum)  

4).  Ir. Jasin Tedjasukmana (Bendahara)                      

5).  Pdt, dr. Olly Euodia Mesach (Anggota)          

6).  Pdt. Dr. Benjamin Waturangi, M.Th. (Anggota)

7).  Pdt. Dr. Sutoyo L. Sigar (Anggota)

8).  Drs. F.X. Tiardja Indrapradja (Anggota)

9).  Dra Untari Takain (Anggota)

10).  Dra Nur Zecha Abednego (Anggota)

11).  Bpk. Petrus Beng Siswanto (Anggota)

Pengawas (2003-2008):

1). Pdt. Peringeten Ketaren, BSc. (Ketua Pengawas)

2). Ibu Olvy Massie-Laoh (Anggota)

3). Pdt. Weinata Sairin, M.Th. (Anggota)

 Regenerasi kepemimpinan juga terjadi pada aras staf LAI, di mana Kepala Perwakilan LAI Manado yang telah memasuki Pensiun, pada bulan ...... 2006 digantikan oleh Pdt Virly U. Rengkung, S.Th., yang telah ditunjuk sebagai  Pelaksana Harian/Pejabat Sementara Kepala Perwakilan  LAI Manado, yang sebelumnya adalah staf Promosi Perwakilan LAI Manado.

Studi tentang Organizational Assessment terhadap Organisasi LAI telah dilakukan oleh sebuah Tim melibatkan beberapa pakar mitra LAI yang dikoordinatori oleh Departemen Litbang. Studi ini diperlukan untuk melihat kekuatan dan kelemahan organisasi LAI, dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan LAI kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Rekomendasi dari hasil studi yang telah diselesaikan pada bulan ......2006. telah ditindak lanjuti pada tataran staf, antara lain memperbaiki/menyempurnakan beberapa ketentuan dan prosedur, serta hal-hal yang perlu disiapkan secara bertahap, untuk diimplementasi  mulai tahun 2007.

Kegiatan Pemberantasan Buta Huruf dan Pembaca Baru Alkitab (PBH/PBA)

Kegiatan Program Pemberantasan Buta Huruf (PBH)/Pembaca Baru Alkitab (PBA) LAI sudah menjadi agenda tahunan LAI. Kalau tahun 2005 diadakan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, maka tahun 2006 dilaksanakan di Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Pada awal kegiatan ini telah terdaftar 2.297 peserta, namun pada akhir kegiatan ini yang terlibat aktif 1.707 peserta, 6 Koordinator Wilayah, 99 Tutor.  Program PBH/PBA yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun ini, tersebar dalam 75 lokasi di 6 wilayah kecamatan di 2 kabupaten.

Dalam melaksanakan kegiatan ini, mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap pelaksanaannya, LAI bekerjasama dengan Gereja-gereja setempat antara lain: Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB), Gereja Protestan Injili di Banggai Kepulauan (GPIBK), GPdI, dan Gereja Katolik, serta didukung oleh pemerintah daerah setempat. Manfaat program ini sangat dirasakan oleh warga belajar. Hal ini terlihat dalam Ibadah Syukur Penutupan di gereja GPdI Calvary tanggal 27 Januari 2007, dan 29 Januari 2007 di GBIBK Imanuel, di mana seluruh undangan yang dihadir, mulai dari Wakil Bupati, unsur Muspida setempat, para pimpinan gereja, koordinator wilayah, para tutor, dan peserta belajar mengucapkan terima kasih dan penghargaan terhadap LAI yang sudah memilih Kabupaten Banggai & Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai lokasi kegiatan PBH/PBA 2006. Mereka berjanji akan menindaklanjuti PBH/PBA LAI dengan berbagai program, seperti yang akan dilakukan oleh Gereja Pentekosta di daerah Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan yang akan berencana mengadakan perpustakaan, agar para peserta yang telah lulus dapat memelihara dan meningkatkan kemampuan membacanya.  Di kelompok belajar Osan, juga di Banggai Kepulauan, Ibu pendeta Yunice merencanakan mengikut sertakan para peserta yang telah lulus dalam prosesi liturgi (responsoria) dalam ibadah Minggu di gereja tersebut. Mereka hanyalah sebagian peserta PBH/PBA LAI dari 1.061 peserta PBH/PBA yang lulus (lancar dan mampu memahami bacaan), yang diharapkan mampu memotivasi warga gereja dan masyarakat  yang belum sempat mengikuti program PBH/PBA ini.

Departemen Penerjemahan

Menerjemahkan Alkitab dan Bagian-bagiannya ke dalam bahasa yang mudah dipahami adalah misi yang diemban oleh LAI. Di dalam tatanan kerja LAI, misi ini menjadi tanggung jawab langsung Departemen Penerjemahan dan karena itu menjadi agenda tetap departemen ini dengan didukung oleh tenaga pembina penerjemahan yang memadai dari segi kualitas akademis dan anggota tim yang rata-rata merupakan penutur asli bahasa sasaran berdasarkan rekomendasi dari para mitra kerja LAI (gereja-gereja dan organisasi-organisasi gerejawi).  Selain menyediakan teks (hasil terjemahan baru, revisi terhadap teks yang sudah ada, dan adaptasi bahan berbahasa asing ke bahasa-bahasa Indonesia dengan mempertimbangkan ‘konteks’ lokal) untuk produk cetak, Departemen Penerjemahan juga menyiapkan teks-teks untuk produk elektronik.

Sepanjang tahun 2006, Departemen Penerjemahan mengelola 17 proyek penerjemahan, 4 proyek revisi, 2 jenis proyek adaptasi (Kumpulan cerita Alkitab untuk Anak dan Pedoman Penerjemahan Alkitab), dan sejumlah produk dengan kategori porsion dan seleksi. Selain itu, Departemen ini juga mengelola sejumlah produk elektronik antara lain Alkitab CD interaktif untuk anak.

 Ada sebagian dari pengelolaan proyek tergolong baru, dalam artian baru saja dimulai pada tahun 2006. Tetapi, ada juga sebagian yang sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya dan beberapa di antaranya ditargetkan selesai pada tahun 2006. Tidak semua target dapat dicapai karena terhambat oleh serentetan kendala, antara lain: komunikasi yang tidak selalu bisa lancar dengan anggota-anggota tim di lapangan, sistem penyimpanan naskah yang belum baku, bergantinya tenaga Pembina untuk satu proyek, dan gangguan teknis pada alat kerja yang sering terjadi.

