| Lupa Berdoa |
|
|
| Wednesday, 13 June 2012 | |
|
Tepat ketika mobil selesai diparkir dan kami semua sudah duduk di warung makan, hujan deras tiba-tiba mengguyur langit Jakarta. Sambil makan dan menunggu hujan reda, kami asyik mengobrol tentang perjalanan yang akan kami lalui menuju Sumatra nanti. Bukan perjalanan wisata, bukan juga mencoba ketahanan mobil “Panther” terbaru yang dimiliki oleh LAI. Perjalanan ini merupakan perjalanan khusus Departemen Penyebaran LAI ke Sumatra bagian selatan untuk membuka jaringan kemitraan antara LAI dengan umat Tuhan di tempat tersebut. Dari survei yang dilakukan bersama oleh Departemen Litbang LAI dengan Departemen Penyebaran dua bulan yang lampau, diketahui bahwa umat Tuhan di beberapa kabupaten di Sumatera bagian tengah dan selatan sering kesulitan memperoleh Alkitab dan berbagai terbitan LAI. Bukan karena mereka tidak mampu, melainkan jaringan distribusi Alkitab menuju ke tempat-tempat tersebut belum terbentuk. Oleh karenanya LAI mencoba menjembatani untuk membuka jaringan distribusi bekerja sama dengan gereja-gereja di daerah tersebut. Beberapa gereja pun siap memberikan dukungannya untuk perintisan jalur distribusi tersebut. Selain perintisan, perjalanan ini sekaligus untuk mengunjungi kolportase-kolportase dan beberapa toko buku rekanan LAI di Sumatra Selatan dan Lampung. Kunjungan ini selain bertujuan silaturahmi, tentu saja dalam rangka meningkatkan kerja sama dan mendiskusikan berbagai kesulitan yang dihadapi kolportase dan toko-toko buku tersebut dalam penyebaran berbagai terbitan LAI, terutama Alkitab.
Di tengah obrolan sembari menyantap makan malam, kami merasa ada sesuatu yang kurang. Barang terbitan sudah lengkap ada di mobil, kamera dan berbagai perlengkapan dokumentasi juga sudah lengkap. Air minum, snack dan tak lupa dana perjalanan juga sudah ada. Apa yang terlupa? Ternyata kami lupa belum berdoa. Perjalanan panjang melintasi selatan bumi Andalas hendak kami lakukan. Tentu saja kami butuh penyertaan dan perlindungan dari Kristus, Sang Penguasa Kehidupan. Pertanyaannya, kalau kami tidak berdoa apakah Kristus kemudian tidak memberikan perlindungan dan penyertaannya? Tentu saja tidak demikian. Karena Dia yang pengasih tentu tidak akan membiarkan domba-dombanya berjalanan sendiri. |
| < Prev | Next > |
|---|


eluarga.Cuaca di luar sudah gelap, kantor LAI pun sudah mulai sepi. Namun belum semua karyawan pulang ke rumah. Begitu juga kami berempat, rombongan LAI yang Jumat malam ini justru hendak memulai perjalanan pelayanan, menyeberangi Selat Sunda menuju Sumatra. Pukul tujuh malam rombongan kami keluar dari Salemba Raya 12. Tidak langsung menuju Sumatra. Yang dituju pertama kali adalah warung makan. Mengisi cadangan energi.