//
NewsDonationShopAbout Our SocietyContact UsLink
Main Menu
Home
Biblika
Library
Email Today
News
FAQs
Shop
Alkitab Web
Guest book
Shop
Bible Testament Bible Portion
Live Support
LAI Info

Product Info

Product Info






Lost Password?
No account yet? Register
Mengenal LAI Print E-mail
Tuesday, 04 March 2008

BUKU PINTAR

Info berikut ini diharapkan dapat membantu Anda untuk mengetahui keberadaan pelayanan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Nusantara sejak dari saat berdirinya 9 Februari 1954  sampai dengan saat ini

1.        Apakah LAI  itu?  LAI adalah singkatan dari Lembaga Alkitab Indonesia, yang merupakan yayasan yang didirikan pada 9 Februari 1954.

 

2.        Apakah LAI menjadi anggota salah satu lembaga sejenis dalam aras internasional?    Ya ! LAI adalah anggota Persekutuan Lembaga-Lembaga Alkitab Sedunia atau United Bible Societies (UBS) yang berdiri  9 Mei 1946 yang berpusat di Reading, Inggris. Karena berdiri pada  9 Mei, maka tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Doa UBS.

 

3.        Kapan LAI menjadi anggota UBS ? LAI menjadi anggota penuh UBS sejak 28 April 1954. 

 

4.        Apakah LAI adalah Gereja ?  LAI bukan Gereja dan bukan juga dimaksudkan untuk menggantikan tugas Gereja. Meskipun begitu, LAI  tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan Gereja. Dikatakan demikian karena dalam  5 Anggaran Dasar (AD) LAI (pasal 5) dinyatakan bahwa tujuan Yayasan ini ialah untuk membantu, mendukung, dan melengkapi Gereja dan umat Kristiani. Jadi, fungsi LAI dalam hal ini dapat d ibaratkan sebagai badan "logistik" bagi Gereja-gereja, yaitu menjadi penyedia bahan yang dibutuhkan Gereja (Alkitab dan bagian-bagiannya) sehingga Gereja dapat melaksanakan tugas Koinonia (Persekutuan), Marturia (Kesaksian) dan Pelayanan  (Diakonia) dengan sebaik-baiknya. 

 

5.        Apa Visi LAI?

LAI merumuskan visinya sebagai berikut: ”Menghadirkan firman Allah bagi umat-Nya dalam bahasa yang mudah dipahami agar umat manusia dapat bertemu dan berinteraksi dengan Allah dan mengalami hidup baru.”

 

6.        Apa Misi LAI?

Berangkat dari rumusan visi di atas, maka misi LAI adalah sebagai berikut:

-          Menerjemahkan, memproduksi, menerbitkan, dan menyebarkan Alkitab dan bagian-bagiannya dalam sebanyak mungkin bahasa, dalam beragam bentuk dan media, dengan harga yang terjangkau.

-          Bekerjasama dengan Gereja dan Lembaga Kristiani lainnya dalam mengupayakan agar umat Allah yang membaca dan mendengar firman Allah mengenal dan hidup di dalam Yesus Kristus yang menjadi pokok pemberitaan Kabar Baik.

-          Menggalang dukungan masyarakat, gereja, dan lembaga-lembaga gerejawi, lembaga-lembaga lainnya, dan Pemerintah.

 

7.        Apakah LAI melaksanakan kegiatan usaha bisnis yang menekankan unsur laba? Tidak  ! Lembaga ini adalah Lembaga nirlaba.

 

8.        Di mana alamat LAI ? Kantor Pusat LAI ada di Jalan Salemba Raya no.12 Jakarta 10430; telepon 021-3142890, fax 021-3101061,  e-mail : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . 

 

9.        Bagaimana pengaturan jam kerja di LAI ? Jam kerja resmi LAI ditetapkan dari jam.07.30 sampai dengan jam.16.00 Wib. Waktu istirahat jam.12.00 - 12.30 Wib. setiap hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali untuk  unit produksi langsung di Percetakan, Perwakilan, dan Satpam yang jadwalnya diatur sesuai kebutuhan. 

 

10.     Apakah LAI punya website ?   Ya, untuk memperoleh informasi mengenai LAI, dapat mengunjungi: http://www.alkitab.or.id.

 

11.      Apakah LAI juga hadir di daerah? Ya. Dulu LAI di daerah itu bernama ’Cabang’, tetapi terhitung 28 Oktober 1966 namanya berubah menjadi ’Perwakilan’. Perwakilan LAI ada di Medan, Manado, Makassar, dan Jayapura. 

 

12.     Di mana alamat Perwakilan LAI ?

-          Medan - Jalan Setia Budi No. 463 A-B, Tanjung Sari, telepon 061-8225720.

-          Manado - Jalan Dip0negoro 82, telepon 0431-851601.

-          Makassar - Jalan Boulevard, Ruko Yascinth I No.17 Panakkukang Mas, telepon 0411-458776.

-          Jayapura - Jalan Frans Kaisiepo Blok D 1 Jayapura Pasifik Permai, telepon 0967-535620.

 

13.     Unit Kerja apa saja yang ada di LAI ? LAI menyebutnya dengan Departemen. Sekarang ini ada 8 Departemen dan 1 Internal Audit,  yaitu:
    1. Departemen Penerjemahan,
    2. Departemen Distribusi & Marketing,
    3. Departemen Komunikasi & Pengembangan Kemitraan,
    4. Departemen Perencanaan & Pengendalian,
    5. Departemen Penerbitan & Produksi,
    6. Departemen Umum,
    7. Departemen Pengembangan Organisasi,
    8. Departemen Keuangan & Akuntansi,
    9. Internal Audit. 
   

14.     Apakah LAI anggota IKAPI ? Ya, LAI adalah anggota IKAPI terhitung sejak 1 Mei 1997 dengan nomor keanggotaan:  067/DKI/97.

  

15.     Siapa yang menjadi Badan Pengurus (BP) Yayasan LAI ketika didirikan pada 1954? Susunan Pengurus BP Yayasan LAI ketika itu adalah:

       Ketua : Dr.Todung Sutan Gunung Mulia.

       Wakil Ketua: Elvianus Katoppo.

       Panitera/Bendahara: Mr.Giok P.Khouw.

       Anggota Biasa : Ny.Tjitjih Leimena.

                                 Ds. Petrus Dominggus Latuihamallo.

                                 Ds. Mas Komarlin Tjakraatmadja.

                                 Ds. Pouw Ie Gan

                                 Ds. Raden Saptojo Judokusumo 

 

16.  Siapa yang menjadi Pengurus LAI untuk periode tahun 2013-2018 ini?
     Ketua Umum: Pdt. Dr. Ishak P. Lambe 
     Ketua: dr. Irene Setiadi, Pdt. Weinata Sairin, Pdt. Dr. Richard Daulay, Pdt. Dr. Robinson Radjagukguk, Soy M. Pardede, S.E., Sukanto Aliwinoto
 

          Sekretaris Umum: Harsiatmo Duta Pranowo, MBA
      Bendahara Umum: A. Moenir Rony, S.E. 

 

17.   Siapa yang menjadi anggota Pembina LAI periode 2013-2018?
- Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe (Ketua Umum)

        - Mgr. Prof. Dr. Ignatius Suharyo, Pr,

        -  Pdt. dr. Olly E. Mesach

- Pdt. Dr. Margaretha Maria Hendriks-Ririmase

- Pdt. Dr. Ir. Bambang H. Widjaja

- Pdt. Dr. Nus. Reimas

- Pdt. Dr. J.R. Hutauruk 

 

18.  Siapa yang menjadi Badan Pengawas LAI periode 2013-2018? 

-  Jasin Tedjasukmana, IAI (Ketua)

        - Pdt. Dr. Samuel Benyamin Hakh

        - Ir. Jati Leonard Mangunsong, M.A. 

 

19. Siapakah Sekretaris Umum LAI sejak berdiri hingga sekarang?

       1. G.P. Khouw, SH (1954-1963)

       2. Ph.J. Sigar, SH (1964-1974)

       3. Pdt.W.J. Rumambi (1974-1983)

       4. Pdt. Chr.A. Kiting (1983-1989)

       5. Drs. Supardan, MA (1989-2005)

       6. Harsiatmo Duta Pranowo, MBA. (2005-sekarang)

 

20. Berapa jumlah bahasa di Indonesia? Menurut Buku Ethnologue: Languages of the World (2005) bahasa di Indonesia terdapat 742 bahasa. 

 

21. Dari mana Alkitab diterjemahkan ? Dari bahasa asli Ibrani dan bahasa Aram untuk Perjanjian Lama dan Yunani untuk Perjanjian Baru.

 

23. Di Indonesia, Alkitab dan bagian-bagiannya sudah diterjemahkan ke dalam berapa bahasa?  Rinciannya adalah sebagai berikut:

      -  Alkitab               :     30 bahasa

      - Testamen  :     50 bahasa

      - Porsion              :   14 bahasa 

      (data 31 Desember 2012). 

 

24. Di seluruh dunia, Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam berapa bahasa?  Di seluruh dunia, sampai dengan 31 Desember 20112 Alkitab dan Bagian-bagiannya sudah diterjemahkan ke dalam 2.551 bahasa.

