Mengakhiri dan Melepaskan

Daily Devotional | 9 Nov 2026

Mengakhiri dan Melepaskan

Mengakhiri atau melepaskan sesuatu seringkali bukanlah hal yang mudah. Manusia terikat dengan rasa kepemilikan yang terkadang tidak sehat. Namun dalam keegoisan kita, seringkali kita hendak mempertahankan sesuatu yang sebetulnya tidak selalu berdampak baik bagi kita. Inilah yang hendak kita renungkan dalam teks hari ini.

 

Yehezkiel 7 dibuka dengan satu kata yang diulang berkali-kali: kesudahan. Kesudahan sudah datang atas keempat penjuru tanah itu. Orang-orang buangan di Babel masih berharap Yerusalem akan tetap berdiri. Tetapi melalui nabi-Nya, Tuhan menyatakan bahwa masa itu sudah berakhir. Pembeli tidak perlu bergembira dan penjual tidak perlu berdukacita, sebab jual beli tidak lagi berarti. Sangkakala ditiup, tetapi tidak ada yang maju berperang. Semua tangan terkulai dan semua orang terkencing ketakutan. Mereka mengenakan kain kabung, dan kegentaran meliputi mereka. Semua yang selama ini diandalkan ternyata tidak dapat menahan datangnya akhir.

 

Nubuat ini terdengar sangat keras. Namun justru di sinilah kita melihat kasih Tuhan yang jujur. Tuhan tidak membiarkan umat-Nya hidup dalam ilusi. Selama mereka berpegang pada harapan palsu, mereka tidak akan pernah sungguh-sungguh berbalik kepada-Nya. Hanya setelah mereka berani mengakui bahwa sesuatu telah berakhir, mereka dapat menerima apa yang baru dari Tuhan. Dalam kitab yang sama, setelah kabar kejatuhan Yerusalem, Tuhan berbicara tentang hati yang baru dan tulang-tulang kering yang dihidupkan kembali (Yehezkiel 36-37).

 

Firman ini mengajak kita untuk jujur di hadapan Tuhan. Ada hal-hal dalam hidup yang memang harus berakhir: kebiasaan lama, cara pelayanan yang tidak lagi menjawab kebutuhan, kebanggaan yang terus kita pertahankan, atau relasi yang tidak membuahkan kebaikan dalam hidup. Dalam kesediaan untuk mengakhiri dan melepaskan terkadang ada peluang untuk hadirnya peristiwa serta kesempatan-kesempatan baru yang hendak Tuhan hadirkan. Bagi orang-orang yang berani melepaskan, kesusahan dapat menjadi pintu menuju permulaan yang baru dari tangan-Nya. Marilah kita menyerahkan setiap akhir dalam hidup kita kepada Tuhan, yang setia menuntun umat-Nya melewati reruntuhan menuju hidup yang baru.

You might also like

Logo LAILogo Mitra

The Indonesian Bible Society is responsible for translating the Bible and its parts from the original manuscripts into Indonesian and regional languages spread throughout Indonesia.

Head Office

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

LAI Products

Also available at

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donations can be made using

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Social Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download MEMRA App


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia