Minta Petunjuk, Taat Melakukan atau Pembenaran?

Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya. (Maz 119:35)

Seorang wanita heran dengan temannya yang sering meminta saran atau petunjuk saat menghadapi permasalahan. Hal ini dikarenakan teman tersebut selalu saja melakukan kemauannya sendiri. Dari pengamatannnya, teman itu hanya mencari pembenaran (dukungan) untuk sikap yang sudah ditetapkan dari semula. Dia merasa sah dan benar jika saran yang diberikan sesuai maunya. Tapi jika berbeda, dia tidak akan peduli atau melakukannya. Wanita itu akhirnya mengambil kesimpulan “Buat apa saya memberi saran atau petunjuk, jika hanya untuk pembenaran jika sesuai maunya dia saja ?”

Ada orang yang mengikut dan meminta Tuhan dengan pola pikir seperti kisah diatas. Meminta petunjuk Tuhan dengan memilih-milih sesuai hal yang dia sukai atau kemauannya. Hal itu terlihat dari respon dia saat mendengar suatu kotbah atau renungan. Ada yang sangat tertarik jika tema tentang hidup sukses dan makmur mengikut Tuhan, akan tetapi langsung malas jika topik menyangkal diri jika ikut Tuhan. Sikap yang sama juga terlihat saat membaca Alkitab, ada yang memilih-milih bagian favorit saja sesuai dengan selera yang menyenangkan hatinya.

Pemazmur mengingatkan kita untuk hidup menurut petunjuk perintah Tuhan. Dengan hati terbuka kita mau membaca atau mendengar apa yang Tuhan inginkan dan lakukan dengan taat. Bukan memilih-milih bagian yang kita suka atau sesuai selera kita. Seperti petunjuk pengobatan atau terapi dari dokter, tidak selalu enak untuk dilakukan, tapi itu demi kebaikan kita. Tuhan tidak akan memberi petunjuk yang akan mencelakakan kita, walau mungkin kita harus kehilangan rasa nyaman saat melakukannya.[us]