|
LAI Berita Terkini
|
|
Saturday, 02 June 2012 |
400 TAHUN ALKITAB VERSI RAJA JAMES
Akhir tahun lalu, saat Lembaga Alkitab Indonesia berjuang merampungkan pembangunan Gedung Pusat Alkitab, di Inggris dan di berbagai belahan dunia lain umat Tuhan merayakan 400 tahun terbitnya Alkitab versi Raja James, yang juga dikenal sebagai Authorized Version. Ini termasuk berbagai tayangan dokumenter di televisi dan radio, juga konferensi, ceramah, serta seminar-seminar.
Di Inggris Pangeran Charles mengetuai kepanitiaan untuk merayakan “harta nasional” yang menyandang nama Raja James I dari Inggris. Namun, bagaimana King James Version, yang terbit pada Mei 1611, mendapat tempat yang istimewa di hati orang-orang yang berbahasa Inggris?
Pada pertengahan abad ke-16, kerinduan untuk memahami isi Kitab Suci melanda seluruh Eropa. Hampir dua abad sebelumnya, John Wycliffe telah membangkitkan selera para penutur bahasa Inggris dengan terjemahan Alkitab dari bahasa Latin. Selamat dua abad berikutnya, para pengikutnya yaitu kaum Lollard, menyebarluaskan naskah Alkitab tulisan tangan ke seantero Inggris.
|
|
Read more...
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Wednesday, 30 May 2012 |
Situs Peninggalan Komunitas Essene
Daerah Khirbet Qumran tiba-tiba menjadi sangat terkenal pada tahun 1947 setelah terjadinya penemuan 7 gulungan naskah kuno Alkitab dalam sebuah gua oleh anak-anak gembala Beduin. Penemuan yang tak disengaja itu membawa berita luar biasa bagi sejarah Alkitab, dan di sisi lainnya ternyata mengakibatkan terjadinya perburuan barang langka itu oleh para antiquarian (pedagang benda antik). Maka tak heran jika di kemudian hari gulungan-gulungan naskah kuno itu ada yang ‘lenyap’ diperjualbelikan. Temuan gulungan-gulungan naskah dari Khirbet Qumran biasa disebut juga gulungan naskah Laut Mati (the Dead Sea Scrolls).
Ekskavasi atau penggalian Arkeologi yang profesional di Khirbet Qumran dilakukan pertama kali tahun 1951 oleh tim yang dipimpin Ronald de Vaux - seorang arkeolog Perancis. Tim itu berhasil menemukan lebih banyak lagi gulungan-gulungan lainnya yang tersimpan rapi dalam tempayan-tempayan dari tanah liat di dalam gua-gua yang tinggi. Hingga saat ini para arkeolog baru bisa meneliti belasan gua di sana, padahal diperkirakan seluruhnya ada empat puluh gua. Sebagian besar gua kondisinya memang sudah tertimbun reruntuhan batu saat terjadi gempa besar tahun 31 SM.
Khirbet Qumran adalah pegunungan yang terletak di utara pegunungan Ein Gedi di tepi barat Danau Laut Mati. Walaupun Ein Gedi dikenal sebagai oasis di tepi barat Danau Laut Mati - karena memiliki 2 sumber air yaitu Wadi David dan Wadi Arugot, kehidupan di Khirbet Qumran tidak menggantungkan sumber air dari kedua Wadi tersebut, melainkan memperoleh air dari Wadi Qumran. Wadi dalam bahasa Arab sama artinya dengan Nahal dalam bahasa Ibrani yaitu sebuah lembah kering yang terisi air pada musim hujan.
|
|
Read more...
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Monday, 28 May 2012 |
|
JANGAN PERNAH BERHENTI MEMBUAT SEJARAH!
Oleh: Pdt. Prof. Dr. Liem Khiem Yang
Baru-baru ini kita bersyukur boleh bersama-sama mera-yakan ulang tahun Lembaga Alkitab Indonesia ke-58. Mencapai usia 58 tahun bagi seorang manusia berarti sudah mencapai usia kedewasaan penuh. Dan memang di dalam keluarga besar lembaga-lembaga Alkitab itu, usia 58 tahun dapat juga dipandang belum seberapa, mengingat ada Lembaga Alkitab, seperti Lembaga Alkitab Inggris yang sudah berusia lebih dari 200 tahun dan mempunyai pengalaman yang luas, Lembaga Alkitab Belanda yang juga sudah berusia 198 tahun dan Lembaga Alkitab Amerika yang sudah berusia 196 tahun.
