Rendah Hati

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Luk 14:10-11)

Pernah dengar kisah, bagaimana sibuknya pegawainya mempersiapkan segala sesuatu untuk petinggi di sebuah perusahaan. Bahkan jika ada acara di satu hotel, karyawan yang jadi panitia ada yang masuk ke kamar beliau dulu untuk memeriksa tidak ada nyamuk dan hal lain yang tidak beres. Kenapa begitu? Karena sering marah jika layanan terhadap dirinya kurang bagus. Beliau selalu minta dilayani yang terbaik. Apa akibatnya? Orang melayani dia karena takut, bukan hormat atau kasih. Begitu dia pensiun orang pada mencemooh dan melupakannya.

Ayat di atas adalah bagian dari pengajaran Tuhan Yesus tentang meninggikan atau merendahkan diri. Orang yang tinggi hati, pada akhirnya akan jatuh dan direndahkan. Tetapi orang yang rendah hati, dia akan diangkat dan dihargai oleh orang lain. Waktu akan berjalan dan berproses untuk membuktikan hal tersebut. Untuk orang yang tinggi hati, pengakuan yang didapat karena jabatan itu semu, dan hilang lenyap begitu tidak punya jabatan lagi. Atau karena masih punya harta, orang diam dan takut tapi sesungguhnya tidak suka.

Tetap orang rendah hati, dia akan dicintai karena kepribadiannya. Ada orang kaya yang rendah hati, ada pejabat yang rendah hati, ada orang pintar yang rendah hati. Tetapi dia disukai bukan karena jabatan, harta atau kepintarannya, namun karena pribadinya yang rendah hati. Andaikan semuanya itu berlalu, maka orang akan tetap mengenangnya sebagai orang baik. Apa yang mau disombongkan dalam hidup ini? Rendah hati itu jauh lebih nyaman dan nikmat dan baik buat orang lain dan kita sendiri. [us]