Berbagai Bentuk Sastra dalam Alkitab

Sebagian besar buku memiliki satu katagori bentuk penulisan sehingga buku tersebut hampir selalu dapat menentukan jenis penulisan apa yang dipakai. Alkitab dijilid sebabagai sebuah buku  besar, tetapi sebenarnya Alkitab berasal dari berbagai bentuk penulisan sastra yang berbeda-beda. Hal ini justru membuat Alkitab tidak hanya menantang namun juga menarik untuk dibaca.

Saat mempelajari buku-buku yang ada di dalam Alkitab, adalah penting untuk tidak hanya melihat isi atau informasinya saja, namun juga bentuk penulisan sastra yang digunakan oleh penulisnya. Bentuk sastra yang dipakai dalam penulisan kitab itu sendiri akan lebih memperjelas informasi apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Sebagai contoh dalam Perjanjian Baru; Lukas 2:1-10 yang bercerita tentang peristiwa kelahiran Yesus, disana dijelaskan secara detail tentang peristiwa kelahiran itu sendiri. Sedangkan untuk peristiwa yang sama, Injil Yohanes tidak menggunakan bentuk cerita namun  memulainya dengan bentuk puisi (Yoh. 1:1-14), yang menunjuk Yesus sebagai “Firman” dan “terang dunia” yang menjelma menjadi “manusia”. Bagaimana kedua bentuk penulisan sastra ini bisa mempengaruhi pemikiran kita tentang Yesus? Mengapa penulis Injil-Injil ini memberi penekanan pada aspek yang berbeda tentang kelahiran Yesus dan identitasnya? Melihat pada cara seorang penulis dalam memilih bentuk penulisan untuk menyampaikan informasi dapat membuka jalan bagi cara-cara pemahaman yang baru dalam memahami isi Alkitab. Alkitab memiliki banyak bentuk-bentuk sastra dalam hal penulisannya. Di dalam Alkitab terdapat hukum dan peraturan-peraturan, sejarah, puisi dan syair, kata-kata bijak dan peribahasa, ajaran, surat, dan tulisan-tulisan yang berisikan wahyu. Namun yang paling penting dari bentuk-bentuk itu adalah prosa naratif, doa-doa, perumpamaan, ramalan, dan silsilah.

Bentuk-bentuk Penulisan Sastra di Keseluruhan Alkitab

Hukum-hukum dan Peraturan

Lima kitab pertama dalam Perjanjian Lama (PL) membentuk bagian yang disebut hukum “Taurat”. Tidak semua bentuk sastra dalam kitab ini memuat tentang hukum-hukum. Hukum-hukum yang berlaku meliputi larangan (“Jangan…”) dan perintah (“lakukan…”) yang diberikan kepada bangsa Israel supaya mereka menyembah Tuhan dengan benar dan memperlakukan sesama dengan hormat dan kasih. Hukum yang paling terkenal dalam Alkitab adalah Sepuluh Hukum Tuhan yang terdapat dalam Keluaran 20:1-17, yang juga terdapat dalam beberapa kitab lainnya.

Sejarah

Dalam Perjanjian Lama, banyak tulisan yang bercerita tentang sejarah bangsa Israel mulai darai tanah Kanaan pada tahun 1250 SM sampai pada kejatuhan Yerusalem pada tahun 587 SM. Buku ini menjelaskan tentang kegiatan  beberapa orang penting seperti nabi Elia dan Eliza, Raja-raja Israel dan Yudea, termasuk Raja Daud dan Raja Salomo. Contoh-contoh cerita sejarah yang terdapat dalam PL ada di dalam Yoshua dan Kisah Raja-raja 1-2. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, Kisah Rasul-rasul banyak bercerita tentang gereja mula-mula.

