NewsDonationShopAbout Our SocietyContact UsLink
Main Menu
Home
Biblika
Library
Email Today
News
FAQs
Shop
Alkitab Web
Guest book
Shop
Bible Testament Bible Portion
Live Support
LAI Info

IT Administrator Web

Product LAI Info






Lost Password?
No account yet? Register
Lupa Berdoa Print E-mail
Wednesday, 13 June 2012


"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan;roh memang penurut, tetapi daging lemah."(Markus 14:38)

Jumat sore 8 Juni lalu, merupakan hari yang ditunggu-tunggu sebagian besar karyawan, karena esoknya merupakan hari libur kerja, saat  beristirahat bersama kdoa1.jpgeluarga.Cuaca di luar sudah gelap, kantor LAI pun sudah mulai sepi. Namun belum semua karyawan pulang ke rumah. Begitu juga kami berempat, rombongan LAI yang Jumat malam ini justru hendak memulai perjalanan pelayanan, menyeberangi Selat Sunda menuju Sumatra. Pukul tujuh malam rombongan kami keluar dari Salemba Raya 12. Tidak langsung menuju Sumatra. Yang dituju pertama kali adalah warung makan. Mengisi cadangan energi.

Tepat ketika mobil selesai diparkir dan kami semua sudah duduk di warung makan, hujan deras tiba-tiba mengguyur langit Jakarta. Sambil makan dan menunggu hujan reda, kami asyik mengobrol tentang perjalanan yang akan kami lalui menuju Sumatra nanti. Bukan perjalanan wisata, bukan juga mencoba ketahanan mobil “Panther” terbaru yang dimiliki oleh LAI. Perjalanan ini merupakan perjalanan khusus Departemen Penyebaran LAI ke Sumatra bagian selatan untuk membuka jaringan kemitraan antara LAI dengan umat Tuhan di tempat tersebut.

Dari survei yang dilakukan bersama oleh Departemen Litbang LAI dengan Departemen Penyebaran dua bulan yang lampau, diketahui bahwa umat Tuhan di beberapa kabupaten di Sumatera bagian tengah dan selatan sering kesulitan memperoleh Alkitab dan berbagai terbitan LAI. Bukan karena mereka tidak mampu, melainkan jaringan distribusi Alkitab menuju ke tempat-tempat tersebut belum terbentuk. Oleh karenanya LAI mencoba menjembatani untuk membuka jaringan distribusi bekerja sama dengan gereja-gereja di daerah tersebut. Beberapa gereja pun siap memberikan dukungannya untuk perintisan jalur distribusi tersebut. Selain perintisan, perjalanan ini sekaligus untuk mengunjungi kolportase-kolportase dan beberapa toko buku rekanan LAI di Sumatra Selatan dan Lampung. Kunjungan ini selain bertujuan silaturahmi, tentu saja dalam rangka meningkatkan kerja sama dan mendiskusikan berbagai kesulitan yang dihadapi kolportase dan toko-toko buku tersebut dalam penyebaran berbagai terbitan LAI, terutama Alkitab.

Di tengah obrolan sembari menyantap makan malam, kami merasa ada sesuatu yang kurang. Barang terbitan sudah lengkap ada di mobil, kamera dan berbagai perlengkapan dokumentasi juga sudah lengkap. Air minum, snack dan tak lupa dana perjalanan juga sudah ada. Apa yang terlupa? Ternyata kami lupa belum berdoa. Perjalanan panjang melintasi selatan bumi Andalas hendak kami lakukan. Tentu saja kami butuh penyertaan dan perlindungan dari Kristus, Sang Penguasa Kehidupan. Pertanyaannya, kalau kami tidak berdoa apakah Kristus kemudian tidak memberikan perlindungan dan penyertaannya? Tentu saja tidak demikian. Karena Dia yang pengasih tentu tidak akan membiarkan domba-dombanya berjalanan sendiri.
Namun berdoa tentu saja menjadi penting karena dengan berdoa kami menjadi sadar, bahwa perjalanan yang kami lalui ini tidak mudah. Tidak selalu mulus. Tidak selalu menyenangkan. Dan menyadarkan kami bahwa dengan kekuatan kami sendiri kami tidak akan mungkin menjalani semua pekerjaan pelayanan ini dengan maksimal. Kami membutuhkan topangan dari Kristus. Yang memberikan keteduhan, keberanian, kesabaran dan suka cita dalam melayani. Berdoa menjadikan kami tenang. Karena dengan berdoa kami selalu diingatkan untuk tidak mudah berputus asa, namun juga tidak sombong. Karena keberhasilan pelayanan ternyata sebagian besar ditentukan sendiri oleh-Nya. Kita hanyalah kepanjangan tangan-Nya. Yang kebetulan dipercaya untuk menjadi rekan sekerja Allah menjangkau dan menolong domba-dombanya yang haus dan rindu akan Firman Tuhan. Bayangkan betapa menyenangkan pekerjaan kami ini, menjadi rekan sekerja Allah dalam menyebarkan Kabar Suka Cita. Menjadi mitra kepercayaan Allah.
Hujan makin deras, mobil yang kami tumpangi pelan namun pasti menembus derasnya hujan meninggalkan Jakarta menuju ujung paling barat Pulau Jawa, yaitu Pelabuhan Merak. Pelabuhan penyeberangan menuju Sumatra. Namun, kini kami lalui perjalanan kami dengan lebih tenang dan pasti. Karena apa pun yang terjadi di depan, Tuhan ada bersama kami. Imanuel.

 
< Prev   Next >
© 2007 Lembaga Alkitab Indonesia 2007