 

25. Dalam menerjemahkan Alkitab, aspek-aspek apa saja yang menjadi perhatian khusus? Paling tidak, ada dua aspek yang selalu menjadi perhatian di sini.  Pertama: Setia terhadap bahasa sumber (yakni: Ibrani, Aram, dan Yunani) dalam hal bentuk (untuk terjemahan formal) dan dalam hal makna (untuk terjemahan dinamis fungsional). Kedua:  terjemahan itu diungkapkan secara wajar dalam bahasa sasaran.

 

26. Apa saja produk terbitan LAI?

            -  Alkitab (lengkap Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru)

            -  Testament (Perjanjian Lama saja atau Perjanjian Baru saja)

            -  Porsion (bagian-bagian Alkitab, misalnya 1 kitab dalam Alkitab)

            -  Seleksi , tulisan-tulisan pendek yang memakai kutipan dari ayat Alkitab.

       Bentuk produk ini bisa dalam keadaan tercetak maupun non cetak (CD, VCD,  

       kaset, software Alkitab, Audio Bible).      

 

27. Berapa Alkitab sudah disebarkan oleh LAI mulai dari tahun 1954 s/d. 31 Desember 2012? Alkitab sebanyak 23.929.894 eksemplar

 

28. Sejak tahun 1954 s/d. 31 Desember 2007, LAI sudah menyebarkan Alkitab dan Bagian-bagiannya (testament, porsion dan seleksion) sebanyak?  Semuanya ada 459.064.654 eksemplar

 

29. Bagaimana LAI menyebarkan produknya? 

      - Melalui 4 Perwakilan LAI yang  ada di Medan, Manado, Makassar dan Jayapura;

     - Melalui Toko Buku LAI di Jalan Salemba Raya 12 Jakarta

     - Melalui Penyalur Utama atau disingkat PERTAMA LAI, yakni:  

                   * Toko Buku Immanuel,

                   * PT.Gapura Mitra Sejati,

                   PT.BPK Gunung Mulia, 

                   * PT.Muliapurna Jayaterbit,

                   * Toko Buku Yayasan Kalam Hidup, dan

                   * Toko Buku Gloria Batam.

 

30. Apakah harga terbitan LAI sama di semua tempat ? Ya ! Sesuai dengan daftar harga yang diterbitkan LAI secara berkala. 

 

31. Bagaimana LAI menetapkan target penyebaran jangka panjangnya?  Ada 3 tahap. Pertama : SADAR (Satu Alkitab DAlam Rumah Tangga);

                 Kedua    : DADAR (Dua Alkitab  DAlam Rumah Tangga);

                Ketiga    :  SASA (Satu Alkitab Setiap Awam). Artinya : Semua orang  

                                  punya Alkitab.

Sampai dengan Desember 2007, jumlah Alkitab yang disebarkan 17.933.097 eks. Jumlah penduduk Indonesia tahun 2006 sekitar 238 juta. Dengan asumsi penduduk kristen 12,5% dan setiap keluarga terdiri 4 warga, maka di Indonesia ada 7,74 juta keluarga Kristen. Sedangkan dengan asumsi usia Alkitab dapat betahan untuk dipakai adalah selama 10 tahun, maka jumlah Alkitab yang sekarang beredar sama dengan jumlah penyebaran selama 10 tahun terakhir, yaitu 8,33 juta Alkitab. Persoalannya, persebaran Alkitab tidak merata, sebagian besar tersebar di Pulau Jawa dan Bali. Sehingga setiap keluarga Kristen di Jawa dan Bali  memiliki Alkitab lebih dari satu ( antara 3 – 8 Alkitab), sebaliknya sekitar  40% – 60% keluarga Kristen di luar Pulau Jawa dan Bali yang tidak/belum memiliki Alkitab.

 

32. Berapa jumlah Alkitab dan bagian-bagiannya yang telah disebarkan di seluruh dunia ? Seluruhnya sebanyak 393, 1 juta eksemplar dengan rincian:

      - Alkitab 25,7 juta

     - Testamen 13,7 juta

    -  Porsion 14,1 juta,

    -  New Reader (NR) Porsion 9,8  juta

    -  Seleksion 306,4 juta, dan

    - New Reader (NR) Seleksion 23,3 juta

   Sumber: Data UBS tahun 2006. 

 

33. Apakah LAI juga mengerjakan proyek-proyek khusus ? 

      Ya !  Pertama : Satu Dalam Kasih (SDK), yaitu program yang melibatkan donatur umat Kristen  untuk membantu umat yang tidak mampu membeli Alkitab di daerah-daerah yang  kondisi ekonominya sangat miskin. 

