NewsDonationShopAbout Our SocietyContact UsLink
Main Menu
Home
Biblika
Library
Email Today
News
FAQs
Shop
Alkitab Web
Guest book
Shop
Bible Testament Bible Portion
Live Support
LAI Info

IT Administrator Web

Product LAI Info






Lost Password?
No account yet? Register
Hit Counter

Who's Online
We have 12 guests and 2 members online
  • cqsuwnus
  • kvnikeno8kj
Polling
Seberapa sering anda membaca Alkitab?
 
Berapa lama waktu yang anda perlukan setiap kali membaca Alkitab
 

Random Bible Verse
DVD Alkitab Audio E-mail
Penyebaran
Friday, 15 February 2013
dvd_alkitab_audio.jpg
 
Pembaca Baru Alkitab Sanggau E-mail
LAI Berita Terkini
Friday, 25 January 2013

Pelaksanaan Program Pembaca Baru Alkitab LAI 2013 di Sanggau.

Sanggau merupakan salah satu kabupaten tertua di pulau Kalimantan Barat. Kota Sanggau berjarak 200 km dari Pontianak dan dapat ditempuh dengan jalanku.jpgwaktu 5 jam perjalanan darat karena masih kurang lebih 70 km jalannya masih rusak. Jumlah Penduduk kota Sanggau diperkirakan  419.555 orang, sebagian besar dari mereka adalah Katolik dan Kristen dan tersebar di 15 kecamatan. Mata pencaharian terbesar adalah bekerja sebagai petani karet dan perkebunan kelapa sawit, atau ke  hutan mencari kakao dan lada serta tadah hujan petani. Menurut data dari Departemen Pendidikan Nasional data (2009), masih ada sekitar 17,769 orang di daerah ini yang masih buta huruf yang tersebar di ke 15 kecamatan tersebut.

Sesuai dengan visi dan misi LAI untuk membantu umat berinteraksi dengan Tuhannya, maka setelah menyelesaikan program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) dan Pembaca Baru Alkitab (PBA) di Palu dan Donggala pada tahun 2012, tahun 2013 LAI melanjutkan progam yang sama di kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Read more...
 
Kesaksian PBA Donggala E-mail
LAI Berbagi Kasih
Friday, 25 January 2013
Peluang mencari pekerjaan lebih luas

Kisah yang tidak kalah menariknya juga diperoleh dari salah seorang Warga Belajar (WB) di Dongi-dongi yang bernama Eflison. Nama WB tersebut 
eflison_a.jpg
mulai menarik perhatian saya ketika diadakannya lomba “Buka Baca Cepat Alkitab” bagi kelompok belajar di Palolo – Dongi-dongi. Kegiatan lomba ini diikuti oleh 1 orang perwakilan WB dari masing-masing kelompok belajar. Dalam lomba tersebut, Eflison menjadi juara I dengan mengumpulkan nilai sebesar 1500 sementara juara 2 saat itu hanya mampu mengumpulkan nilai sebanyak 700. Awalnya saya sempat curiga ketika melihat dia yang begitu cekatan dan cepat membuka serta membaca Alkitab. Saya berpikir jangan-jangan dia ini sebelumnya memang sudah mahir membaca dan tidak buta huruf. Namun, setelah diselidiki ternyata kecurigaan saya salah. Eflison justru salah seorang WB yang awalnya buta huruf (tidak bisa membaca sama sekali) namun sekarang sudah bisa membaca.
“Saya sangat senang dengan dia” (baca: Eflison), ungkap Bapak Arifin yang saat ini menjadi tutornya Arifin. “Diantara WB lainnya dia inilah yang paling menonjol; baik semangatnya untuk belajar, keaktifannya di kelas, maupun kehadirannya dalam kegiatan belajar. Dia jarang sekali absen (tidak hadir) saat kegiatan belajar. Saya perhatikan, dalam kegiatan pemuda di gereja, dia juga tambah semangat dan tambah aktif dari sebelumnya. Makanya saya tidak ragu kalau dialah yang akan mewakili kelompok kami untuk mengikuti perlombaan ini”, tutur Pak Arifin.
Read more...
 