Yang bisa diselesaikan adalah: PL Siau. Beberapa lainnya (PL Minang, PB Tabaru, PB Gorontalo Sederhana, dan PB Sunda Revisi) masih memerlukan perpanjangan waktu sampai ke pertengahan tahun 2007.  Proyek penerjemahan yang baru diluncurkan pada tahun 2006 adalah: PL Rote, PB Salayar, dan PB Rejang Lebong. Proyek-proyek ini dinyatakan mulai setelah melewati serangkaian percakapan dengan pimpinan-pimpinan gereja di mana ketiga proyek ini berada, yakni: Pimpinan Sinode Gereja Kristen Sulawesi Selatan (GKSS) untuk PB Salayar, pimpinan Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) untuk PL Rote, dan pimpinan Sinode Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII Curup-Bengkulu) untuk PB Rejang Lebong. 

Selain menyelesaikan produk-produk reguler, seperti: Daily Scripture Reading (DSR), kalender, seleksi tema tahunan, diselesaikan juga sejumlah produk baru dengan kelompok anak-anak sebagai sasaran penggunanya. Produk-produk dimaksud adalah 2 film animasi: Petrus, Kenapa Ragu? dan Petrus Penjala Manusia, adaptasi sejumlah cerita Alkitab untuk Anak, yakni Kabar Baik Bergambar dalam empat bahasa daerah: Nias, Aceh, Mongondow, dan bahasa Lani, serta 2 diglot Kabar Baik Ceria Daniel: Belanda-Indonesia dan Inggris-Indonesia.

Proyek yang  cukup mendapat perhatian serius departemen selama tahun 2006 adalah adaptasi CEV-LB.  Diharapkan dapat diterbitkan pada akhir 2007 mendatang.

Peningkatan SDM terus dilakukan. Pada bulan Juni  2007 nanti, diharapkan Sdri. Tati Siahaan, STh. calon Pembina Penerjemahan yang akan menyelesaikan tugas belajar di Trinity Theological College, Singapore akan bergabung kembali di Departemen Penenerjemah. Sementara itu, dalam rangka memenuhi syarat United Bible Societies untuk seorang Translation Consultant, awal Februari 2007 Pdt. Dr. Anwar Tjen akan ditugaskan belajar ke Australia National University untuk studi di bidang linguistik selama 1 tahun.

Unit Kerja Pusat Pengkajian Biblika (PPB)

Visi menjadikan LAI sebagai rujukan dan sumber terpercaya untuk informasi Alkitab, dan dinamika penerjemahannya adalah tugas unit ini. Upaya untuk mewujudkan visi tersebut terus dilakukan. Sepanjang tahun 2006 selain menerbitkan secara berkala (2 kali dalam setahun) Jurnal Forum Biblika, juga berhasil menerbitkan buku:  Mengikuti Jejak Leijdecker Jilid 1 dan 2 yang diterjemahkan dari buku asli berjudul In Leijdeckers Voetspoor. Buku ini menginformasikan upaya penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang diawali dengan penerbitan Injil Matius dalam bahasa Melayu pada tahun 1629 dan terus berlanjut hingga abad ke-20. Di sini tampak ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan terjemahan Alkitab dan perkembangan umat kristiani.  Buku lainnya yang berhasil diterbitkan adalah: berjudul Penerjemah, Penerjemahan Alkitab, dan Pembina Penerjemahan yang merupakan buku perayaan (festschrift) bagi Pericles G. Katoppo. Tulisan-tulisan seputar penerjemahan berasal dari sejumlah ahli biblika dan bahasa dari dalam dan luar negeri.

Melanjutkan yang sudah dimulai sejak tahun 2003, Unit PPB kembali menyelenggarakan Kuliah Penerjemahan Alkitab. Peserta kuliah berasal dari STT se-Jabotabek. Dalam perkuliahan ini, peserta dibekali dengan informasi teoretis dan pengalaman praktis tentang bagaimana pekerjaan penerjemahan Alkitab dilakukan. Pengetahuan dan pengalaman ini pada gilirannya akan sangat berarti tidak hanya dalam menjawab pertanyaan berkaitan dengan teks terjemahan Alkitab, tetapi juga dalam rangka kepentingan tugas pemberitaan firman itu sendiri. Tahun ke depan, kuliah ini juga akan dilakukan di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Selain Kuliah Penerjemahan Alkitab, pada tahun 2006 ini juga diselenggarakan 2 kuliah umum, yaitu: “Mengenal Kitab-kitab Deuterokanonika” dan “Mengenal Kitab Galatia”. Topik-topik dipilih yang menarik dengan pembicara yang juga cukup populer. Dalam kuliah umum Deuterokanonika misalnya, pembicara dapat menyampaikan secara objektif tentang keberadaan teks-teks ini, manfaatnya, dan hubungannya dengan Perjanjian Lama dan Baru tanpa terjebak pada pertentangan antar gereja berkaitan dengan kanon yang berbeda. Dii forum ini para peserta yang berasal dari Gereja Katolik dan Protestan mengungkapkan semangat ekumenis yang mengatasi perbedaan yang ada. Namun sayang, kuliah umum ini masih minim peserta, belum mencapai target yang ditentukan.

Unit ini juga menangani Program LAI “Mengenal Alkitab Kita” dalam bentuk: Paket Liburan (Juni-Juli) dan Paket Wisata (Februari-November). Paket Liburan dibuat untuk mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan kerohanian bagi anak dan remaja. Sementara Paket Wisata Alkitab dirancang untuk semua umur. Setiap paket dirancang dengan menyesuaikan umur dan kebutuhan peserta. Setiap paket terdiri atas antara lain: permainan, kuis, kunjungan ke Perpustakaan dan Musium LAI, dilanjutkan dengan kunjungan langsung pencetakan Alkitab.

Dalam tahun 2006 telah dilayani 4 kunjungan Paket Liburan dengan peserta  250 anak dan 9 kunjungan Paket Wisata dengan peserta sekitar 600 orang. Rata-rata peserta memperlihatkan antusiasme ketika mendengar tentang pencetakan, penerjemahan, dan penyebaran Alkitab. Banyak yang tidak tahu mengenai proses panjang yang terjadi dalam penerbitan Alkitab,  dan  mengenai kebutuhan Alkitab dalam bahasa-bahasa daerah.

 Unit Perpustakaan Biblika & Musium Alkitab (Permus)

Perpustakaan Biblika & Musium LAI hingga akhir tahun 2006 telah memiliki koleksi 4.910 judul yang terdiri dari koleksi cetak dan elektronik. Kedua jenis koleksi ini sama-sama dikembangkan untuk mengantisipasi semakin banyaknya minat masyarakat pengguna pada bentuk informasi elektronik. Jika tahun-tahun sebelumnya pengguna umumnya berminat hanya pada media cetak, maka memasuki tahun 2006 sudah mulai ada permintaan layanan media elektronik yaitu internet dan CD-ROM. Namun baru dapat dilayani jasa layanan internet, karena masih terbatasnya peralatan yang tersedia. Menyadari betapa pentingnya pengembangan teknologi dalam pelayanan perpustakaan, selama 3 tahun terakhir terus diupayakan tersedianya  standar perpustakaan digital dengan perangkat lunak Katalog Elektronik. Di tahun ini perangkat lunak tersebut  telah dapat diselesaikan dan akan mulai diujicobakan tahun 2007.

