Tertusuk Hati

Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu. (Kis 5:33)

Banyak kasus pembunuhan terjadi hanya karena hal sepele. Seorang bekas sopir membunuh majikannya karena ketika dia datang untuk meminjam uang, tidak diberikan malah dimaki dan dihina. Bekas sopir pulang dengan hati yang tertusuk dan ingin membalas dendam. Lalu beberapa waktu kemudian dia datang dan terjadilah pembunuhan itu. Hati tertusuk bisa karena dua hal. Memang satu pihak yang bicara terlalu keras dan tidak pas, atau memang si pendengar yang terlalu sensitif dan mudah tersinggung.

Ayat di atas adalah bagian dari kisah para rasul diadili di depan Mahkamah Agama. Mereka dilarang untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus Kristus, karena menurut mereka hal itu menimbulkan keonaran. Lalu para rasul memberikan jawaban mengapa mereka melakukan hal tersebut. Penjelasan rasul tersebut menyakiti hati mereka, dan timbul keinginan utuk membunuh para rasul.

Tertusuk hati bisa terjadi karena dua faktor dari sisi yang berbicara atau yang mendengar. Bisa jadi yang bicara sudah baik dan benar, tapi pihak pendengar yang memang tidak benar sehingga hatinya tertusuk. Tapi bisa jadi sebaliknya. Karena itu mari kita belajar untuk menjaga perkataan supaya baik dan benar, mencegah orang hatinya tertusuk. Tetapi sebaliknya, mari kita menjaga hati agak jangan terlalu sensitif dan sangat mudah tertusuk. Hati yang tertusuk itu bisa berbahaya jika tidak dikendalikan. Tuhan menuntun kita.[us]

Tinggalkan Balasan