      Kedua: Tangan-tangan yang menopang ( TTYM), yaitu program penggalangan dana untuk mencarikan dana bagi penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa daerah tertentu dan  penerbitan awal setiap Alkitab dalam bahasa daerah yang sudah  selesai diterjemahkan dan siap dicetak.

      Ketiga:  Sahabat Alkitab (SA), yaitu program penggalangan dukungan (doa dan dana) secara  pribadi dengan teratur per bulan, per tiga bulan, per enam bulan. Siapa saja (anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, lanjut usia)  boleh  menjadi anggota SA  dan besarnya dukungan terserah kepada komitmen pribadinya dengan Tuhan. 

 

34. Apakah HDA sama dengan HDS ? HDA adalah singkatan dari Hari Doa Alkitab yang salah satu Program LAI, sedangkan HDS adalah singkatan Hari Doa Sedunia yang merupakan salah satu program PGI. 

 

35. Jadi apa sebenarnya HDA itu?  HDA diperingati setiap bulan September. Melalui peringatan ini, LAI: (1) mengajak Gereja-gereja untuk mengucap syukur atas hadirnya Alkitab dalam bahasa yang kita pahami, dan (2) menghimbau Gereja-gereja mewujudkan ungkapan syukur tersebut dalam bentuk memberikan satu kantong persembahan untuk mendukung  kegiatan/pelayanan LAI.

 

36. Apa itu KKPD ?  KKPD adalah singkatan dari Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan. KKPD merupakan ungkapan kerjasama LAI dengan seluruh masyarakat Kristen di tanah air guna mendukung pengadaan Alkitab bagi mereka yang membutuhkan. Wujud aktualnya adalah melalui Kelompok Kerja, seperti: Kelompok  Kerja Pemuda, Kelompok Kerja Pembina Anak, Para Koordinator Sahabat Alkitab, Koordinator  Satu Dalam Kasih yang sudah tersebar di beberapa kota dan wilayah perwakilan

 

37. Adakah LAI mempunyai Rekening Bank? Ada beberapa, yakni:

     - di Bank MANDIRI Cabang Gambir, No.Rek.119.0080000126 Jakarta Pusat

     CITIBANK (untuk Dollar) No.Rek.0500683511

    -  Bank BCA Cabang Matraman (IDR) A/C No. 3423016261. 

    -  BNI 1946 cab.Kramat Raya dgn No Rek.10534054

 

38. Apakah Perwakilan-perwakilan LAI juga mempunyai Rekening Bank?

      Ya, semua perwakilan LAI di daerah mempunyai nomor rekeningnya.

        LAI Medan: Bank BNI 0052259849 Cabang Soetomo, Medan.

        LAI Manado: Bank Mandiri 150-0088000102, Cabang Sudirman, Manado.

        LAI Makassar: Bank Danamon 0011738713, Cabang Cendrawasih, Makassar.

        LAI Jayapura: Bank Mandiri 154-0098005576, Jayapura.

 

39. Jam berapa Kas LAI di buka ? Setiap hari Kerja Senin s/d Jumat, dari jam.08.00 - 12.00 wib. 

 

40. Apa yang dikerjakan oleh Unit PPC ? 

      Unit PPC LAI bertanggung jawab atas pekerjaan-pekerjaan:

      -  Mengedit dan membaca  proof naskah

      -  Membuat layout (tata letak) terbitan

      -  Membuat desain terbitan,

      -  Melakukan mounting danmpembuat film terbitan.  

 

41. Apakah LAI mempunyai percetakan sendiri? 

      Ya, terletak di Jalan Raya Roda Pembangunan no. 96 Nanggewer Km.49 Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

 

42. Kapan percetakan LAI  tersebut berdiri?  Pada 9 Februari 1966.

 

43. Apakah LAI bisa mencetak kebutuhan Gereja yang lain?

     Ya,terutama  yang ada kaitannya dengan teks Alkitab & studi Biblika. Misalnya : Nyanyian Gereja yang dicetak dengan Alkitab, buku-buku rohani dan nyanyian rohani. 

 

44. Bagaimana proses pencetakan Alkitab ? 

      Setelah melewati pemeriksaan dari Penerjemahan, maka Percetakan mengerjakan proses pra cetak, proses cetak, dan proses jilid, hingga suplai ke pemesan (dhi. Departemen Perencanaan & Pengendalian) .

 

45. Berapa kemampuan LAI dalam mencetak Alkitab pertahun ?  LAI dapat mencetak 2 juta Alkitab per tahun. 

 

46. Apakah LAI sudah mengekpor Alkitab ? Ya, ke Malaysia, India, Myanmar, Filipina, Pasifik Selatan, Chad, serta banyak negara di Asia.