Selain itu program alihmedia informasi dari media cetak ke media elektronik tetap dijalankan, agar informasi yang tersimpan dalam koleksi kuno yang sudah rapuh dan tidak layak untuk dilayankan tetap dapat dilayankan kepada pengguna melalui media elektronik. Hal ini dilakukan mengantisipasi kebutuhan informasi untuk keperluan riset dalam bidang penerjemahan atau linguistik. Program ini juga berfungsi untuk mengkonservasi atau menjaga keutuhan fisik koleksi-koleksi Alkitab bersejarah. Tahun 2006 telah berhasil dialihmediakan 10 buah Alkitab atau bagian Alkitab kuno. Tahun 2007 program ini akan terus dilakukan mengingat jumlah koleksi kuno yang dimiliki lebih dari 260 buku.

Jumlah pengunjung Perpustakaan pada tahun 2006 ada 809 orang, umumnya mereka adalah mahasiswa sekolah teologi dan orang-orang yang ingin mempelajari bidang teologi atau biblika secara pribadi walaupun tidak memiliki latar pendidikan teologi/biblika. Koleksi Perpustakaan juga menjadi bagian dari fasilitas Program Paket Wisata Mengenal Alkitab Kita .

Akhir tahun 2006 LAI merupakan anugerah Tuhan bagi LAI karena bangunan dan kantor Perpustakaan Biblika & Musium LAI telah berhasil direnovasi. Renovasi ini memberikan  fasilitas ruangan dan perlengkapan yang lebih memadai dan layak, maka unit ini diharapkan dapat melakukan pengembangan secara lebih optimal. Dengan demikian seperti yang diharapkan, LAI akan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi.

Unit Persiapan Produksi Cetak (PPC)

Cermat, tepat, cepat, dan kreatif masih menjadi tantangan bagi Unit PPC yang mempunyai tugas menghasilkan naskah film siap cetak. Tantangan tersebut dengan padatnya pekerjaan termasuk dari Lembaga Alkitab luar negeri dengan berbagai kondisi yang dikerjakan, antara lain banyaknya naskah yang masih harus diperbaiki, pengulangan pekerjaan tata letak, masih adanya ketergantungan pihak ketiga pada beberapa pekerjaan.

Dari rencana/target 8 film siap cetak untuk naskah Alkitab dan 8 naskah Testamen, tahun 2006 telah berhasil diselesaikan 6 naskah Alkitab dan 10 naskah Testamen. Dari yang telah diselesaikan tersebut, 6 di antaranya telah diterbitkan, yaitu: Alkitab Nias Dinamis Fungsional (DF), Alkitab Gorontalo DF, PB Jawa revisi, PB Mongondow, PB Yali revisi, dan PB Nduga.  Adanya beberapa tambahan pekerjaan naskah Alkitab dan Testamen menyebabkan beberapa naskah Alkitab dan Testamen yang belum berhasil diselesaikan penyuntingan naskah film yakni: Alkitab Diglot Indonesia-Mandarin (TB/CUNP), Alkitab Diglot Indonesia-Inggris (TB/NIV), Alkitab TB anak dan TB remaja, Testamen: PB Sasak, PB KSI, dan PB Lani revisi.

Sementara itu untuk pekerjaan naskah Portion, dari rencana 28 naskah telah dapat iselesaikan 20 naskah, dan untuk pekerjaan Seleksi, Leaflet, Edisi Studi, pada umumnya dapat diselesaikan.

Banyaknya pemesanan pekerjaan dari luar khususnya dari lembaga-lembaga Alkitab luar negeri, disatu sisi membanggakan namun disisi lain menjadi tantangan bagi Unit PPC bagaimana menyelesaikan pekerjaan tersebut bersamaan dengan pekerjaan internal secara cepat, cermat dan tepat. Tertundanya perkerjaan beberapa naskah Alkitab seperti Alkitab Diglot Indonesia-Mandarin (TB-CUNP) dan Alkitab Diglot Indonesia-Inggris (TB-NIV) menjadi perhatian khusus untuk penyelesaiannya pada tahun 2007. Beberapa pembenahan ke dalam, antara lain prosedur penyiapan penerbitan, peningkatan kerjasama/koordinasi dengan unit kerja terkait, melengkapi dan standarisasi perangkat kerja, hardware maupun software, terus dilakukan agar ke depan dapat memberikan layanan yang terbaik.

Unit Percetakan

Pencapaian realisasi produksi Alkitab & testamen di tahun 2006 lebih baik dibandingkan tahun 2005.  Tahun 2006 ini adalah pertama kali percetakan LAI untuk 12 bulan kerja angka produksi Alkitab & Testamen dapat mencapai jumlah masing-masing melebihi 1 juta eksemplar.  Namun demikian jumlah ini masih belum memenuhi kapasitas produksi percetakan sebesar 2 juta eksemplar Alkitab. Secara rinci, jumlah produksi yang dihasilkan tahun 2006 adalah: 1.073.581 eks Alkitab, 1.000.900 eks Testamen, 268.190 Portions, 103.150 eks New Reader Porsion, 1.292.756 eks Seleksi, dan 51.182 eks Non Scriptures. Namun demikian dari hasil yang dicapai ini, jumlah produksi Alkitab belum mencapai dari target yang ditetapkan sebesar 1.106.150 eks, demikian juga untuk Seleksi jumlah yang dihasilkan masih dibawah target 1.444.900 eks yang ditetapkan.

Kondisi mesin cetak khususnya 1 mesin Goss Community saat ini telah berumur lebih dari 30 tahun, namun dengan perawatan yang dilakukan secara teratur sesuai jadwal, masih mampu untuk memenuhi jumlah cetak yang diperlukan minimal untuk 5 tahun ke depan.

Tantangan ke depan yang dihadapi Percetakan LAI adalah bagaimana percetakan ini meningkatkan kinerjanya dan dapat terus mengupayakan peningkatan mutu dan efisiensi sehingga hasil produksi semakin berkualitas dengan biaya yang sangat efisien. Percetekan LAI juga menyadari dampak positif dengan berkembangnya teknologi percetakan, sehingga percetakan umum/komersiil di Indonesia juga mampu mencetak kertas tipis (bible paper). Peremajaan mesin dan kelengkapannya meski perlu diantisipasi namun memerlukan study yang cermat oleh karena dibutuhkan biaya investasi yang cukup besar.

