Merasa Berkuasa, Sudah Salah Masih Marah Pula

Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. (Ams 22:8)

Seorang pria usia 60 tahun bergelar S1, S2 dan S3 menampar tukang parkir di Gandaria City Jakarta. Lalu mengancam pakai pistol, memaksa tukang parkir menyembah bahkan mencium kakinya. Lalu menembak pistol ke langit-langit parkiran. Apa penyebabnya? Dia marah mobilnya ditagih uang parkir Rp 5.000,-. Dia yang memakai mobil dinas tentara istrinya, merasa bahwa tidak perlu bayar parkir karena mobil tentara. Petugas jawab bahwa tidak bisa seperti itu, karena jika sudah masuk parkir dan diberikan tiket, harus bayar pas keluar. Sekarang dia ditahan polisi dan dihujat banyak orang. Ingin curang, marah dan akhirnya menuai bencana.

Ayat di atas berkata orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana dan tongkat amarahnya akan habis binasa. Banyak orang yang berkuasa (atau merasa berkuasa) ingin berbuat curang. Karena pakai mobil dinas dari negara, yang sudah dibeli dengan uang rakyat. Lalu ingin didahulukan dan bahkan melawan arus di jalan. Klakson sana sini, gedor mobil orang lain. Merasa berhak untuk diprioritaskan. Jika terhalang, marah dan bahkan mengacam orang lain. Padahal presiden yang berkuasa saja sudah memberikan contoh tidak ‘nguing-nguing’ dan sopan kepada pengguna jalan lain.

Sejarah mencatat bahwa orang-orang arogan, sombong dan curang akan menerima akibat pada waktunya. Mungkin saat ini dia selamat karena masih berkuasa. Tapi kelak dia akan menerima akibat setelah pensiun atau tidak berkuasa lagi. Ada juga yang akhirnya tergelincir dan kena batunya bahkan saat masih berkuasa. Bagi siapapun kita yang saat ini memegang kuasa di perusahaan, organisasi atau negara. Jangan mentang-mentang, terutama kepada “orang kecil”. Jadilah orang baik dan benar yang berlaku jujur dan adil kepada sesama manusia.Tuhan membimbing kita.[us]