Namun jangan kita mengecilkan arti 58 tahun yang dijalani LAI melalui berbagai perubahan zaman yang cukup mengguncangkan. Bahwa LAI berhasil melalui zaman yang bergolak itu patut dibanggakan. LAI bahkan telah sangat bertumbuh selama 58 tahun itu.
Dari awal yang sangat sederhana menjadi lembaga Alkitab yang mampu mencetak Alkitabnya sendiri. Di dalam keluarga besar lembaga Alkitab tadi, suatu lembaga Alkitab yang mempunyai percetakannya sendiri ter-hitung istimewa. Di bidang penerjemahan Alkitab juga dicatat bagaimana pekerjaan yang pada awalnya harus dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli luar negeri, sekarang dikerjakan oleh tenaga-tenaga kita sendiri.
|
|
Read more...
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Friday, 25 May 2012 |
|
Petra
Kota yang Tersembunyi
Saat tiba di pegunungan Petra ingatan saya kembali ke saat usia saya memasuki angka belasan tahun, yaitu ketika pertama kali saya tahu tentang Petra dari buku yang dihadiahkan kakek saya saat. beliau kembali dari Jordania. Buku dwibahasa Inggris dan Jerman itu sangat mengesankan sehingga saya berangan-angan suatu saat ingin mengunjungi Petra.
Petra adalah sebuah kota yang tersembunyi di antara deretan pegunungan batu yang menjulang tinggi. Terletak di ujung ngarai Siq yaitu di daerah selatan Jordania. “Kota tersembunyi” itu memang terpencil jauh dari keramaian kota Amman yang terus berkembang dalam modernisasi.
Pada tahun 2007 lalu Petra dinobatkan oleh New Open World Corporation - sebuah lembaga swasta nonprofit sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Dunia hasil pilihan 100 juta orang dari berbagai negara. Enam nama lain yang terpilih yaitu Chichen Itza di Yucatan (Mexico), Christ the Redeemer di Rio de Janeiro (Brazil), The Great Wall di China, Machu Pichu di Cuzco (Peru), The Roman Colloseum di Roma (Italia), Taj Mahal di Agra (India).
Kota Petra dikenal juga dengan nama the Red Rose City karena deretan
pegunungan batunya yang menjulang tinggi itu terbentuk dari
lapisan-lapisan batuan granit merah kehitaman yang sangat indah.
|
|
Read more...
|
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Wednesday, 23 May 2012 |
|
KALENDER DAN PERAYAAN YAHUDI
Kalender di Dunia Kuno
Sama seperti di bagian lain Timur Dekat kuno, orang Israel mengembangkan suatu kalender yang didasarkan pada siklus tahunan matahari dan siklus bulan. Tahun dibagi ke dalam dua belas bulan, berdasarkan pengamatan bahwa siklus bulan berubah dua belas kali selama satu tahun. Jumlah hari pada tahun kamariah (lunar/berdasarkan bulan) kira-kira sebelas hari lebih pendek daripada tahun surya (solar/berdasarkan matahari), sehingga orang
Israel secara berkala menambahkan satu bulan pada kalender mereka untuk menjamin bahwa semua hari raya mereka jatuh pada waktu yang diharapkan sesuai de¬ngan musim dan siklus pertanian (menanam dan menuai).
Pada tahap awal sejarah Israel, tahun dimulai pada bulan ketujuh (sekitar panen musim gugur). Di kemudian hari, tahun dimulai pada musim semi pada bulan pertama sesudah hari ketika siang dan malam sama panjangnya (satu atau dua kali dalam satu tahun).
Namun, waktu lebih sering diukur dengan musim daripada dengan nama bulan. Tahun dibagi atas musim kering (April-September) dan musim penghujan (Oktober-Maret). Lalu dibagi lagi menjadi waktu menanam gandum (November-Desember) dan waktu panen (April-Juni). Waktu juga diukur dengan kegiatan pertanian yang dilakukan pada bulan-bulan khusus. Contohnya, gandum dipanen pada bulan Maret dan April, anggur dipanen pada bulan Juni dan Juli, dan buah musim panas dipetik pada bulan Agustus dan September.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 49 - 54 of 213 |