Departemen Penyebaran

Target penyebaran Alkitab tahun 2006 sebesar 1.103.710 eks hanya tercapai sebesar 910.940 eks. Rencana penerbitan Alkitab diglot (bilingual) bahasa Mandarin – Indonesia, versi CUNP dan bahasa Indonesia – Inggris versi NIV mengalami penundaan, baru akan diterbitkan pada Semester I tahun 2007.  Alkitab dan Bagian-bagiannya yang baru yang diterbitkan LAI selama tahun 2006 adalah: Alkitab bahasa Gorontalo, Alkitab bahasa Nias Dinamis Fungsional, Alkitab bahasa Jawa Revisi, Perjanjian Baru Bahasa Mongondow, Perjanjian Baru bahasa Yali, Kabar Baik Bergambar berbagai bahasa daerah, bahasa Jawa, Lani, Nias, Mongondow (adaptasi dari Lion Bible), Buku Seri Aktivitas Anak, Buku Mengikuti Jejak Leidecker Jilid 1 dan 2, dan Mengenal Alkitabku.

Namun untuk target penyebaran keseluruhan Alkitab, Testamen, dan bagian-bagiannya sebesar 3,881.315 eks tercapai sebesar 3,700.779 eks atau sekitar 95%. Dicapainya jumlah ini karena adanya program bantuan Alkitab dan bagian-bagiannya untuk para korban tsunami dan gempabumi di beberapa daerah di Indonesia.  Di samping itu juga didukung oleh pemesanan cetak Alkitab Gideons dari The Gideons International, dan adanya pemesanan tambahan (Kitab Perjanjian Baru dan Porsion) dari para mitra LAI, juga memberikan kontribusi penyebaran terbitan pada tahun ini. Sementara itu Upaya LAI untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat/umat Kristiani akan kebutuhan Alkitab bahasa Inggris telah dilakukan dengan bekerjasama dengan International Bible Society. Produk Alkitab NIV bahasa Inggris telah dapat diperoleh di Toko Buku LAI maupun di toko-toko buku lain khususnya toko buku dalam jaringan distribusi Alkitab LAI.

Pola distribusi masih mengandalkan Penyalur Utama, di samping Perwakilan LAI di di daerah-daerah. Menurunnya angka distribusi Alkitab dari Penyalur Utama dan Perwakilan LAI sangat berpengaruh terhadap pencapaian penyebaran Alkitab di tahun 2006. Kontribusi Penyalur Utama dan Perwakilan LAI hanya mencapai 584.674 eksemplar atau 63,18% dari target penyebaran Alkitab yang ditargetkan tahun 2006. Belum terlihatnya perluasan/terobosan di daerah-daerah lain yang masih dalam wilayah pelayanannya, dan kecenderungan para penyalur utama LAI yang pasif dan hanya mengandalkan toko buku jaringannya yang sudah ada, perlu dievaluasi dan bila perlu ditinjau lagi kebijakan dan pola distribusi Alkitab selama ini.

Hasil Study Organizational Assessment terhadap organisasi LAI menunjukkan perlunya perubahan dan penyempurnaan yang mengarah pada efisiensi dan optimalisasi di semua unit kerja, termasuk untuk di Departemen Penyebaran. Kelemahan profesionalitas dan struktur yang kurang mendukung di departemen ini perlu direalisasikan segera pada tahun 2007.   

Program Pemberantasan Buta Huruf/Pembaca Baru Alkitab di Sintang, Kalimantan Barat ditutup pada bulan Januari 2006 dengan jumlah peserta 2.592 orang dan melibatkan 142 orang tutor dan 8 orang koordinator wilayah, serta mencakup 91 dusun, 56 desa di dalam wilayah 11 kecamatan. Pada bulan Februari 2006 program yang sama dimulai di Luwuk – Banggai dan Pulau Peling – Banggai Kepulauan dengan rencana menjangkau peserta 2.000 orang.

Departemen Gereja & Masyarakat

Upaya meningkatkan dan mengembangkan penggalangan dukungan dan relasi dengan Gereja-gereja, dan masyarakat yang dilakukan secara intensif bersama kelompok-kelompok kerja pendukung LAI yaitu: Kelompok Kerja Penggalan Dukungan (KKPD), Kelompok Kerja  Pemuda (KKP), dan Perwakilan LAI di daerah, tahun 2006 telah membuahkan hasil dukungan daya, dan dana yang menggembirakan..

Tahun 2006 telah dilakukan presentasi sebanyak 76 kali di Gereja-gereja di kota-kota Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Batam. Gereja-gereja tersebut diantaranya adalah: GKI, GKJ, Gereja Babtis, Gereja Bala Keselematan, Gereja Yesus Kristus, Gereja Kristen Kalam Kudus, Gereja Anglican, Gereja Reformed Injili Indonesia. Selain itu telah dilakukan berbagai kegiatan bersama dengan Gereja-gereja dan mitra LAI, di antaranya: kegiatan Semarak Cinta Alkitab dengan berbagai lomba: Paduan Suara, Kuis Alkitab, Lomba Bercerita Alkitab Anak.

Penghimpun dana dengan acuan Buku Proyek-proyek Khusus yang diterbitkan setiap tahun, dilakukan melalui kegiatan Program Sahabat Alkitab (SA), Program Hari Doa Alkitab (HDA), Program Satu Dalam Kasih (SDK), Program Tangan-tangan Yang Menopang (TTYM), dan Surat Dana telah terkumpul  dana sebesar 2.450.203.690 melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp.2.200.000.000. Keberhasilan in juga oleh karena diadakannya 2 kegiatan besar yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) Jakarta dan Kelompok Kerja Pemuda (KKP) Jakarta, yaitu Golf For The Bible dan Malam Dana: Simalungung Kid’s Night. Keberhasilan dua kegiatan ini tak lepas dari kerja keras untuk mencari mitra-mitra pendukung yang baru dikalangan pengusaha. Kelompok-kelompok Kerja Pendukung, Perwakilan LAI di daerah. Kemitraan, sinergi, dan jalinan relasi yang baik telah memberikan andil keberhasilan penggalangan dukungan ini.

Dana yang telah terhimpun diperuntukkan khusus untuk membiayai proyek-proyek Penerjemahan Alkitab bahasa daerah, Penerbitan dan atau Bagian-bagiannya dalam bahasa daerah, Proyek Satu Dalam Kasih – Sumbangan Alkitab dan Bagian-bagiannya untuk masyarakat Kristen didaerah-daerah terpencil, dan Proyek Pemberantasan Buta Huruf/Pembaca Baru Alkitab (PBH/PBA) yang telah tercantum dalam Buku Proyek-proyek  Khusus LAI. Pelakasanaan penggunaan dari dana yang terhimpun diatas diantaranya dapat kami sebut disini yakni: biaya pencetakan dan penerbitan Alkitab dalam bahasa Gorontalo, Alkitab bahasa Nias Dinamis Fungsional, Program PBH/PBA di Kabupaten Banggai & Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah; Penyampaian Alkitab dan Bagian-bagiannya didaerah: Raja Ampat,dan Lani Papua, daerah Mongondow, dan daerah Gorontalo, Sulawesi. dan daerah Transmigarasi Lampung, Sumatera Selatan, dan berbagai daerah terpencil di Indonesia.

