Jalan Tuhan Begitu Lurus. Tapi Sayang, Kelemahan, Keserakahan, Dan Kesombongan Manusia Kadang Membuatnya Berbelok Tidak Karuan.

  • 124
    Shares

title

Mengikut Yesus seperti domba mengikuti gembala, yang tidak pernah bertanya ke mana arah dan tujuan, juga tidak pernah memprotes, karena mereka percaya ke mana gembala menuntun di situlah tempat terbaik bagi mereka.

Allah menunjukkan diri-Nya sebagai penuntun jalan yang dapat dipercaya dan diandalkan kepada hamba Abraham. Sejak semula Abraham telah memesankan kepada hambanya itu bahwa Allah-lah yang akan menuntunnya dengan mengutus malaikat-Nya (27:7) agar ia dapat menemukan istri bagi Ishak, dan hamba itu taat. Ia tidak menyimpang dan mencari jalannya sendiri, melainkan mempercayakan perjalannya itu kepada Allah Abraham (24:12-14). Ia tidak melakukan apa yang tidak dikenan oleh tuannya (24:3,5-6,8).

Sahabat Alkitab, kita semua tahu bahwa jalan yang ditunjukkan Tuhan bagi kita adalah jalan yang terbaik karena di sanalah ada kehidupan dan pengharapan, namun kerap kita mengambil jalan kita sendiri dengan tidak lagi mengindahkan Allah. Kita merasa berkuasa menentukan jalan sendiri, dan merasa tahu bahwa itu yang terbaik, hingga pada akhirnya kita berjalan semakin jauh dari Allah dan tersesat, lalu hilang. Kelemahan, keserakahan, dan kesombongan kitalah yang membuat kita menyimpang dari jalan Allah. Marilah kita belajar dari hamba Abraham itu, yang dengan rela meletakkan "pengetahuan"nya, kehendaknya, ide-idenya, rencananya, dan seluruh hidupnya pada kehendak Allah dan kehendak tuannya. Sebab ia sadar bahwa dia adalah seorang hamba.

Selamat Pagi. Berhentilah dari berlagak tahu, padahal kita tidak pernah tahu, tanggalkanlah keangkuhan dan ego. Serahkan semuanya kepada Allah dan nikmatilah berjalan dalam perjalanan bersama-Nya.   

Salam Alkitab Untuk Semua