-->

Transformasi Karsa Cinta Adven 4 2023


Adven 4

Hidup Untuk Menerima Juruselamat

2 Samuel 7:1-11; 2 Samuel 7:16; Lukas 1:26-38

Renungan Firman

TUHAN berkarya dalam cara yang seringkali tidak sesuai dengan rancangan manusia, bahkan melampaui batas-batas pemikiran dan kewajaran manusia itu sendiri. Hal inilah yang terjadi pada diri Maria, seorang perempuan muda tak bersuami yang diberkati oleh TUHAN menjadi pengangkut Sang Juruselamat ke dunia. Berdasarkan kisah pengutusan Maria ini, kita pun mendapati bagaimana TUHAN telah memilihnya sebagai bagian dari karya penyelamatan Sang Juruselamat. Tentu saja, konsep semacam ini tidak mudah untuk dipahami oleh pemikiran manusia, termasuk oleh Maria itu sendiri. Itulah mengapa Maria merespons malaikat TUHAN dengan sebuah luapan kebingungan.

Kata Maria: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
- Lukas 1:38
Meski demikian, Maria menunjukkan sebuah keterbukaan hati dan kesiapan diri untuk menerima kehadiran Sang Juruselamat. Maria pun memberikan dirinya sebagai ruang pertumbuhan sang Mesias.

Pada situasi yang lain, Daud di masa lampau juga menunjukkan sebuah kerinduan yang begitu besar untuk mendirikan rumah bagi TUHAN. Ketergerakan hati Daud untuk melakukan pembangunan rumah TUHAN tersebut pun muncul beriringan dengan ungkapan syukurnya atas segala hal yang telah ia alami bersama TUHAN. Respons dari TUHAN yang disampaikan melalui nabi Natan kepada Daud memang terkesan seolah tidak menyambut dengan baik inisiatif Daud. Namun, respons itu bukanlah dimaksudnya untuk mematahkan semangat iman dan syukur dari Daud, melainkan untuk memberikan penegasan bahwa tidak ada satu bangunan atau tempat apa pun di dunia ini yang dapat menjadi ruang eksklusif untuk menampung keberadaan-Nya. Perkataan TUHAN bahwa, “Aku selalu mengembara dan tinggal dalam kemah sebagai tempat kediaman.” telah menunjukkan kekuasaan-Nya yang dinamis yang tidak pernah berhenti dan dibatasi oleh ruang apa pun. Namun, TUHAN menyambut baik inisiatif Daud yang dibuktikan dengan berkat yang Ia sediakan secara turun-temurun bagi Daud dan keturunan-Nya. Janji bahwa TUHAN akan memberkati dinasti dan kerajaan Daud pada kitab 2 Samuel 7 ini pun tergenapi, tidak lagi secara politis, melainkan melalui pemenuhan nubuatan mesianik yang tergenapi dengan kelahiran Sang Mesias melalui Maria.

Selama empat minggu Adven ini kita telah menghayati beragam nilai permenungan firman TUHAN sebagai bentuk persiapan hati dalam masa-masa penantian kelahiran Sang Juruselamat. Kita telah menyadari bahwa masa penantian itu tidak semestinya diisi dengan hiruk-pikuk yang kosong makna. Kita juga tidak semestinya berujung pada sikap menjadikan Natal sebagai rutinitas ritus yang terjebak pada formalitas belaka. Pada Minggu Adven keempat ini, kita pun diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk menerima kehadiran Sang Juruselamat.

Minggu Adven terakhir dalam masa penantian ini sangatlah ideal bagi kita untuk semakin menghayati momen-momen untuk menantikan kehadiran Sang Mesias. Kisah Daud, seorang raja dengan kerinduan yang sangat besar untuk membangun rumah TUHAN dan kisah pemilihan Maria sebagai ruang tumbuh inkarnasi Sang Mesias telah membawa kita kepada sebuah kesadaran bahwa penantian akan kelahiran Sang Juruselamat juga semestinya diiringi dengan hati yang benar-benar terbuka untuk menerima kelahiran-Nya. Tidak dapat dipungkiri bahwa seringkali beragam pergumulan, tekanan dan kekhawatiran yang muncul di sepanjang perjalanan kehidupan ini telah mengisi ruang-ruang hati kita hingga tiada lagi tempat untuk menerima kehadiran-Nya. Alhasil, hati dan pikiran kita justru terlalu dipenuhi dengan beragam beban yang semestinya justru diisi oleh keberadaan-Nya. Itulah mengapa, setiap umat TUHAN perlu mempersiapkan dirinya secara maksimal untuk menerima kehadiran Sang Juruselamat sebagai bentuk pengabdian dan komitmen iman untuk hidup di dalam-Nya.


Aksi Refleksi

  • Apakah anda masih memiliki hasrat untuk menyambut kehadiran Sang Juruselamat?
  • Apakah anda telah mempersiapkan ruang dalam hati anda untuk menerima kelahiran-Nya?
  • Apa saja bentuk pergumulan atau situasi yang seringkali terlalu memenuhi ruang dalam hati anda sehingga menjadi penghalang untuk menerima kesukacitaan Natal?