 Perwakilan LAI Di Daerah:

Dalam menjalankan visi, misi, program dan kegiatannya, LAI juga ditunjang oleh Perwakilan LAI yang berfungsi sebagai ”LAI Kecil”. Perwakilan LAI tersebut berada di 4 Wilayah Pelayanan. Pertama berada di Medan, meliputi wilayah pelayanan Sumatera; kedua di Manado, meliputi wilayah pelayanan Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara,dan Kalimantan, ketiga di Makasar meliputi wilayah pelayanan Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan,  dan NTT, dan keempat di Jayapura meliputi wilayah pelayanan Papua.

Perwakilan Medan:

Di awal tahun 2006, tanggal 22-26 Januari 2006, sebagai kelanjutan penanganan korban gempa bumi dan tsunami di Nias oleh LAI. Kepala Perwakilan Medan bersama staf Departemen Penyebaran serta staf Departemen Komunikasi mendistribusikan 5.000 Alkitab dan Portion Alkitab berbahasa Nias ke daerah Mandrehe, Tuhemberua, Lotu, Gido, Idanogawo, Bawolato, Hiliduho, dan Alasa.  Kemudian pada 9-12 Agustus 2006, LAI melalui program Satu Dalam Kasih kembali menyebarkan 4.000 Alkitab bahasa Nias edisi Dinamis Fungsional dan 5.000 eks Kabar Baik Ceria, Komik Alkitab ke semua Sinode Gereja yang ada di Nias.

Tanggal 10 Februari 2006 Perwakilan Medan ditunjuk untuk membantu Departemen Penerjemahan LAI dalam penyelenggaraan Kuliah Umum LAI di STT Abdi Sabda, Medan, dengan Pembicara tamu Pdt Dr. Daud Soesilo - Asia Pacific Area Translation Coordinator United Bible Societies, dari Brisbane, Australia, di STT Abdi Sabda.

Pada tanggal 22-24 Agustus 2006 menjadi tuan rumah penyelenggaraan Retreat anggota Kelompok Kerja Pendukung LAI di Retreat Center GBKP Sukamakmur, Deli Serdang yang diselenggarakan bersama dengan Departemen Penerjemahan dan Perwakilan LAI Medan. Sementara itu bersama dengan Departemen Penerjemahan LAI, telah melaksanakan kegiatan Seminar Sehari: Ejaan Bahasa Batak Toba di Universitas Methodist, Medan tanggal 9 September 2006.

Perwakilan Manado:

Dengan ditunjuknya Pejabat Sementara Kepala Perwakilan LAI Manado, dan direkrutnya 2 orang tenaga staf promotor dan staf administrasi keuangan yang menggantikan staf yang telah mengundurkan diri dan pensiun dini, Perwakilan LAI ini melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan nuansa baru.

Sebagai LAI kecil di daerah, Perwakilan Manado selain mempunyai tugas menyebarkan Alkitab, menggalang dukungan dari Gereja-gereja dan masyarakat,  juga membantu berbagai kegiatan pelayanan yang diselenggarakan oleh LAI.

Pada tahun 2006 angka penyebaran Alkitab dan Bagian-bagiannya hanya mencapai 40.924 eksemplar, sedangkan Alkitab yang tersebar hanya sebanyak 39.444 eksemplar. Untuk meningkatkan penyebaran Alkitab dan Bagian-bagiannya, Perwakilan Manado tengah merintis perluasan jaringan penyebaran ke daerah yang belum pernah dilayani, seperti Poso, Sulawesi Tengah dan Ternate, Maluku Utara. 

Pada tahun 2006, Perwakilan Manado bersama dengan Departemen Gereja dan Masyarakat LAI telah meluncurkan dan menyampaikan Alkitab bahasa Gorontalo di Gereja-gereja di daerah tersebut melalui Sinode GPIG Gentuma, 30 Juli 2006, dan Alkitab PB Mongondow dan KBB Mongondow di daerah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Sinode GMIBM Dumoga, 3 Desember 2006. Dengan terbitnya Alkitab dan PB tersebut diharapkan kehidupan rohani mereka semakin hari semakin dikuatkan oleh Firman Tuhan dan dapat menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.

Bersama dengan Unit Pusat Pengkajian Biblika, pada tanggal ............... Perwakilan Manado melaksanakan kegiatan Seminar Alkitab LAI tema: Injil Yudas. Kegiatan ini di samping untuk meningkatkan relasi dengan para mitra LAI, diharapkan bermanfaat bagi para Pendeta dan Gembala Sidang serta para pemerhati Biblika yang menghadirnya.

Perwakilan Makassar:

Perwakilan LAI Makassar di sepanjang 2006 terus meningkatkan sosialisasi  Program LAI ke gereja-gereja, sinode-sinode dan pemerintah daerah. Sosialisasi ini  telah terlaksana dengan baik dan secara umum dapat diterima bahkan mendapat dukungan penuh baik dari masyarakat Kristiani maupun pemerintah daerah.

Dalam merayakan HUT LAI ke 52 kegiatan ini digabung dengan kegiatan Paskah Sekolah Minggu & Remaja yang melibatkan 18 gereja dengan jumlah peserta 1.000 orang. Telah disebarkan pula celengan-celengan untuk Anak-anak Sekolah Minggu dan Remaja dalam rangka program Mary Jones 21. Penggalangan dana untuk proyek penerjemahan PB Selayar telah tersebar sebanyak 2.500 eks amplop/brosur dengan menghasilkan pengumpulan dana  Rp. 53.426.000,-. Walupun hasil ini menunjukkan peningkatan, namun masih banyak potensi yang ada yang di masyarakat Kristen di Sulawesi Selatan yang masih harus digali. 

Perwakilan Makassar secara konsisten melakukan promosi terbitan-terbitan LAI ke gereja-gereja, melakukan perbaikan-perbaikan show room untuk menarik minat pengunjung, dan menyalurkan terbitan LAI ke Pertama LAI dan toko-toko buku, namum masih terbatas pada terbitan non-Alkitab.

