|
TINGGAL MENGHITUNG BULAN
Sejak September 2008, Lembaga Alkitab Indonesia bekerja sama dengan Keuskupan Ruteng di Nusa Tenggara Timur, menyelenggarakan pekerjaan penerjemahan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Manggarai. Ketika itu direncanakan bahwa pekerjaan itu akan selesai pada akhir tahun 2012 ini. Melihat kemajuan pekerjaan ini sampai dengan awal juli 2012 ini, maka hampir dapat dipastikan bahwa target waktu itu akan terkejar. Paling tidak, pada sekitar bulan Otober-November 2012, naskah hasil terjemahan ini akan dinyatakan selesai, dalam arti telah melewati proses pemeriksaan oleh Translation Officer (LO) LAI, Hortensius Florimund, yang dipercayakan menangani pekerjaan ini.
Sampai dengan bulan Mei 2012, tim di lapangan bersama dengan TO telah menyelesaikan naskah-naskah untuk keempat Kitab Injil, Kisah Para Rasul, surat-surat Paulus yang panjang, surat Ibrani, dan kitab Wahyu). Sementara itu, tim lapangan di Ruteng juga secara berkala mengadakan pertemuan internal untuk mencek hasil terjemahan, khususnya dalam aspek kewajaran bahasa yang memeang merupakan salah satu fokus pekerjaan penerjemahan seperti ini. Lalu, pada pertemuan terakhir antara tim dangan TO pada 11-20 Juni 2012 yang lalu di Ruteng, telah diperiksa naskah terjemahan untuk surat Filipi dan surat-surat “umum” (khususnya surat Yakobus dan 1 Petrus). Masih akan diadakan satu kali lagi pertemuan pemeriksaan bersama dengan tim pada bulan Agustus 2012 yang akan datang untuk memeriksan sisa dari surat-surat umum. Maka, sekali lagi, dengan situasi naskah yang seperti ini, target waktu penyelesaian naskah ini akan terkejar.
Bahasa Manggarai dipakai oleh lebih dari 600.000 orang, yang tersebar dalam 3 kabupaten di Flores Barat. Ada kerinduan yang amat besar untuk memakai bahasa daerah dalam ibadat. Sejak tahun 1950-an sudah ada lagu-lagu liturgi dalam bahasa Manggarai, juga terjemahan aneka doa, syahadat dan ‘lectionarium’ (teks-teks Alkitab untuk digunakan dalam ibadat). Akan tetapi, belum ada satu terbitan Alkitab yg utuh. Dengan demikian, PB Manggarai akan menjadi tonggak penting dalam sejarah Gereja Kristus disana. Gereja lokal sudah mulai mengadakan semacam uji-lapangan terhadap terjemahan PB ini. Setiap hari Minggu ke-3 terjemahan ini dipakai dalam ibadat di seluruh Manggarai. Selain itu, terjemahan ini pun dibacakan secara berkala di stasiun radio pemerintahan daerah. Kesan yang diperoleh dari terjemahan ini amat positip. Gereja lokal dan seluruh rakyat Manggarai antusias sekali menantikan penerbitan PB dalam bahasa mereka.
|