Menabur Kasih Berbagi Kabar Baik

Perjalanan Program Satu Dalam Kasih DI Lamandau dan Sekitarnya, Kalimantan Tengah

_abs0172Pada Hari Senin, 26 September 2016 rombongan TIM LAI berangkat dari Jakarta menuju Pangkalan Bun pukul 10.00 dan tiba sekitar pukul 11.15 WIB di Bandara Udara Iskandar, Pangkaalan Bun disertai dengan rintik hujan . Tidak berapa lama kemudian kami dijemput oleh ketua Resort GKE Nanga Bulik Ibu Pdt Guste beserta adik Iparnya Ibu Guste lah yang akan mendampingi kami selama pendistribusian Alkitab berlangsung. Tanpa berlama-lama di bandara kami langsung menuju ke rumah makan Kita Jua untuk mengisi perut karena sudah waktunya makan siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Nanga Bulik yang memakan waktu sekitar 2 jam. Sekitar pukul 16.00 kami tiba di Nanga Bulik dan langsung menuju ke Penginapan Putri Tunggal. Setelah itu kami mempersiapkan diri untuk bergegas ke Gereja GKE untuk persiapan pengiriman Alkitab ke Lokasi Distribusi yang telah direncanakan akan dibagi ke 7 tempat titik penyerahan Alkitab. Pertama yang dilakukan adalah membagi Alkitab sesuai kebutuhan di masing-masing titik penyerahan karena Alkitab ini diangkut menggunakan truk ke masing-masing daerah. Pengiriman Alkitab pertama yang diangkut ke Merambang dan Bayat. Sebelum pembagian alkitab selesai kami diundang untuk makan malam di acara syukuran atas 40 hari setelah kematian salah satu keluarga jemaat Nanga Bulik. Pukul 23.00 Seluruh Alkitab sudah dipisahkan sesuai dengan titik lokasi penyerahan. Hari kedua berada di Nanga Bulik, ketika hari masih pagi Tim LAI didampingi oleh Ibu Guste menyusuri Pasar Nanga Bulik melihat aktivitas warga setempat dan mengambil dokumentasi pemandangan yang ada di Nanga Bulik salah satunya disana terdapat monument Bundaran Rusa, konon katanya daerah Nanga Bulik banyak terdapat rusa yang berkeliaran bebas. Dikarenakan pendeta masing-masing gereja GKE Resort Nanga Bulik tidak dapat berkumpul pada waktu yang disepakati untuk menyerahkan Alkitab Edisi Studi dikarenakan jadwal pelayanan di gereja masing-masing, maka Ibu Guste mengundang secara pribadi masing-masing pendeta yang melayani seluruh GKE Resort Nanga Bulik bisa hadir hari Selasa, 27 Sept 2016 pukul 13.00 di ruangan Pastori Resort GKE Nanga Bulik untuk menerima langsung Alkitab Edisi Studi tersebut. Sehingga penyerahan Alkitab pertama dilakukan kepada seluruh Pendeta yang melayani di GKE Resort Nanga Bulik. Selanjutnya pukul 16.00 WIB kami membagikan Alkitab untuk non GKE di gereja GSJA Nanga Bulik. Sekitar pukul 21.30 Truk yang mengantarkan Alkitab ke Merambang dan Bayat kembali ke Nanga Bulik untuk mengangkut Alkitab yang akan disebarkan ke Tapin Bini, Kinipan, Jemuat dan Kudangan. Dikarenakan hari sudah larut malam dan tidak ada orang yang bisa dimintai tolong angkut alkitab ke truk maka tim LAI dan Ibu Guste menggunakan gerobak dorong mengangkutnya ke truk. Sekitar pukul 23.30 WIB selesai pengangkutan Alkitab ke truk untuk dibawa ke titik pembagian Alkitab. Tibalah saatnya pembagian Alkitab di titik pertama yaitu di desa Merambang sekitar pukul 10.00 kami tiba di gereja GKE Resort Merambang disambut dengan pemberian kalung dari jemaat GKE Merambang beserta anak sekolahnya berbaris untuk bersalaman. Selanjutnya digereja dibuatkan tata ibadah singkat untuk serah terima alkitab diakhiri dengan paduan suara sekolah minggu menyanyikan lagu “Riam Tamilahan”. Perjalanan selanjutnya menuju ke Bayat yang memakan waktu hampir 4 jam dari Merambang melewati Kebun Sawit. Sesampainya di Bayat, kami disambut oleh Pdt Rusminince dan langsung berkumpul dengan Jemaat yang sudah menantikan pembagian Alkitab. Setelah itu, kami makan malam bersama.