Penyebaran Alkitab dan Bagian-bagiannya di wilayah pelayanan Perwakilan LAI Makasar tahun 2006 mencapai ……………..eks. Jumlah penyebaran ini menurun dibandingkan dengan tahun 2005, antara lain disebabkan tertundanya beberapa kegiatan promosi/perkenalan produk-produk Alkitab dan terbitan LAI lainnya pada kegiatan di beberapa gereja di wilayah pelayanan Perwakilan Makasar.

Perwakilan Jayapura:

Sepanjang tahun 2006 Perwakilan LAI di Jayapura telah mensosialisaikan visi-misi dan program kerja LAI kepada Gereja-gereja, Persekutuan-persekutuan Kristen, dan Lembaga pendidikan kristen yang ada di wilayah Kota Jayapura, Wamena, Kabupaten Sorong, serta Kabupaten Nabire. Di samping itu, Perwakilan LAI Jayapura tetap memelihara kemitraan, dan hubungan kerjasama dengan Gereja-gereja dan persekutuan Kristen di instansi Pemerintah maupun swasta. Kegiatan ini diantaranya dilakukan bersama dengan Kelompok Kerja Pendukung dan Kelompok Kerja Pemuda.

Hasil kunjungan perjalanan serta presentasi di Gereja-gereja  dan umat kristiani yang ada di Jayapura, Sorong, Nabire, dan Wamena selama tahun 2006 terhimpun dana sebesar Rp. 131.647.850. Total dana tersebut dihasilkan dari semua program dana yang diselenggarakan antara lain: celengan anak, amplop & brosur Program Satu Dalam Kasih (SDK), Sahabat Alkitab, Hari Doa Alkitab, Surat Dana. Jumlah tersebut menurun juka dibandingkan penggalangan dukungan dana tahun 2005 yang mencapai Rp. 153.740.500

Pada bulan September 2006 bersama Tim SDK LAI telah diserahkan secara langsung Kabar Baik Bergambar (KBB) bahasa Lani di berbagai daerah, yakni: 1.000 di Kecamatan Ilu kabupaten Puncak Jaya – Papua;  2.000 eksemplar diserahkan melalui Wesley Dale kepada warga Gereja di Kabupaten Tolikara; dan 2.000 eksemplar  diserahkan bagi para penuturnya di wilayah Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya.  Pada bulan Oktober 2006 bersama Tim SDK LAI juga telah disampaikan secara langsung 5.000 Alkitab, Komik Alkitab, dan Nyanyian Rohani kepada warga Gereja yang ada di wilayah Raja Ampat Utara, Papua. 

Penyebaran Alkitab dan Bagian-bagiannya Perwakilan LAI Jayapura tahun 2006 hanya mencapai 29.095 eksemplar, dibawah target 35.000 eks yang ditetapkan. Jarak antar daerah di Papua yang berjauhan dan hanya dapat dijangkau dengan pesawat udara ataupun kapal menyebabkan mahalnya biaya transportasi dan akomodasi. Hal ini juga menyebabkan pendistribusian Alkitab dan bagian-bagiannya lebih banyak mengandalkan pesanan toko-toko buku yang ada di daerah. Demikian juga dalam hal dukungan terhadap program LAI. Komitmen yang telah dilakukan oleh Gereja-gereja yang dikunjungi (Sorong & Nabire), karena terbatasnya komunikasi dan kurangnya koordinasi. Dengan wilayah geografis yang luas provinsi Papua, masih banyak Gereja-gerja yang belum terjangkau, sehingga masih banyak yang belum mengetahui visi, misi, dan pelayanan yang dilakukan oleh LAI.

Meski pemberlakuan Otonomi Khusus di Papua telah berjalan selama 5 tahun, tetapi daya beli masyarakat di wilayah Papua masih rendah. Hal ini menyebabkan ketergantungan yang besar dan mengandalkan adanya proyek pengadaan dan bantuan Alkitab dari Pemerintah / Departemen Agama. Namun sepanjang tahun 2006 proyek pengadaan Alkitab yang dilakukan oleh Deparemen Agama Dinas Wilayah Papua belum juga berjalan.

Departemen Keuangan

Penglolaan dan admnistrasi dana dengan ruang lingkup yang cukup luas dan berkaitan dengan relasi dan berbagai mitra baik dalam maupun luar negeri, harus dilakukan secara hati-hati namun harus cepat, cermat dan tepat.  Tersedianya program akuntansi Magic Distribution System (MDS) yang terpadu dengan unit kerja terkait telah membantu kecepatan dan ketepatan proses dan pengolahan data, dan laporan yang disajikan. Demikian pula dengan diterapkannya Online Banking System telah mempercepat proses penyelesaian sebagian besar transaksi yang dilakukan baik untuk kepentingan internal maupun mitra-mitra LAI.

Pelaksanaan anggaran, pengaturan penerimaan dan pengeluaran dana cukup terkendali. Perolehan atas ppenagihan piutang mencapai 91 persen dari target/estimasi.  Hasil kegiatan usaha dan pelayanan LAI sepanjang tahun 2006 telah mengahasilkan surplus dana, namun surplus dana ini belum dapat menutupi turunnya nilai dana/aset LAI lainnya dari inflasi dan penyusutan barang-barang investasi.

Pemeriksaan/Audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) PH untuk Laporan Keuangan LAI tahun 2004 dan 2005 sekaligus dapat diselesaikan dan dilaporkan pada tahun 2006. Sedangkan audit untuk laporan keuangan tahun 2006 pelaksanannya akan dimulai awal April 2007. Hal ini disebabkan proses penerapan program akuntansi MDS yang diperluas di semua Perwakilan LAI, yang diharapkan nantinya dapat mempercepat proses laporan dan memudahkan proses pelaksanaan audit oleh KAP.

Berkaitan dengan keterkaitan dan kebersamaan dengan UBS, LAI telah mengirimkan 2 orang stafnya untuk mengikuti Workshop Budget Toll di Bangkok, Thailand pada bulan …….. 2006. Workshop ini berkaitan dengan diperkenalkannya program baru di lingkungan UBS untuk penyusunan dan pelaporan pelaksanaan anggaran Lembaga Alkitab anggota UBS.

 
Internal Audit

Meski dibawah Sekum, Internal Audit masih diperbantukan di Departemen Keuangan untuk tugas pengendalian dan pengawasan pelaksanaan anggaran. Kegiatan yang dilakukan tahun 2006 adalah mendampingi dan membantu dalam proses pemeriksaan/audit Laporan Keuangan LAI tahun 2005 oleh KAP, termasuk dalam pelaksanaan stock opname Selain itu melakukan audit operasional dan administrasi keuangan pelaksanaan kegiatan PBH/PBA LAI di Banggai dan Banggai Kepulauan, serta audit pada Kantor Perwakilan LAI di Makasar, pada bulan November 2006.

