Tuhan, Bagi Orang-orang Dunia Kami Ini Memang Bukan Apa-apa. Tetapi Bagi-Mu Ya Tuhan, Kami Amat Sangat Berharga.

  • 116
    Shares

title

Orang yang sakit jelas membutuhkan dokter, lalu mereka mencarinya. Sebaliknya, Yesus mencari dan menyembuhkan mereka yang sakit.

Karena tersinggung dengan kebenaran perkataan orang yang tadinya buta itu, mereka malah "menjauhkan"-nya dari Allah dengan melarangnya untuk memasuki rumah ibadat. Semasa tidak dapat melihat ia mungkin jarang memasuki rumah ibadat, ia menjadi terpinggirkan oleh lingkungan sosial hingga mnjadi pengemis. Ketika telah dapat melihat, ia tetap tidak dapat memasuki rumah ibadat, ia mengalami "pengucilan rohani" oleh para pemimpin agama Yahudi, kelompok agamais yang harusnya merangkul orang-orang yang termarginalkan. Hukuman yang merampas dan menghilangkan keberadaan dirinya sebagai makhluk yang ber-Tuhan dan beragama. Mendengar itu Yesus datang kepadanya, mengangkat, dan memberikannya kembali nilai sebagai seorang manusia yang rohani.

Sahabat Alkitab, menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk menanggung penderitaan, pengucilan, diskriminasi, oleh karena itulah bagian dari salib yang harus kita pikul. Karena salib memang adalah lambang penderitaan. Di salib, harkat Yesus sebagai manusia dilucuti dan dilecehkan. Jika Yesus diperlaukan seperti demikian, maka kita pun sebagai pengikut-Nya akan mengalaminya juga. Jika karena Yesus kita diperlakukan buruk oleh dunia, maka berbahagialah karena Kristus memandang kita berharga. Ia menerima kita sebagai anak-anak yang dikasihi dan berharga di mata-Nya. Seperti buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya, dan sumbu yang telah pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.

Selamat Pagi. Percayalah bahwa jika dunia menolak kita karena nama Yesus, maka Dia akan memilih kita untuk memalukan dunia.

Salam Alkitab Untuk Semua