 

47. Berapa jumlah karyawan LAI ?  Semuanya berjumlah 223 orang , akhir tahun 2012.

 

48. Berapa karyawan di Percetakan LAI ? Karyawan LAI yang bekerja percetakan berjumlah: 111 orang.

 

49. Berapa karyawan di tiap Perwakilan ? Rata-rata 3 orang setiap perwakilan. 

 

50. Apakah LAI mempunyai pengelola dana Pensiun sendiri ? Ya ! Dana pensiun LAI dikelola oleh Pengurus Dana pensiun LAI.

 

51. Apakah LAI mempunyai Koperasi Karyawan ? Ya, namanya: Koperasi Karyawan dan Pensiunan ”Syalom”. Koperasi ini didirikan pada  tanggal 28 Februari 1994 dan telah berbadan hukum dengan  Nomor.3295/B.H/I

 

52. Apakah LAI mengeluarkan majalah ? Ya, namanya: "Warta Sumber Hidup" (WSH. Funsginya adalah) sebagai media komunikasi LAI. 

 

53. Apa alat LAI untuk mengkomunikasikan dengan cepat dan meluas ? Website : http://www.alkitab.or.id 

 

54. Apakah LAI berada di bawah PGI ? Tidak ! LAI adalah Yayasan independen di Indonesia, namun sebagai anggota Persekutuan Lembaga-lembaga Alkitab Se-dunia. Unsur Pembina, Pengawas, dan Pengurusnya adalah representasi  dari berbagai denominasi Gereja, termasuk Roma Katolik. Memang kantor-nya bersebelahan dinding dengan PGI, yaitu Jalan Salemba Raya 10 Jakarta  (Kantor PGI ) dan Jalan Salemba Raya 12 Jakarta ( Kantor LAI ).

 

55. Bagaimana hubungan LAI dengan The Gideons International ? LAI  menerima pesanan Perjanjian Baru dengan Mazmur dan Amsal dari The Gideons International  secara teratur setiap tahun yang penyebarannya diatur sendiri oleh pihak The Gideons sendiri. Biasanya, the Gideons menyalurkannya ke LP, Hotel, RS,  Sekolah. Kadang-kadang Alkitab lengkap dalam bahasa Inggris Holy Bible atau dalam Dwi Bahasa  (Indonesia-Inggris) juga dipesan oleh the Gideons..

 

56. Bagaimana hubungan LAI dengan LBI ? Lembaga Alkitab Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Biblika Indonesia (LBI) yang adalah lembaga kepunyaan Gerehja Katolik. Sesuai dengan namanya, LBI  menangani urusan Alkitab Katolik. LAI bekerja sama dengan LBI  dalam menerjemahkan Alkitab, baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia. LAI menerima pesanan LBI Kitab Suci yang biasa dipakai umat Katolik dengan  Deuterokanonika yaitu Tobit, Yudit, Ester (tambahan), Kebijakan Salomo, Yesus bin Sirakh, Berukh,  Kitab Daniel (tambahan), Makabe I, Makabe II.

 

57. Bagaimana hubungan LAI dengan KWI ? LAI bekerjasama dengan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), yang berdiri tahun 1955 di Surabaya  dengan nama Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI), tetapi tahun 1987 berganti nama  KWI merupakan Federasi para Waligereja (Uskup) se-Indonesia yang bertujuan menggalang persatuan dan kerjasama dalam tugas pastoral memimpin umat Katolik Indonesia. Bentuk kerjasama nyata dalam tiap terbitan Alkitab ada tertulis pada imprimatur : Terjemahan ini diterima dan diakui oleh Konferensi Waligereja Indonesia / Lembaga Biblika Indonesia.

 

58. Bagaimana hubungan LAI dengan YASUMA ? LAI menerima pesanan Alkitab dan Perjanjian Baru dari Yayasan Sumber Sejahtera (YASUMA), baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah secara teratur setiap tahun yang penyebarannya diatur  sendiri oleh YASUMA sendiri. Ada Alkitab untuk Anak-anak, Remaja, Pemuda, Pengusaha, Lansia, dll. 

 

59. Apakah Forum Bible Agencies? Forum Bible Agencies atau FBA adalah sebuah forum yang anggotanya adalah lembaga-lembaga yang berurusan dengan penerjemahan, penerbitan, dan distribusi Alkitab.  Di Indonesia forum ini disebut: Forum Basis Alkitab. Anggotanya:  Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Kartidaya (Karunia Bakti Budaya), PPA (Persekutuan Pembaca Alkitab), LRII (Lembaga Rekaman Injil Indonesia), YASUMA (Yayasan Sumber Sejahtera), Lokawacana (nama sebelumnya: Scripture Gift Mission/SGM ). Forum kerja sama ini didirikan antara lain dengan maksud: menghindari duplikasi  terbitan, sharing terbitan, saling mengundang dan pameran bersama.