Pada hari ketiga tanggal 29 September 2016, tim menuju Tapin Bini didampingi oleh Bapak Jonson dan bapak Andreas Nahan yang merupakan supir “Tahi” selama perjalanan pendistribusian alkitab. Sesampainya di Tapin Bini kami disambut oleh Pdt Brita Selvia beserta Jemaat lainnya. Selanjutnya Jemaat Tapin Bini menyediakan makan siang bersama Jemaat setelah pendistribusian Alkitab. Perjalanan selanjutnya menuju Kinipan yang merupakan tempat titik penyerahan di daerah kecamatan Batang Kawa. Sesampainya di Kinipan Tim disamput oleh Damang ( ketua Adat Dayak Tomuan) dengan acara “Potong Pantan” diberikan pakaian adat untuk dipakai dan memotong kayu sebelum melangkah memasuki desa tersebut selanjutnya diberikan minuman tuak serta menari bersama dengan tarian “ Tarian Kanjan” artinya Selamat datang Sahabat. Pendistribusian Alkitab di Kinipan ini dilakukan bersamaan dengan adanya tim Baksos Kesehatan mengadakan pemeriksaan Kesehatan dan program KB secara Gratis dengan Tim Dokter Ayu Indra Rumpa dan Bapak Binsar Sinaga. Seluruh Tim Menginap di Kinipan dan malam harinya setelah makan malam bersama, warga Kinipan menyiapkan acara adat lagi dengan nama “kobat Tongang”. Kobat tongang merupakan ritus yang dilakukan dalam acara penyambutan tamu yang datang. Biasanya acara ini dilakukan terutama pada tamu-tamu penting atau orang yang baru pertama kali datang ke kampung ini. Maksud dan tujuan diadakan kobat tongang ini adalah supaya si tamu dapat diterima dengan baik dan tidak mendapat ganggunan apapun. Melewati acara kobat tongang, si tamu telah diikat menjadi bagian dari warga kampung yang harus dihargai dan dihormati. Jadi, siapapun yang berlaku tidak baik kepada tamu ini akan dikenakan sanksi adat. Proses Kobat Tongang ini membuat kami sangat bersyukur dapat diterima dengan baik di desa Kinipan ini. Pagi harinya kami langsung bergegas menuju desa Jemuat dimana harus menempuh perjalanan dengan menggunakan “Klotok” perahu dengan mesin motor selama kurang lebih 2.5 jam perjalanan menyusuri sungai disertai Riam. Perjalanan ini tidak ada pilihan lain selain melewati sungai karena belum dibangun prasarana jalur darat untuk menghubungkan ke 3 desa yaitu Desa Karang Mas, Desa Kina, dan Desa Jemuat. Sesampainya di Jemuat kami disambut oleh Kepala Desa beserta keluarga Desa Jemuat. Kebetulan di Jemuat ada pernikahan warga setempat sehingga kami diundang untuk makan siang bersama sebelum melakukan penyerahan Alkitab. Setelah selesai santap makan siang Tim LAI diajak Jemaat untuk ke gereja dan memberikan Alkitab selanjutnya Tim Baksos dan KB pun melaksanakan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Acara di Jemuat selesai dan kami berencana langsung kembali ke Kinipan untuk besok harinya pendistribusian alkitab di Kudangan. Tetapi kondisi salah satu pengemudi Klotok kami yaitu Kakak dari Pdt Guste sudah tidak jelas penglihatannya sehingga kami terpaksa bermalam di Desa Karang Mas dengan menumpang di rumah salah satu Jemaat dan Mantan Kepala Desa Karang Mas. Suasana Karang Mas tidak ada aliran Listrik dan pedagang makanan sehingga tim yang bermalam tidak ada makan malam selain karena dadakan dan tuan rumah pun tidak ada persediaan makanan apapun. Tetapi kami semua tetap bersukacita dan bersenda gurau saling bercerita sampai tidur terlelap dengan tempat ala kadarnya saja.

_abs0746Pagi harinya kami langsung bergegas pulang menaiki klotok dan langsung menuju Kudangan. Kami tiba pukul 09.00 lebih cepat dari jadwal yang telah disepakati bersama Jemaat Kudangan. Sehingga untuk menghabiskan waktu, kami berkeliling menuju perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah serta singgah di Sei Tonga untuk membersihkan diri dan cuci muka. Selanjutnya penyerahan Alkitab di Kudangan berjalan dengan baik walaupun Jemaat yang hadir tidak ramai dikarenakan berbarengan dengan diadakannya pemilihan kepala desa di seluruh kecamatan Delang. Namun Anak sekolah banyak yang hadir dan memberikan kesaksian pujian. Pukul 14.00 WIB tim kembali ke Nanga Bulik dan sesampainya di Nanga Bulik kami mendapat informasi bahwa istri Pak Andreas Nahan masuk ke rrumah sakit, sehingga kami langsung menjenguk beliau dan mengadakan doa bersama untuk kesembuhan istri Bapak Andreas. Selanjutnya kami kembali ke Penginapan untuk beristirahat persiapan untuk pendistribusian terakhir di GKE Nanga Bulik. Tanggal 2 Okt 2016, tim mengikuti Ibadah perjamuan kudus terlebih dahulu kemudian di sela ibadah ada sesi perkenalan TIM LAI dilanjutkan dengan menyerahan secara simbolik kepada perwakilan jemaat GKE yang dijadwalkan menerima Alkitab di GKE Nanga Bulik. Setelah ibadah selesai dilanjtukan dengan penyerahan langsung Alkitab anak, Komik dan Paket Sekolah Minggu ke Sekolah Minggu GKE Nanga Bulik, serta sekolah minggu memberikan kesaksian Pujian berupa Paduan Suara Sekolah Minggu. Sekilas anak-anak diceritakan tentang Marry Jones dan ada sesi tanya jawab seputar Alkitab.

Akhirnya Perjalanan SDK sudah selesai dan rombongan LAI langsung ke Pangkalan Bun untuk menginap satu malam dan besok tanggal 3 Okt 2016 kembali ke Jakarta dengan menggunakan maskapai Kalstar sekitar pukul 10.00 dan tiba di Jakarta sekitar pukul 12.15 WIB.[sb]