ALKITAB

Lembaga Alkitab Indonesia selalu mendukung kebutuhan rohani anda, termasuk di dalam pembacaan Alkitab digital maupun harian. Mari bersama menumbuhkan iman kita kepada Tuhan.

Dibalik keterbatasan dan ketidaksempurnaan hamba-hamba-Nya, Tuhanlah yang berkarya dan berkuasa.

Dibalik keterbatasan dan ketidaksempurnaan hamba-hamba-Nya, Tuhanlah yang berkarya dan berkuasa.

Yosua 13:1-7,TB

Kemenangan dan keberhasilan apapun bukanlah akhir dari tanggung jawab. Kerap kali kita berpikir tugas kita usai ketika musuh terbesar dikalahkan. Ketika Yosua sudah tua sekali, Tuhan berfirman bahwa masih banyak daerah yang harus direbut. Pencapaian yang sudah ada dapat membuat kita lupa bahwa peran dan perjuangan belum berakhir. Seseorang seperti Yosua bisa saja beralasan untuk menghentikan langkah karena sudah lelah, tidak kuat, atau melimpahkan tanggung jawabnya kepada yang lain. Perintah Tuhan kepada Yosua yang saat itu sudah renta agaknya mengejutkan.

Bacaan sebelumnya berpusat pada peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. Teks kita hari ini melanjutkannya, tetapi berbicara tentang hal yang belum terjadi. Sebagian orang mungkin bertanya: Apakah hal itu mungkin terjadi, sementara pemimpin kita sudah tidak mampu lagi? Kesalahan besar yang kita lakukan berulang-ulang: mengalihkan tanggung jawab kita kepada orang tertentu dan mempertaruhkan masa depan kita sendiri. Ada banyak alasan untuk berhenti berharap. Akan tetapi, Tuhan memperlihatkan hal yang berbeda sekali. Kendati secara fisik hamba-Nya tidak dapat diandalkan lagi, perkataan-Nya dapat dipercaya. Kendati daerah-daerah yang harus ditaklukkan begitu besar dan kuat, ada masa depan di tangan Tuhan.

Sahabat Alkitab, setiap waktu ada alasan untuk ragu dan menolak panggilan Tuhan. Kita takut memulai pelayanan karena tidak punya latar belakang pendidikan yang sesuai. Kita khawatir karena kita ingin mengutamakan keamanan finansial saja. Sebagian menghindari pelayanan karena menyadari sulitnya. Melalui bacaan kita hari ini, kita tahu bahwa kekhawatiran kita sebetulnya tidak cukup berdasar. Sebab, di balik keterbatasan dan ketidaksempurnaan hamba-hamba-Nya, Tuhanlah yang berkarya dan berkuasa. Tidak hanya itu. Tuhan juga berkuasa untuk mengatur bagaimana dan kapan janji-Nya direalisasikan. Hal ini mendorong kita mengakui keterbatasan dan memahami bahwa keinginan, juga ambisi kita, mungkin tidak selamanya sejalan dengan visi Tuhan. Kita harus belajar untuk mendengar suara Tuhan lebih baik lagi.

Salam Alkitab Untuk Semua.