 

60. Apakah LAI terlibat dalam PADU ? Ya ! PADU adalah  singkatan dari: Pendidikan Anak Dini Usia. Sesuai UU-RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 28, PADU yang disebut juga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini ) diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun. Program ini dimaksudkan  untuk mewujudkan anak dini usia yang sehat, cerdas, ceria dan memiliki kesiapan fisik dan mental dalam memasuki tahap pendidikan selanjutnya. Usia PADU disebut juga Usia Emas (golden age). Program kerjasama LAI dengan Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Luar  Sekolah dan Pemuda ini dimulai tanggal 25 Juni 2005.

 

61. Apakah LAI sudah memakai sistem komputerisasi ?  Ya, semua departemen dan unit sudah menggunakan komputer, internet. 

 

62. Apakah sudah ada Alkitab elektronik ?  Ya, tersedia Alkitab elektronik, Alkitab WEB, Bible Reader untuk PDA, SMS Alkitab.

 

63. Kapan berdirinya Perpustakaan Biblika ? Tanggal 25 Juli 2002. Sekarang ini, perpustakaan tersebut berlokasi di Gedung Pusat Alkitab/Bible Center, Jalan Salemba Raya 12 Jakarta.

 

64. Bahan-bahan apa saja yang tersedia di Perpustakaan Biblika ? Alkitab-alkitab kuno yang bersejarah, Alkitab dalam berbagai bahasa di dunia, buku-buku  referensi dalam bidang biblika, jurnal ilmiah biblika, dokumentasi terbitan LAI dalam bentuk Alkitab,  Kitab Perjanjian Baru, Kitab Perjanjian Lama, Portion, Alkitab elektronik dan CD serta terbitan-terbitan biblika dalam media digital seperti CD-ROM dan VCD.

 

65.  Siapa sasaran utama yang menggunakan Perpustakaan LAI ? Mereka dari kalangan akademis yang meminatii bidang studi biblika, peneliti di bidang kealkitaban, Hamba Tuhan, Pengerja Gereja, Guru Sekolah Minggu. 

 

66. Apakah Perpustakaan Biblika terbuka untuk umum?  Ya, Setiap orang yang ingin mempelajari Alkitab dapat saja menggunakan fasilitas ini.

 

67. Selain Perpustakaan Biblika, apakah LAI juga memiliki unit pelayanan lain?

        Ya, misalnya: ada Museum Biblika yang berdiri sejak 25 Juli 2002. Sekarang ini, Museum LAI berlokasi di Gedung Pusat Alkitab/Bible Center Jl. Salemba Raya 12 Jakarta.

 

68. Apa saja yang menjadi koleksi di Museum Biblika? Museum LAI diharapkan dapat menginformasikan dan menggambarkan bagaimana sejarah penulisan Alkitab sejak awal mulanya hingga sampai di tangan kita. LAI masih berusaha mengumpulkan benda-benda koleksi yang berhubungan dengan sejarah penulisan atau penerjemahan Alkitab, misalnya Alkitab kuno, bagian-bagian Alkitab, benda-benda yang pernah digunakan dalam proses penerjemahan Alkitab di masa lalu. Koleksi tersebut umumnya diperoleh dari gereja dan individu yang tergerak untuk menyumbangkannya ke LAI bagi kepentingan masyarakat luas. Untuk itu kami menghimbau apabila ada di antara Saudara yang memiliki benda dengan kriteria tersebut serta bermaksud menyumbangkannya bagi Museum LAI kiranya dapat segera menghubungi kami.

69. Apakah Museum Biblika terbuka untuk umum? Ya, bagi siapa saja yang ingin melihat koleksi Alkitab kuno dan mempelajari sejarah serta kebudayaan Alkitab. Bagi mereka yang ingin berkunjung ke Museum Biblika dikenakan biaya Rp. 3000,-/dewasa dan Rp. 2500,-/anak-anak. Museum Biblika buka pada hari kerja Senin s/d. Jumat, kecuali Sabtu mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

 

70. Apa yang dikerjakan oleh Pusat Pengkajian Biblika (PPB) ? Program pendidikan non formal di bidang studi biblika. 

 

71. Apakah ada terbitan PPB ? Ya, namanya "FORUM BIBLIKA"sebuah jurnal ilmiah populer dengan topik-topik biblika yang  populer, yang diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan.