Departemen Administrasi Umum & Sumber Daya Manusia

Menghadapi tantangan ke depan, pengelolaan administrasi, sarana, dan SDM secara efisien dan efektif perlu terus diupayakan. Sepanjang tahun 2006 pendaftaran produk LAI ke Dirjen HAKI Departemen Perundang-undangan Hukum dan HAM telah dilakukan untuk produk cetak Alkitab, Kabar Baik Bergambar, Testamen sebanyak 10 judul, dan 1 judul untuk produk elektronik. 

Upaya pengembangan pemanfaatan aset LAI antara lain penjualan tanah dan bangunan eks Percetakan Lama LAI di Ciluar yang sudah cukup lama, belum berhasil. Begitu pula penyelesaian kasus hukum tanah dan bangunan rumah milik tinggal LAI di Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan yang proses sudah bertahun-tahun tak kunjung selesai. Walaupun bukti-bukti yang mendukung pemilikan tanah dan bangunan rumah tinggal tersebut sangat kuat, namun dalam tahapan proses hukum yang telah berjalan lebih dari 7 tahun, LAI “sering dikalahkan”. Pembekuan rencana pembangunan kompleks kantor dan bangunan kelengkapannya pada tanah dan bangunan lama kantor Departemen Penerjemahan dan Perpustakaan LAI di Jl. A. Yani, Bogor karena sudah cukup lama pengajuan ijinnya tidak diperoleh, maka akhirnya dialihkan dengan dilakukan renovasi. Akhir tahun 2006, renovasi untuk kantor Departemen Penerjemahan, guest-house, dan kantor, ruang Perpustakaan dan Musium LAI telah selesai dilaksanakan. Demikian pula renovasi dan penataan ulang ruang kantor Perwakilan LAI di Manado dan Medan juga telah selesai dilaksanakan.

Jumlah karyawan LAI sampai akhir Desember 2006 berjumlah 211 orang, turun dibandingkan dengan akhir tahun 2005 yang berjumlah 215 orang. Penurunan jumlah karyawan ini sesuai dengan kebijakan, penggantian karyawan yang pensiun atau keluar, hanya dilakukan apabila memang dibutuhkan.

Kegiatan pelatihan dan kebersamaan karyawan, berupa CAMP LAI 2006 dengan materi utama membangun kesadaran dan pemahaman tugas bersama mewujudkan visi dan misi LAI dilaksanakan pada bulan September 2006. Pelatihan ini diikuti oleh karyawan pimpinan sampai tingkat supervisor. Respon positif peserta dinyatakan pada lembar isian komitmen dan rencana tindakan yang akan dilakukan.

Menindak lanjuti saran-saran hasil Study OrganizationalAssessment telah disusun peta/ maping keadaan SDM LAI, sebagai bahan bila mutasi/rotasi/promosi akan dilakukan.

Departemen Penelitian & Pengembangan

Sepanjang tahun 2006 Departemen ini telah melakukan berbagai kegiatan kajian, studi dan penelitian untuk melaksanakan perannya sebagai unit pelayanan/ pendukung dalam organisasi LAI. Tiga di antaranya dapat dikatakan sebagai kegiatan yang memiliki nilai strategis dalam kegiatan pelayanan LAI, khususnya terhadap upaya peningkatan pelayanan LAI kepada pihak-pihak berkepentingan terhadap keberadaan LAI.

Studi tentang Organizational Assessment, yang penyelesaiannya sempat tertunda karena kesibukan anggota Tim Studi/Peneliti dan faktor teknis khususnya dalam penulisan laporannya, telah dapat memberikan gambaran menyeluruh dan komprehensif mengenai kondisi LAI. Beberapa dari rekomendasi hasil studi yang disampaikan memiliki nilai strategis bagi pelayanan LAI ke depan. Rekomendasi yang pelaksanaannya secara bertahap akan mulai diimplementasikan dalam tahun 2007. Diharapkan hasil implementasi tersebut akan semakin memperkuat landasan  pelayanan LAI ke depan sebagai lembaga yang efektif dan efisien.

Kelompok pemuda dan remaja adalah salah satu segmen pengguna Alkitab yang mendapat perhatian khusus LAI. Survei tentang Tampilan Produk Alkitab Untuk Remaja, yang dilakukan terhadap kelompok remaja  dari beberapa kota besar, sedang dan kecil di Pulau Jawa, telah diselesaikan, dan berhasil mengidentifikasi dan menghimpun berbagai hal yang menjadi perhatian/minat kaum remaja. Tidak hanya hal yang berkaitan dengan aspek tampilan produk Alkitab, tetapi juga beberapa bahan yang perlu disisipkan agar dapat membantu kaum remaja dalam membaca Alkitab. Pemanfaatan hasil studi ini dalam proses penerbitan Alkitab Untuk Remaja, diharapkan akan dapat menghadirkan Alkitab yang sesuai, minimal mendekati, dengan produk yang diharapkan kaum remaja sebagai segmen pembaca Alkitab.

Sementara itu, kegiatan survei yang dilakukan mengawali pelaksanaan program Pemberantasan Buta Huruf dan Pembaca Baru Alkitab (PBH/PBA) di kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan di Provinsi Sulawesi Tengah, telah dapat memberikan gambaran/pemetaan potensi gereja dan warga gereja bagi pelaksanaan program. Pemetaan tersebut telah memperlancar proses pelaksanaan program secara keseluruhan. Bersama-sama dengan kegiatan evaluasi pelaksanaan program, tentang perkembangan kemampuan membaca peserta maupun proses belajar-mengajarnya, yang dilaksanakan pada tengah dan akhir program, maka kedua kegiatan survei persiapan dan evaluasi telah memberi andil bagi upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program PBH/PBA dari waktu ke waktu.

Pusat Pelayanan Teknologi Informasi

Pengelolaan komputer dan perangkatnya, baik perangkat keras maupun perangkat lunak,  instalasi, pemeliharaan dan lancarnya penggunaan jaringan kerja lokal maupun internet di lingkungan kerja LAI adalah tugas dan tanggung jawab Pusat Pelayanan Teknologi Informasi (Puspelti). Selain itu, unit kerja ini juga ditugaskan dalam proses penebitan produk Alkitab dan bagian-bagiannya utamanya produk dalam bentuk elektronik.

Pada tahun 2006 Puspelti telah melaksanakan penuh penerapan Program Magic Distribution System (MDS, dan Payroll System yang baru yang secara bertahap telah digunakan sejak tahun 2005. Sementara itu Puspelti dan Departemen Keuangan tengah mempersiapkan diri untuk memperluas penerapan Program MDS dan Payroll di Unit Percetakan dan semua Kantor Perwakilan LAI.

