Malas Tidak Mempergunakan Peluang

Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu? (Yos 18:3)

Dalam banyak kesempatan keliling pedalaman Indonesia dalam rangka tugas atau pelayanan, saya melihat banyak keluarga yang kurang – jarang makan sayur atau buah, padahal mereka punya lahan (termasuk pekarangan) yang bisa ditanam sesuai kebutuhan. Di sisi lain, banyak waktu terbuang untuk hal-hal yang produktif. Duduk berjam-jam setiap hari di warung (kedai) hanya untuk sekedar nongkrong. Ada yang makin miskin ke generasi berikutnya, karena tanah yang dipunyai dijual dan dibagi-bagi menjadi warisan. Banyak orang pendatang yang lebih rajin dan tekun, menjadi tuan tanah baru.

Ayat di atas adalah bagian dari teguran nabi Yosua kepada bangsa Israel. Tuhan akan memberikan satu tanah untuk mereka duduki. Melalui cara yang panjang dan berliku, Tuhan menolong mereka untuk menduduki tanah tersebut. Tapi mereka sering malas dan melakukan hal-hal yang sesuai keinginan hati semata. Mereka sering malas untuk melakukan tugas dan tanggung jawab yang sudah Tuhan tetapkan bagi mereka.

Dalam situasi lain, Tuhan sudah memberikan peluang (kesempatan) kepada masing-masing kita. Ada yang diberikan pekerjaan yang sudah susah payah dicari. Ada yang diberikan suatu jenis dagang / bisnis yang tidak semua orang memilikinya. Apakah kita sudah rajin melakukan pekerjaan / usaha kita? Atau kadang bermalas-malasan dengan berbagai alasan. Pergunakan setiap peluang yang sudah Tuhan berikan. Di tengah kompetisi yang terus makin ketat, pemalas akan selalu tersisih.[us]