 

72. Bagaimana supaya orang-orang luar bisa mengetahui apa yang sebetulnya dikerjakan oleh LAI?

      LAI memberi kesempatan kepada masyarakat umum untuk melihat dari dekat kegiatan-kegiatan LAI, terutama bagaimana proses penerjemahan Alkitab dan bagaimana pencetakannya. Untuk menampung kerinduan masyarakat umum tentang ini, LAI mempunyai program yang disebut: Paket WISATA & Paket Liburan. Pada masa liburan, LAI membuka pintu untuk dikunjungi.  

 

73. Apa saja yang diteliti oleh LitBang LAI ? Sebagai unit kerja yang berperan sebagai "service agent", maka hal-hal yang diperlukan unit kerja atau Badan Pengurus sebelum menetapkan kebijakan. 

 

74. Apa saja produk LitBang LAI ?  Studi percetakan LAI sebelum membangun Percetakan LAI Nanggewer sekarang ini.   Di samping itu Penelitian tentang harga Alkitab, penulisan buku sejarah LAI menyambut 50 tahun.

 

75. Apa itu PBH/PBA-LAI? PBH adalah singkatan dari Pemberantasan Buta Huruf atau menurut  istilah Dep.Dik.Nas: Pemberantasan Buta Aksara Fungsional (PBAF). Sementara itu, PBA adalah singkatan dari: Program Bacaan Alkitab untuk  Pembaca Baru atau istilah UBS New Reader Program. Program ini dicetuskan pada persidangan Lembaga- lembaga  Sedunia  (United  Bible  Societies)  tahun  1972 di Addis   Ababa, Ethiopia. LAI menyambutnya untuk menjadi  sebagai Pilot Project tahun 1975. Program  ini melibatkan Gereja-gereja baik dari unsur Protestan, maupun Katolik, Pemerintah ( Departemen Agama dan Dep.Dik.Bud ). LAI berkepentingan agar setelah melek huruf dan angka, mereka dapat membaca Alkitab yang akan memelekkan mereka akan hidup dan karya Tuhan Yesus untuk keselamatan umat manusia. Untuk Program PBH/PBA telah diterbitkan buku 12 seri yaitu Seri 1-4 khusus PBH dan Seri 5-12 untuk PBA.

 

76. Apa itu WASAI ? WASAI singkatan West Asia South Asia and Indonesia. Program hasil Konsultasi Persekutuan Lembaga-Lembaga Alkitab Sedunia (UBS, Wilayah Asia Pacific) yang diselenggarakan tahun  1992 di Bangkok, Thailand. Tujuannya agar Firman Allah dan   Kasih Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia dapat dikomunikasikan kepada semua orang khususnya di wilayah mayoritas non Kristen. LAI merancang terbitan khusus untuk P.I.Dalam perkembangannya istilah WASAI yang menekankan perwilayahan diganti dengan TAZI singkatan Torah (Law), Nabi (Prophets), Zabur (Psalms), Injil (Gospels) yang lebih menekankan Audience Grouping. Di Indonesia istilah WASAI lebih cocok dibandingkan dengan TAZI. 

 

77. Kenapa LAI menerbitkan Alkitab BIMK (BIS)?

      Salah satu kepedulian LAI adalah: bagaimana agar pembaca Alkitab dapat dengan mudah memahami teks yang dibacanya. Ini sesuai dengan pemahaman LAI sendiri bahwa Tuhan sendiri sesungguhnya bermaksud agar Firman-Nya dapat dipahami dengan baik oleh siapapun yang membacanya. Untuk mewujudkan kepedulian ini, LAI menerbitkan Alkitab dengan bahasa yang mudah dan sederhana menurut pola bahasa Indonesia.

        

78. Apa manfaatnya Alkitab BIMK bagi jemaat?

      Kadang-kadang, ketika membaca Alkitab dari versi yang sudah lama dikenal (LAI menyebutnya dengan Alkitab Terjemahan Baru/TB), pembaca mengalami kesulitan dalam memahami maksudnya. Ini bisa saja terjadi, misalnya karena susunan kalimat yang agak panjang atau karena kosakata yang tidal lazim. Dalam situasi seperti ini, pembaca bisa membaca teks yang sama di dalam versi BIMK yang memang dirancang untuk meminimalkan kalimat-kalimat panjang dan penggunaan kosakata yang tidak lazim. Inilah antara lain manfaat BIMK bagi jemaat.

