NewsDonationShopAbout Our SocietyContact UsLink
Main Menu
Home
Biblika
Library
Email Today
News
FAQs
Shop
Alkitab Web
Guest book
Shop
Bible Testament Bible Portion
Live Support
LAI Info

IT Administrator Web

Product LAI Info






Lost Password?
No account yet? Register
Hit Counter

Who's Online
We have 8 guests and 3 members online
  • Katauvnwyvc
  • Essawouyfab
  • gxwvprqr
Polling
Seberapa sering anda membaca Alkitab?
 
Berapa lama waktu yang anda perlukan setiap kali membaca Alkitab
 

Random Bible Verse
Ibadah Syukur HUT 58 LAI Print E-mail
Monday, 13 February 2012

Peresmian Gedung Pusat Alkitab & Alkitab Terbesar di Dunia

Pada tanggal 9 Februari 2012, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) genap berusia 58 tahun. Sebuah usia yang tidak muda lagi. Pertambahan usia ini menjadi lebih istimewa, karena  tahun 2012 ini bertepatan dengan  peresmian Gedung Pusat Alkitab (GPA) atau Bible Center di Jl. Salemba Raya 12 Jakarta Pusat. Sejak peletakan batu pertama, tiga tahun lalu, di tempat yang sama, kini para pimpinan Gereja Aras Nasional hadir manyaksikan gunting-pita.gifberdirinya GPA sebagai salah Christian Community Center bagi Gereja dan umat kristiani di seluruh Indonesia. Selain dihadiri oleh para Pimpinan Gereja Aras Nasional, hadir pula para pendukung utama GPA dan para  kolega LAI yang berasal dari pengurus dan anggota United Bible Societies.

Untuk mewujudkan fungsinya tersebut, GPA mempunyai fasilitas, seperti Perpustakaan Biblika, Museum Biblika, Bible House, Pusat Pendidikan Biblika, dan fasilitas pendukung lainnya. Keberadaan GPA adalah bukti dari kebersamaan dan keterlibatan Gereja dan umat Kristiani dalam mendukung visi-misi LAI.

Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, Wakil Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar, mewakili Menteri Agama RI, meresmikan dimulainya penggunaan GPA. Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama RI mengharapkan, GPA ini dapat menjadi oase bagi kehidupan masyarakat Jakarta. “Semoga, ke depan, gedung-gedung yang bernuansa religius seperti ini akan banyak berdiri untuk mengimbangi gedung-gedung sekuler yang ada di Ibukota ini. Sehingga, Jakarta tidak terkesan sebagai kota yang penuh dengan keriuhan duniawi, tetapi juga menyediakan kepenuhan spiritual bagi masyarakatnya,” ungkapnya.
 

Selain peresmian GPA, pada kesempatan tersebut dikukuhkan juga pencatatan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MuRI) Alkitab Edisi Studi Terbesar di dunia. Alkitab (tertutup) berukuran 104 cm x 147 cm ini merupakan bukti kemajuan dan kemampuan teknologi dan SDM Percetakan LAI yang terus aes-muri.gifmengikuti perkembangan teknologi grafika. Alkitab Edisi Studi Terbesar ini kini diletakan di lobby GPA, agar dapat dilihat siapa saja yang ingin mendalami dunia kealkitaban.

Setelah rangkaian seremoni, kegiatan ini dilanjutkan dengan Ibadah Syukur yang diadakan di ruang auditorium di lantai 10 GPA. Adalah Mgr. Ignatius Suharyo, yang menjadi Pelayan Firman dalam ibadah tersebut, mengambil tema: “Firman Allah Untuk Semua”, yang mendasarkan dari Kisah Para Rasul.

Tema khotbah tersebut merupakan intisari dari tugas yang diemban LAI selama ini, dan hal ini sejalan dengan AD/ART LAI  bahwa tujuan pendirian LAI adalah “membantu, mendukung dan melengkapi Gereja, umat kristiani dari berbagai denominasi dan lembaga-lembaga penyebar Kabar Baik, melalui penerjemahan dan pengadaan Alkitab dan bagian-bagiannya, agar dapat melaksanakan tugas persekutuan, kesaksian dan pelayanan dengan sebaik-baiknya”.

Tugas ini  tidak akan berakhir sebelum firman Allah sampai kepada semua orang, karena firman Allah memang untuk semua orang. Dalam rangka itulah buka-prasti.gifsemua dan segala macam usaha yang dilakukan oleh LAI bersama para mitra dan pendukungnya dari semua denominasi adalah usaha untuk menghadirkan kembali mukjizat bahasa pada zaman sekarang ini, seperti yang pernah terjadi pada hari Pentakosta.

Selama menapaki perjalanan 58 tahun, tangan-tangan Tuhan telah dengan setia dan penuh kasih membimbing LAI sehingga LAI dapat menjalankan tugas panggilannya menabur firman di tengah zaman dengan berbagai dinamika di dalamnya. LAI juga menyadari bahwa usia panjang ini tidak akan mudah diraih tanpa dukungan dari mitra-mitra kerjanya di seluruh pelosok Indonesia.

HUT adalah momen paling indah dan tepat untuk berkaca diri, untuk mengkalkulasi kelemahan dan kekuatan, untuk memetakan realitas-realitas yang akan dihadapi di masa depan; dan di atas semuanya itu memohon hikmat dan kekuatan baru dari Sang Firman itu sendiri.
 
Jadi inilah saatnya, di setiap HUT-nya LAI berintrospeksi dan sekaligus memperbaharui komitmennya sehingga Gereja dan umat kristiani dalam tugas dan perannya merasa terbantu dengan kehadiran LAI. []

 
< Prev   Next >
© 2007 Lembaga Alkitab Indonesia 2007