//
NewsDonationShopAbout Our SocietyContact UsLink
Main Menu
Home
Biblika
Library
Email Today
News
FAQs
Shop
Alkitab Web
Guest book
Shop
Bible Testament Bible Portion
Live Support
LAI Info

Product Info

Product Info






Lost Password?
No account yet? Register
HARI DOA ALKITAB Print E-mail
Wednesday, 24 November 2010

Pada masa lampau, setiap tahun orang Yahudi bersama-sama orang bukan Yahudi yang takut kepada Tuhan, berkumpul di Pulau Faros di Laut Tengah guna mengadakan perayaan syukur atas tersedianya Alkitab dalam bahasa yang mereka mengerti. Demikian tulis Philo, filsuf Yahudi kenamaan dari Aleksandria yang hidup pada abad pertama Masehi. Alkitab yang dimaksud adalah hda_b.jpgAlkitab Septuaginta, yakni Alkitab bahasa Yunani yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani.

Orang-orang Yahudi di perantauan, di wilayah-wilayah sekeliling Laut Tengah, sudah tidak mengerti lagi bahasa Ibrani dan sudah memakai bahasa Yunani, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam komunikasi tertulis. Pembacaan Alkitab di rumah-rumah ibadah Yahudi dilakukan dalam bahasa Ibrani, namun diterjemahkan secara lisan oleh seorang turgeman (band. kata “terjemah”) agar dimengerti jemaat. Terjemahannya pada mulanya dilakukan dalam bahasa Aram, seperti dapat kita baca dalam Nehemia 8:8 BIMK (pada Alkitab TB Neh. 8: 9), tetapi di kemudian hari juga ke dalam bahasa Yunani.

Tidak heran bahwa Alkitab yang diterjemahkan ke dalam bahsa Yunani disambut dengan begitu meriah, sebab umat pilihan Allah sekarang dapat membaca dan mendengar Firman Allah dalam bahasa yang dimengerti. Alkitab Septuaginta ini menurut legenda diterjemahkan atas perintah Raja Ptolomeus II pada abad ketiga sebelum masehi untuk memperkaya khasanah perpustakaan Aleksandria yang termasyur di dunia purba. Tujuh puluh penerjemah dikucilkan selama 70 hari, masing-masing dalam kamarnya sendiri, sehingga tidak dapat saling berkomunikasi. Setelah 70 hari mereka diperbolehkan keluar sebab mereka semua telah menyelesaikan seluruh Alkitab Ibrani, yakni kitab-kitab Perjanjian Lama, dan ternyata semua terjemahan yang dihasilkan sama persis isinya satu sama lain. Ini bukti, kata legenda, bahwa pekerjaan mereka diilhami Allah. Alkitab Septuaginta ini pun menjadi Alkitab orang –oran Kristen yang pertama. Mereka lebih menyukainya daripada Alkitab bahasa Ibrani. Dan kitab-kitab Perjanjian Baru, yang ditulis pada paruh kedua abad pertama dalam bahasa Yunani, sering mengutip ayat-ayat Perjanjian Lama bukan dari Alkitab Ibrani melainkan dari Septuaginta.

hda_a.jpgSejak usaha penerjemahan di masa purba itu, Alkitab telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Seirama dengan menyebarnya agama Kristen, Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa Siria, Koptik, Latin, Armenia, Arab dan bahasa-bahasa Eropa. Salah satu terjemahan Alkitab yang terkenal dan sangat berpengaruh adalah Vulgata, sebuah terjemahan bahasa Latin yang dikerjakan oleh Hieronimus (331-420 M). Berabad-abad lamanya terjemahan ini di kalangan Katolik diterima sebagai satu-satunya  versi yang otentik dan hal ini baru diubah pada tahun 1943 oleh Paus Pius XII.

Begitu besar pengaruh Hieronimus sehingga Federasi Internasional Penerjemah tiap tahun memperingati Hari Penerjemahan Internasional pada tanggal 30 September, bertepatan dengan Hari Raya Santo Hieronimus. Ketika pada abad-abad yang lampau terjadi gerakan misioner yang besar, Injil tersebar ke seluruh penjuru bumi dan Alkitab diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Dewasa ini Alkitab telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 2400 bahasa di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, hingga Januari 2009, Alkitab lengkap telah diterjemahkan ke dalam 28 bahasa (termasuk bahasa Indonesia), Perjanjian Baru dalam 87 bahasa (71 bahasa di antaranya diterjemahkan LAI). Dan hingga saat ini pekerjaan penerjemahan terus berlangsung dalam puluhan bahasa daerah, sesuai dengan tujuan LAI agar semakin banyak orang dapat membaca serta mendengar Firman Allah dalam bahasa yang dimengertinya.

Sejak berdiri pada tahun 1954 hingga saat ini, LAI telah menyebarkan lebih dari 462 juta Alkitab dan bagian-bagiannya, termasuk di antaranya 19.030.709 Alkitab lengkap ke seluruh pelosok Nusantara, malahan hingga luar negeri. Itu semua tentu patut membangkitkan syukur dalam hati kita, sebab Firman Allah semakin tersedia dalam bahasa-bahasa yang dimengerti umat Tuhan.

Melanjutkan tradisi yang telah dimulai di Faros berabad-abad lalu, pada setiap bulan September LAI mengajak seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk merayakan Hari Doa Alkitab, sebagai ucapan syukur atas tersedianya Alkitab dalam bahasa yang kita mengerti. Gereja-gereja diajak untuk mengadakan ibadah syukur sepanjang bulan September. Pada ibadah tersebut gereja-gereja diharapkan menyisihkan sebagian persembahan untuk pelayanan LAI, agar semakin banyak orang diberi kesempatan untuk membaca dan mendengar Firman Allah dalam bahasa yang mereka mengerti.(Perry G. Katoppo) 

 
< Prev   Next >
© 2007 Lembaga Alkitab Indonesia 2007