Puisi dan Syair

Puisi banyak digunakan di dalam Mazmur, Ayub, dan Kidung Agung. Tapi bentuk puisi juga banyak ditemui di kitab-kitab yang lain. Beberapa bentuk puisi adalah contoh dari hymne kuno dan syair. Sebagian besar isi Mazmur dimaksudkan untuk memuji dan berdoa. Ucapan-ucapan para nabi dalam kitab-kitab tersebut juga dalam bentuk bahasa yang puitis. Namun menerjemahkan puisi dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Inggris bukanlah hal yang sederhana, dan kadang-kadang tehnik penulisan dalam bahasa asal menjadi sulit untuk dipindahkan ke dalam bahasa Inggris. Satu hal penting dalam penulisan puisi bahasa Ibrani adalah adanya pengulangan satu ide ke dalam bentuk penulisan yang berbeda-beda, yang biasa disemut dengan “paralelisme”seperti yang terdapat dalam Mazmur 22:9,10; Keluaran 15:1-18; Ayub 22:1-17 dsb. Dan puisi juga terdapat dalam PB seperti Lukas 1:46-55 atau Filipi 2:6-11.

Kata-kata Bijak dan Wahyu Tuhan

Sebagian besar penulisan dalam PL berisi tentang “Kebijaksanaan dan Puji-pujian” yang meliputi puisi, Mazmur, cerita, dan sebagainya. Dalam hal ini kata-kata bijak dan Wahyu Tuhan mempunyai gaya tersendiri seperti halnya membaca ucapan langsung. Kata-kata bijak banyak terdapat di dalam kitab Wahyu, namun juga bisa ditemukan dalam kitab lainnya. Kata-kata bijak biasanya  tidak memberikan informasi langsung tentang sejarah Bangsa Insrael, melainkan berisikan masalah-masalah moral dan kehidupan. Kata-kata bijak yang tertulis dalam Alkitab banyak yang dihubungkan dengan raja Salomo sebagai raja yang paling bijaksana. Mazmur 1 dan 37 adalah contoh yang bagus tentang kata-kata bijak. Dalam PB, kata-kata bijak juga merupakan bagian yang penting seperti KhotbahYesus di bukit dalam Matius 5-7.

Injil

Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah empat kitab pertama dalam PB yang memuat tentang kehidupan dan ajaran Yesus. Kitab-kitab ini biasa disebut “Injil”, yang berasal dari bahasa Yunani “euangelion” yang artinya “Kabar Baik”.

Surat-surat

Sejumlah kitab dalam PB ditulis dalam bentuk surat oleh rasul Paulus. Surat-surat ini ditulis dalam bahasa Yunani formal pada abad pertama Masehi. Nama penulis surat biasanya disebutkan  terlebih dahulu baru kemudian diikuti dengan nama orang yang dituju selanjutnya diikuti dengan salam. Bagian terbesar dalam surat tersebut adalah  isi surat. Dalam surat-suratnys Paulus memulainya dengan salam yang kemudian diikuti dengan doa pengucapan syukur dan salam penutup serta berkat. Surat-surat tersebut memuat berbagai bentuk penulisan seperti doa, perintah, ajaran, kebijaksanaan, peringatan, hymne, syair dan berita-berita baru.

Beberapa penulisan dalam PB yang disebut ‘surat’ berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan umum tentang jemaat Kristen di segala tempat. Ibrani adalah contoh dari bentuk ini. Kitab yang ditulis dalam bentuk surat dimana dapat ditemui setelah Kisah Para Rasul dan sebelum Wahyu.

Penyingkapan

Kata ‘apocalypptic atau penyingkapan’ berasal dari bahasa Yunani pokalypsis, yang artinya ‘penyingkapan’. Bentuk sastra seperti ini berhubungan dengan nubuat atau ramalan. Seperti halnya ramalan, penyingkapan juga berhubungan dengan waktu yang akan datang, tapi penyingkapan lebih berisi tentang penglihatan dari Tuhan, orang dalam bentuk binatang, warna, dan angka-angka yang memiliki arti rahasia dan prediksi tentang hari kedatangan Tuhan. Tulisan-tulisan ini banyak ditulis pada masa-masa sulit dan berbicara tentang waktu saat Tuhan membawa ciptaan baru, dan setiap orang yang beriman akan hidup bersama Tuhan selamanya. Daniel dan Wahyu adalah dua kitab yang menggunakan bentuk seperti ini.

