ALKITAB

Lembaga Alkitab Indonesia selalu mendukung kebutuhan rohani anda, termasuk di dalam pembacaan Alkitab digital maupun harian. Mari bersama menumbuhkan iman kita kepada Tuhan.

Renungan Harian Jumat, 13 Mei 2022

Renungan Harian Jumat, 13 Mei 2022

Tangan-tangan Yang Menopang

Keluaran 17:8-16,TB

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!” merupakan sebuah slogan yang ingin mengedepankan nilai-nilai persatuan. Sebagai masyarakat Indonesia yang tumbuh di dalam keberagaman dan begitu megnupayakan keharmonisan di dalamnya, kita tentu sudah tidak lagi asing dengan slogan ini. Rasanya, hampir setiap orang sudah pernah mendengar dan menjadi akrab dengan konsep-konsep peribahas atau slogan yang ingin mengupayakan persatuan dan mengkokohkan ikatan di tengah komunitas. Perosalannya adalah membangun dan menghasilkan persatuan dan ikatan yang kokoh tidak semudah mengucapkan slogan. Diperlukan upaya dan komitmen yang tinggi disertai ketulusan dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Kisah peperangan bangsa Israel dengan Amalek di dalam perikop ini, pada satu sisi sedang menampilkan kuasa TUHAN yang begitu besar dan pada sisi lain juga memberikan contoh bertindak dalam solidaritas.

Kuasa TUHAN ditampilkan begitu nyata atas bangsa Israel, sebuah bangsa yang telah lama diperbudak, yang berhasil mengalahkan bangsa Amalek, sebuah bangsa merdeka yang jauh lebih mumpuni dalam hal militer, ekonomi dan strategi perang. Kemenangan ini merupakan kesaksian atas kuasa TUHAN yang melampaui segala hal yang muncul dalam simbol tangan Musa yang teracung. Itulah mengapa kita melihat dinamika kekuatan Israel yang berkaitan dengan naik-turunnya tangan Musa tersebut. Tangan yang teracung berarti pertambahan kekuatan, sedangkan tangan yang turun berarti berkurangnya kekuatan. Pada momen inilah kita melihat pentingnya support system atau komunitas yang mendukung. Harun dan Hur menjadi support system bagi Musa sehingga melalui tangan-tangan mereka yang menopang menghadirkan kekuatan bagi Musa untuk terus mengacungkan tangannya dan menghadirkan kemengangan bagi Israel. Skema cerita ini dapat kita sederhanakan menjadi demikian: TUHAN memberikan kuasa-Nya bagi Israel melalui Musa ???? tangan Musa yang teracung menjadi simbol terbukanya pintu bagi kuasa TUHAN untuk hadir ???? Musa membutuhkan topangan dari komunitas untuk mengacungkan tangan. Artinya, kuasa TUHAN dan komunitas yang saling menopang menjadi dua hal yang sangat berkaitan.

Sahabat Alkitab, perikop ini menjadi pembeljaran menarik bagi kita untuk membangun kehidupan komunitas yang saling membangun dan menopang. Kualitas komunitas yang sehat dan kekokohan solidaritas di dalamnya tidak dapat dihasilkan hanya melalui ucapan, melainkan melalui setiap usaha, komitmen dan tindakan nyata. Kita juga perlu mengingat bahwa komunitas yang sehat, yang membangun dan saling menopang dapat menjadi pintu bagi hadirnya kuasa TUHAN yang melingkupi setiap individu di dalamnya. Apakah anda bersedia memberikan tangan-tangan yang menopang?