-->

Transformasi Karsa Cinta Tahun Baru 2024


Tahun Baru (1 Januari 2024)

Menapaki Hidup Bersama Kristus

Ibrani 1:1-4; Yohanes 1:1

Renungan Firman

Di dalam proses pergantian tahun baru banyak orang membuat resolusi atau target-target pembaharuan yang ingin mereka dapatkan pada tahun ini. Namun, perlu diakui bahwa tidak banyak dari daftar resolusi tersebut yang berhasil didapatkan, bahkan tidak banyak pula yang dikerjakan. Kecenderungannya adalah resolusi-resolusi tersebut hanya berhenti sebatas mimpi dari para individu yang membuatnya. Banyak orang begitu menginginkan daftar resolusi tersebut, namun tidak banyak yang juga begitu berhasrat untuk mengerjakannya secara optimal. Alhasil, tahun yang barus hanya berjalan seperti yang lalu, kurang-lebih sama seperti sebelum ia mengalami keinginan dan semangat yang kuat dalam resolusinya. Hal yang semakin disayangkan adalah ketika seseorang yang sudah berulang kali membuat resolusi dan gagal, justru berujung pada sikap pasrah atau kurang berhasrat dalam menjalani hari-harinya. Parahnya lagi, ketika ada seorang umat TUHAN yang merasa hari-hari baru dalam hidupnya hanyalah peluang lain untuk mengalami kegagalan dan kekecewaan berikutnya. Hal ini tentu saja tidak hanya akan berdampak buruk pada kesehatan mental si pribadi tersebut, melainkan juga akan memengaruhi kesehatan imannya. Lantas bagaimana kita dapat mengawali tahun yang baru ini sebagai momentum baik untuk membangun mentalitas dan daya iman yang sehat?

Bacaan injil dari Yohanes 1:1 dan Ibrani 1:1-4 memberikan kita sebuah dasar pembentukan pemahaman iman yang semestinya mampu mempengaruhi cara pandang kita terhadap jalannya kehidupan. Ibrani 1:1-4 misalnya, menyapa kita dengan sebuah konsep pewahyuan ilahi, yakni mengenai esensi dari bentuk komunikasi dari TUHAN kepada manusia yang telah terjadi di sepanjang waktu, khususnya dalam tradisi iman Yahudi, hingga sekarang disingkapkan dan terjadi melalui Yesus Kristus.

Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.
- Ibrani 1:2b-3b
Di dalam pergeseran yang tersingkap di dalam ayat-ayat ini, penulis kitab Ibrani pun menunjukkan kepada para pembaca mengenai peran sentral Yesus Kristus di dalam relasi kosmik yang menyertakan seluruh unsur yang ada di dalam kehidupan ini. Konsep ini juga yang muncul dalam Yohanes 1:1, “Pada mulanya sudah ada Firman, Firman itu bersama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.” Ayat-ayat ini sekaligus menegaskan bahwa Yesus Kristus bukanlah bagian dari ciptaan, melainkan Dia adalah agen yang melaluinya segala sesuatu diciptakan, yang menekankan keutamaan-Nya di atas seluruh ciptaan. Kalimat yang digunakan dalam ayat 3 pun begitu menggugah dan penuh makna, bahwa Yesus Kristus adalah "cahaya kemuliaan Allah," yang mengiluminasi seluruh kehidupan, seluruh alam semesta, bahkan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Hal ini cukup untuk memberikan penegasan konsep dan dasar pemahaman iman, pertama-tama kepada jemaat dari surat Ibrani, kemudian bagi seluruh umat TUHAN, bahwa Yesus Kristus adalah fondasi dari seluruh kehidupan.

Pemahaman iman semacam ini tidak hanya bersifat konseptual, melainkan juga dapat menjadi modal pengharapan bagi umat TUHAN untuk melanjutkan hari-harinya ke depan. Pada saat seorang umat mengimani bahwa Yesus Kristus adalah dasar dari seluruh kehidupan sekaligus mengiluminasikan dunia dengan firman TUHAN, sesungguhnya ia juga mengimani bahwa seluruh kehidupannya tidak akan terlepas dari kuasa TUHAN. Persoalan terbesarnya adalah apakah ia tetap mau menjalani hidup dengan berserah penuh kepada TUHAN sembari berupaya maksimal dalam kesehariannya atau lebih memilih untuk tunduk pada kepasrahan? Kita memang tidak dapat memungkiri bahwa kehidupan ini tidak hanya berisikan hal yang menyenangkan hati, melainkan juga ada yang mendukakan. Kita tidak hanya akan selalu mengalami keberhasilan, namun ada kalanya juga menghadapi kegagalan. Bahkan, seorang umat TUHAN tidak hanya akan mengalami kesukacitaan di sepanjang hidupnya, melainkan juga ada kalanya mengalami kekecewaan. Namun, itu semua merupakan dinamika kehidupan yang kita jalani bersama dan di dalam iluminasi kuasa Kristus.

Tahun baru ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menapaki beragam misteri baru dengan beragam kemungkinan dan peluang untuk mengalami pertumbuhan. Kita perlu mempersiapkan diri dengan segala pengalaman yang akan kita temui ke depan dengan pengharapan bahwa semua itu akan kita hadapi bersama Kristus dalam relasi yang intim bersama TUHAN. Jadi, apakah anda siap menjalaninya?


Aksi Refleksi

  • Apakah anda pernah mengalami kegagalan atas mimpi atau tujuan yang begitu anda dambakan?
  • Apakah anda pernah merasa hambar dalam menjalani hari-hari karena kekecewaan, entah terhadap diri sendiri maupun orang lain?
  • Firman TUHAN pada hari ini telah menyapa kita dengan sebuah penegasan bahwa Kristus adalah fondasi seluruh kehidupan dan dasar komunikasi yang menghantarkan kita dalam relasi yang intim dengan TUHAN. Bagaimana anda akan menjalani tahun yang baru ini dengan pola komunikasi yang intim bersama TUHAN?