 Unit kerja ini juga membuat perangkat lunak sesuai kebutuhan, yaitu: Program Pusat Data Terbitan, Program Katalog Elektronik untuk Unit Percetakan dan Program Donor untuk Departemen Gereja & Masyarakat. Program-program tersebut sudah diterapkan, namun untuk menghasilkan seperti yang diharapkan masih harus didukung dengan Perangkat Komputer yang memadai. Untuk itu, telah diprogramkan pengadaannya pada tahun 2007. Bersama dengan unit kerja terkait, Puspelti terus berupaya mengembangkan program “buatan sendiri” tersebut agar dapat diandalkan.

Rencana penerbitan Alkitab Elektronik Versi 3.0.0 (AE 3.0.0) pada tahun 2006 belum terlaksana, karena keterbatasan tenaga programmer.  Karena AE 3.0.0 tersebut ditunggu-tunggu masyarakat pengguna, akhirnya ditempuh jalan outsourcing dan penerbitannya diundur sampai April 2007. Dengan bantuan data-data dari Departemen Penerjemahan, Pusat Pengkajian Biblika dan Pra Produksi Cetak AE 3.0.0 ini akan lebih lengkap dari versi 2.0.0 sehingga dapat digunakan juga untuk kalangan akademisi, khususnya di bidang biblika.

Untuk memenuhi kebutuhan dilingkungan kerja LAI akan kelancaran sambungan internet, maka tahun 2006 di lokasi kerja Percetakan dan PPC di Nanggewer, Cibinong, dan Departemen Penerjemahan, PPB, dan Permus LAI di Jl. A.Yani Bogor, telah digunakan system ADSL (Asymmetrical Digital Subscriber Line)/Speedy dengan layanan 2 Gb.. Sambungan ini  lebih cepat dan hemat dibandingkan dengan sambungan dial-up yang digunakan sebelumnya. Tahun 2006 Kantor Pusat di Salemba sudah menggunakan layanan internet unlimited. Layanan tak terbatas ini diselaraskan dengan proyeksi Kantor Pusat LAI akan menjadi pusat komunikasi dan data yang akan melayani semua lokasi kerja termasuk kantor Perwakilan LAI, yang saat ini juga sedang dipelajari untuk pemasangan ADSL.

Departemen Komunikasi

Keberadaan Departemen Komunikasi sebagai unit kerja yang mendukung terlaksananya program kerja dari departemen/unit kerja terkait. Oleh karenanya, pelaksanaan program/kegiatan departemen ini juga sangat tergantung dari jadwal dan pelaksanaan program departemen/unit terkait.

Untuk program radio, selain program renungan radio Gema Nafiri yang sudah menjangkau lebih dari 35 stasiun radio di seluruh Indonesia, mulai semester II 2006 telah dikembangkan dengan menambah format baru, yakni menginformasikan visi-misi dan program kerja LAI secara langsung siaran di Radio Pelita Kasih (RPK-FM), Jakarta.  Siaran langsung di RPK ini memberikan kesempatan kepada para pendengar dapat secara interaktif berdiskusi dengan narasumber dari LAI.  Siaran LAI di RPK yang telah dilaksanakan mengangkat tema: Mengenal Karya & Pelayanan LAI, Menabur Firman Tuhan di Nusantara Melalui Program SDK-LAI, Mengenal Alkitab Anda, dan Nama-nama Ilahi. Format siaran model talkshow interaktif ini akan  dilanjutkan dan menjadi program kerja Departemen Komunikasi tahun 2007.

Dalam tahun 2006, tidak seluruh program kerja yang direncanakan berhasil dijalankan. Kendala utamanya adalah ketidaksetiaan pada jadwal yang sebelumnya telah disepakati bersama dengan unit kerja terkait, dan SDM yang ada masih memerlukan ketrampilan penguasaan design layout yang digunakan. Kendala ini berdampak pada tertundanya penerbitan majalah Warta Sumber Hidup, Buku Proyek-Proyek Khusus LAI 2006, dan Buku Laporan Program PBH/PBA LAI 2005, serta tertundanya launching website LAI dengan format marketing.

Penundaan program kerja juga terjadi di bidang komunikasi non cetak. Target memproduksi 3 film presentasi tidak tercapai, hanya film presentasi PBH/PBA Sintang yang berhasil diselesaikan, sedangkan film presentasi tentang proses pencetakan Alkitab dan film presentasi: Proses Penerjemahan tertunda sampai dengan Semester I 2007. Seringkalinya bermasalah pada sarana editing yang dipakai menjadi salah satu penyebabnya. Semua kendala ini pada tahun 2007 diharapkan dapat diatasi, sehingga Pelayanan Informasi yang Cepat, Tepat dan Akurat dapat disajikan.

Penutup

Setelah mengalami tahun yang penuh bencana di 2006, harapan LAI untuk berkembang pesat di tahun 2007 menjadi lebih baik dengan lingkungan usaha yang lebih kondusif. Walaupun demikian, kondisi ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat di masa mendatang menuntut agar segenap Pembina, Pengawas, Pengurus, Staf dan seluruh karyawan LAI untuk selalu mengedepankan langkah-langkah peningkatan, efisiensi dan meningkatkan produktivitas dalam segala bidang sesuai dengan peran, fungsi dan tanggung jawab masing-masing, sebagai salah satu wujud dari implementasi prinsip-prinsip dasar pengelolaan menejemen perusahaan yang baik.

Apabila segenap Pembina, Pengawas, Pengurus, Staf dan seluruh karyawan dapat bekerja dengan lebih profesional, lebih efisien dan produktif, diharapkan LAI mampu menjawab tantangan untuk bersaing dengan lebih baik. Dengan demikian, kerja keras segenap Pembina, Pengawas, Pengurus, Staf dan seluruh karyawan LAI pada tahun-tahun ke depan tetap perlu ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun 2006 melalui program-program untuk meningkatkan penyebaran Alkitab & Bagian-bagiannya, serta efisiensi biaya.

Namun demikian, terhadap pencapaian kinerja tahun 2006, patut kita syukuri bersama dan atas nama jajaran Pengurus, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap Staf dan seluruh karyawan LAI yang telah bekerja keras dalam mengelola dan mengembangkan LAI ini di tengah persaingan yang semakin kompetitif.

Di tengah-tengah kesulitan dan berbagai persoalan serta tantangan ke depan, LAI senantiasa menyadarkan pada Firman Yang Hidup. Hanya DIA-lah satu-satunya Kuasa yang mampu memberi kekuatan, dan penghiburan, serta menjadi sumber hikmat yang menuntun kepada iman dan keselamatan. Amin.

 

Jakarta, Februari 2007

 

Sekretaris Umum LAI

 

 
© 2007 Lembaga Alkitab Indonesia 2007