|
LAI Berita Terkini
|
|
Thursday, 14 June 2012 |
|
Menyeberangi Sumatra Lewat Merak
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Maz 23: 1 dan 4)
Malam telah larut. Jarum menunjuk angka sepuluh ketika mobil yang kami tumpangi sampai di pelabuhan Merak, di provinsi Banten. Antrean kendaraan demikian panjang saking banyaknya kendaraan yang mengantre hendak menyeberang ke Sumatra. Terutama truk-truk. Berbagai truk beragam ukuran berderet sambung menyambung hingga sekitar dua kilometer. Karenanya mobil-mobil yang berukuran kecil, seperti “Panther” yang kami tumpangi pun diperintahkan polisi yang mengatur lalu lintas kendaraan menuju Merak untuk memutar melalui jalan masuk yang lain.
Ternyata antrian kendaraan kecil pun panjang sekali. Sehingga kami di tengah antrean panjang tersebut, sempat keluar dari mobil berjalan-jalan menikmati suasana malam pelabuhan Merak. Mengapa pelabuhan ini disebut pelabuhan Merak? Saya tidak tahu. Apakah keindahan pelabuhan ini seperti warna-warni bulu Merak yang tersohor keindahannya? Entah juga. Yang pasti suasana pelabuhan Merak tiap harinya sangat sibuk.
|
|
Read more...
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Wednesday, 13 June 2012 |
|
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan;roh memang penurut, tetapi daging lemah."(Markus 14:38)
Jumat sore 8 Juni lalu, merupakan hari yang ditunggu-tunggu sebagian besar karyawan, karena esoknya merupakan hari libur kerja, saat beristirahat bersama k eluarga.Cuaca di luar sudah gelap, kantor LAI pun sudah mulai sepi. Namun belum semua karyawan pulang ke rumah. Begitu juga kami berempat, rombongan LAI yang Jumat malam ini justru hendak memulai perjalanan pelayanan, menyeberangi Selat Sunda menuju Sumatra. Pukul tujuh malam rombongan kami keluar dari Salemba Raya 12. Tidak langsung menuju Sumatra. Yang dituju pertama kali adalah warung makan. Mengisi cadangan energi.
Tepat ketika mobil selesai diparkir dan kami semua sudah duduk di warung makan, hujan deras tiba-tiba mengguyur langit Jakarta. Sambil makan dan menunggu hujan reda, kami asyik mengobrol tentang perjalanan yang akan kami lalui menuju Sumatra nanti. Bukan perjalanan wisata, bukan juga mencoba ketahanan mobil “Panther” terbaru yang dimiliki oleh LAI. Perjalanan ini merupakan perjalanan khusus Departemen Penyebaran LAI ke Sumatra bagian selatan untuk membuka jaringan kemitraan antara LAI dengan umat Tuhan di tempat tersebut.
|
|
Read more...
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Monday, 11 June 2012 |
|
MELACAK JEJAK CODEX SINAITICUS
Wilayah Pegunungan Sinai di masa lalu adalah bagian dari Israel kuno, namun sejak tahun 1979 secara resmi diserahkan oleh Israel kepada Mesir demi terciptanya perdamaian antara kedua negara tersebut. Gunung Sinai sekarang ini menjadi obyek wisata yang sangat ramai, setiap harinya dikunjungi ratusan hingga ribuan turis yang ingin melihat daerah bersejarah itu.
Ada dua situs yang biasanya dikunjungi oleh turis di Gunung Sinai, sebuah kapel kecil di puncak gunung yang dibangun tahun 400 M atas perintah Ratu Helena – ibu dari Raja Constantine yang masa itu berkuasa di Roma, dan Biara St. Catherine yang dibangun tahun 500 M. Kapel di puncak gunung itu dibangun untuk menandai tempat di mana Musa bertemu dengan hadirat Allah melalui semak yang menyala dan menerima Sepuluh Perintah Allah yang disampaikan untuk bangsa Israel. Saat ini bangunan kapel masih ada dan terawat dengan baik, tetapi hanya boleh dimasuki pengelola. Sedangkan Biara St. Catherine berada di kaki G. Sinai dan masih digunakan oleh pendeta-pendeta Orthodox Yunani.
|
|
Read more...
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Friday, 08 June 2012 |
EMPAT NAMA UNTUK DANAU GALILEA
Alkitab banyak sekali menceritakan Danau Galilea berkaitan dengan pelayanan Yesus bersama murid-murid-Nya, khususnya di beberapa kota seperti Galilea, Kapernaum, Betsaida, Tabgha, Genesaret, dan lain-lain. Dengan luas kira-kira 252 km2, danau itu menampung aliran air dari Sungai Yordan yang berhulu di Gunung Hermon. Karena sumber airnya dari Sungai Yordan itulah maka danau yang terletak 211 m di bawah permukaan laut itu airnya tetap tawar, tidak seperti Laut Mati yang sangat asin. Danau Galilea hingga kini menjadi sumber air utama bagi penduduk Israel dan pertaniannya.
Dalam Alkitab disebutkan tiga nama lain dari Danau Galilea, yaitu Danau Tiberias, Danau Genesaret dan Danau Kinneret. Nama-nama yang berbeda dalam Alkitab itu bisa saja membingungkan orang awam ketika membaca Alkitab atau mendengar kisah dalam Alkitab, lalu membayangkan Yesus bersama murid-Nya berada di empat danau yang berbeda. Mungkin tak semua orang tahu bahwa keempat nama danau itu sebenarnya membicarakan danau yang sama.
|
|
Read more...
|
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Wednesday, 06 June 2012 |
|
KONKORDANSI ALKITAB BAHASA JAWA
Concordantie inggih poenika serat tjoendoekan toemrap ing kitab soetji ingkang mawi basa djawi
(Pengantar Konkordansi Bahasa Jawa)
Pernahkah Anda sedemikian penasaran untuk menemukan kalimat seperti : “supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri” atau kalimat “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup” di dalam Alkitab. Mencari letak ayat yang memuat kalimat di atas sering memakan waktu. Padahal kita terkadang memerlukan secepatnya petikan-petikan ayat tersebut. Pencarian ayat tersebut akan menjadi lebih mudah jika kita memiliki konkordansi Alkitab.
Konkordansi merupakan alat bantu yang tepat untuk mencari rujukan atau letak ayat-ayat tertentu dalam kalimat dengan bantuan kata-kata kunci yang tersedia. Konkordansi sangat menolong anda sehingga nasehat yang ingin dicari, dapat anda temukan dengan cepat. Melalui konkordansi kita akan terbantu untuk mencari kitab atau surat mana saja yang memuat berbagai kata atau istilah seperti: sukacita, kasih setia, iman, Roh Allah dan ratusan kata atau istilah penting lainnya di dalam Alkitab.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 43 - 48 of 213 |