Bentuk-bentuk Penulisan Sastra Perbagian dalam Alkitab

Prosa Naratif

Prosa adalah suatu bentuk penulisan sastra yang dilakukan secara naratif dan diskriptif. Prosa sering dipakai dalam penulisan tentang manusia dan kejadian-kejadian dalam sejarah. Yang paling umum dalam prosa adalah cerita, baik yang pendek maupun yang panjang. Bentuk prosa ini banyak terdapat di PL maupun PB.

Doa-doa

Penulisan dalam bentuk doa banyak muncul baik dalam prosa maupun puisi. Apa yang membuat bentuk doa menjadi menarik adalah karena sifatnya yang mengekspresikan secara langsung komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Mazmur banyak memuat doa-doa yang ditulis secara puitis. Penulisan dalam bentuk doa ini dapat ditemui di seluruh kitab dalam Alkitab.

Wahyu

Tulisan-tulisan atau ucapan-ucapan yang berisikan ‘wahyu’ menjadi bagian yang cukup besar dalam PL. Banyak ‘wahyu’ atau biasa disebut ‘ramalan’ yang dimulai dengan frase “Tuhan berkata” atau “Tuhan Allah berfirman”. Frase ini menjelaskan bahwa pesan-pesan yang disampaikan oleh para nabi itu bukanlah dari mereka sendiri, melainkan dari Tuhan. ‘Wahyu-wahyu’ tersebut seringkali nampak seperti puisi dalam bahasa Ibrani dan bahkan sering juga menggunakan ciri-ciri puisi Ibrani, sepertihalnya paralelisme. Kitab dalam PL banyak yang berisikan ‘wahyu-wahyu’ dari Tuhan. Contoh yang paling jelas dari bentuk ini dalam PL adalah Yesaya 1:2-31, Yehezkiel 36:22-32, Amos 5:4-27 dan Zakharia 9:1-17.

Perumpamaan

Parabel atau perumpamaan adalah cerita yang umum terjadi sehari-hari yang disampaikan untuk mengajarkan suatu kebenaran tentang Tuhan dan Kerajaan Tuhan. Injil banyak menunjukkan bahwa Yesus seringkali menggunakan perumpamaan saat Ia berbicara kepada para murid-muridnya atau kepada orang-orang yang berkumpul untuk mendengarkan ajaranNya. Perumpamaan bisa sangat pendek seperti dalam Matius 13:44-48 atau bisa juga panjang seperti dalam Lukas15:11-32.

Silsilah

Daftar urutan keluarga atau yang biasa disebut dengan silsilah juga terdapat dalam Alkitab. Bentuk seperti itu biasanya ingin menunjukkan atau melacak tokoh-tokoh penting yang terdapat dalam sejarah umat Israel dan bagaimana hubungan mereka antara yang satu dengan yang lain. Silsilah yang cukup penting terdapat dalam Matius yang menunjukkan silsilah keluarga Yesus sebagai katurunan Raja Daud. (Mat. 1:1-17) Penulis Injil Matius ingin menunjukkan bahwa Yesus memang adalah keturunan Raja Daud dan bahwa Ia adalah Mesias yang akan datang untuk menyelamatkan umat manusia. Meskipun seringkali sulit untuk dipahami mengapa mesti mencantumkan silsilah keluarga dalam Alkitab, namun bagi umat Israel itu adalah penting karena menunjukkan adanya hubungan keluarga dengan nenek moyang mereka yang adalah tokoh-tokoh penting dalam Alkitab. Contoh lain dari silsilah keluarga ini terdapat dalam Kejadian 5:1:32, 1Tawarikh 1-8 dan Ezra 8:2-14.[]

Disarikan dari Website - Bible Study, Lembaga Alkitab Amerika.