Kesaksian PBA Donggala E-mail
LAI Berbagi Kasih
Monday, 21 January 2013
Saya sudah mahir berhitung 
 
Bekerja dan mengurus keluarga tidak membuat Ibu rumah tangga yang dikarunia 3 orang anak ini patah semangat untuk terus belajar. Sejak Program 
ibu_ulia_a.jpg
Pembaca Baru Alkitab (PBA) dimulai bulan Maret 2012, Ibu Ulia termasuk warga belajar yang aktif dan rajin mengikuti kegiatan belajar hingga saat ini. Dari penuturannya, beliau mengatakan bahwa dulu ia sempat sekolah. Namun karena jarak sekolah dengan tempat tinggalnya cukup jauh ditambah lagi pemahaman yang sangat kurang akan pentingnya sekolah membuat dirinya hanya bisa bertahan hingga kelas 1 SD. 
“Dulu saya sempat sekolah sampai kelas 1 SD. Tapi karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh ditambah lagi orang tua dulu tidak terlalu mengedepankan untuk ke sekolah jadinya saya cuma tau membaca abjad (baca: huruf) sementara untuk merangkai-rangkai huruf tersebut saya masih belum bisa.”
Pengalaman masa lalu Ibu Ulia tersebutlah yang akhinya mendorong dirinya untuk ikut dalam program PBA LAI. Di tengah-tengah kesibukannya di kebun, ia selalu menyempatkan dirinya untuk mengikuti kegiatan belajar. Satu hal yang menjadi kerinduan Ibu Ulia yakni melalui Program PBA ini dia bisa membaca. Kini, kerja keras Ibu Ulia telah membuahkan hasil. Apa yang dirindukan selama ini akhirnya tercapai. Meski belum lancar namun, beliau tetap rajin latihan membaca dan menulis.

Read more...
 
Paket untuk Panti Asuhan E-mail
Proyek Penyebaran
Sunday, 20 January 2013
Berbagi Kasih kepada Anak-anak di Panti Asuhan 
 
“Namanya Tony (bukan nama sebenarnya), ia berusia 4 tahun ketika dibawa ke sini,” demikian pengakuan seorang pengasuh/pembina dari Panti 
panti_asuhan.jpg
Asuhan yang kami kunjungi di kota Makassar pada tahun 2010. Tony meng alami trauma yang luar biasa saat mendengar kata mama. Seorang mama pada umumnya dikenal sebagai seorang yang penuh kasih sayang dan tempat perlindungan bagi seorang anak. Namun hal ini tidak dialami oleh Tony. Ia justru sering mengalami penganiayaan dari mamanya. Hal ini terjadi karena sang mama sakit hati atas perlakukan suaminya. Sakit hatinya dilampiaskan kepada sang anak. Saat kami bertemu, Tony telah masuk ke sekolah dasar. Dengan perlakuan kasih yang diterimanya dari para pengasuh, perlahan trauma Tony mulai terobati. Ia tidak lagi ketakutan saat mendengar kata mama.
 
Lain lagi kesaksian Nina (bukan nama sebenarnya - red), anak binaan salah satu panti asuhan tunanetra yang kami datangi di kota Medan pada Oktober 2010. Sejak lahir ia tidak bisa melihat, namun baginya hal tersebut bukan menjadi halangan untuk terus belajar. Tidak perlu kecil hati dengan kondisi yang ada, katanya. Saat itu Nina tercatat sebagai salah satu mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi di kota Medan. Dengan kondisi tidak bisa melihat, siapa sangka Nina selalu berangkat sendiri dengan menggunakan kendaraan umum dari panti asuhan menuju kampusnya demi mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru. Nina memiliki keinginan besar untuk berbagi ilmu untuk rekan-rekannya sesama tunanetra.
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 7 - 12 of 212
© 2007 Lembaga Alkitab Indonesia 2007