      

79. Apa berbedaan antara Alkitab BIMK dengan Alkitab Formal?

      Sebutan lain untuk Alkitab Formal adalah Alkitab Terjemahan Baru (TB). Kedua versi Alkitab ini adalah sama-sama produk LAI dan merupakan hasil dari pemakaian metode penerjemahan yang tidak sama. Metode formal menghasilkan terjemahan formal (TB), sedangkan metode dinamis fungsional menghasilkan terjemahan dinamis fungsional (BIMK). Metode formal menekankan aspek ’form’ atau bentuk bahasa sumber, sedangkan metode dinamis fungsional menekankan aspek makna dari teks bahasa sumber.

 

80. Kenapa Lembaga Alkitab termasuk LAI perlu melakukan kegiatan penerjemahan Alkitab?

      Aslinya, Alkitab kita tertulis dalam bahasa Ibrani untuk Perjanjian Lama (sebagian kecil tertulis dalam bahasa Aram), dan bahasa Yunani untuk Perjanjian Baru. Karena Alkitab kita berasal dari ribuan tahun lalu, maka bahasa-bahasa tersebut sudah merupakan bahasa kuno dan tentu saja tidak persis sama dengan bahasa Ibrani dan Yunani modern. Tidak banyak orang yang bisa memahami bahasa Ibrani dan Yunani kuno, padahal membaca dan memahami Firman Allah dalam Alkitab adalah kebutuhan banyak orang. Nah, supaya Firman tersebut dapat dibaca dan dimengerti oleh para pembacanya di segala tempat, maka teksnya perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang dapat dimengerti. Inilah yang menjadi alasan mengapa LAI melakukan penerjemahan Alkitab.

     

81. Siapa yang berkepentingan untuk melakukan kegiatan penerjemahan Alkitab dalam bahasa daerah? Bagaimana mekanisme & prosedurnya?

      Yang berkepentingan dengan Alkitab dalam suatu bahasa daerah adalah komunitas yang menutur bahasa daerah tersebut. Oleh karena komunitas tersebut adalah bagian yang tak terpisahkan dari Gereja Tuhan yang hadir di daerah itu, maka pekerjaan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa daerah itu menjadi urusan Gereja dan komunitas itu. LAI sebagai badan logistik Gereja akan berfungsi sebagai fasilitator untuk pekerjaan ini dengan cara memberi pelatihan kepada tenaga-tenaga penerjemah yang diutus oleh Gereja. Prosedur umum adalah sebagai berikut:

  • Gereja mengingormasikan (lisan dan tertulis)  kepada LAI bahwa di daerahnya ada kebutuhan akan teks Alkitab dalam bahasa daerah tersebut.
  • LAI mempelajari informasi tersebut.
  • Dalam kerja sama dengan Gereja, LAI merancang dan menyelenggarakan lokakarya penerjemahan Alkitab.
  • Peserta lokakarya adalah mereka yang direkomendasikan oleh Gereja.
  • Dalam kerja sama dengan Gereja juga, tim penerjemahan bahasa daerah dibentuk.
  • LAI (melalui tenaga pembina penerjemahan) memberi bimbingan secara berkala kepada tim mengenai pekerjaan penerjemahan ini.
  • LAI memeriksa draft naskah terjemahan yang dihasilkan oleh tim.
  • Naskah terjemahan akan diproses untuk penerbitannya bila sudah dinyatakan layak terbit oleh pembina penerjemahan.

Oleh karena teks Alkitab bahasa daerah dipakai secara bersama oleh komunitas berbahasa daerah yang sama, maka sudah sejak awal pekerjaan penerjemahan, LAI memberi penekakan pada aspek oikumenis ini, dalam bentuk: semua gereja dari semua denominasi yang ada di daerah tersebut diajak berperan serta dalam pekerjaan ini.

     

83. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menerjemahkan Alkitab lengkap?

      Pekerjaan penerjemahan Alkitab adalah pekerjaan tim. Di sana ada  pemeriksaan dan pemeriksaan kembali oleh anggota-anggota tim. Yang juga memeriksa adalah pembina penerjemahan dari LAI. Proses ini secara keseluruhan memerlukan waktu. Untuk Alkitab lengkap, proses penerjemahan berlangsung minimal 10 tahun.

 

84. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menerjemahkan Perjanjian Baru?

      Untuk kitab-kitab Perjanjian Baru, penerjemahannya memerlukan waktu sekitar 4-5 tahun. 

 

85. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menerjemahkan Perjanjian Lama?

      Untuk kitab-kitab Perjanjian Lama yang jumlahnya lebih banyak dari Perjanjian Baru, pekerjaan penerjemahan memerlukaan waktu sekitar 5-6 tahun.

 

 

 
Next >
© 2007 Lembaga Alkitab Indonesia 2007