Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Renungan Harian
Renungan Harian
LAYANAN
Lembaga Alkitab Indonesia berjuang menciptakan cara-cara baru agar Firman Tuhan dapat menjadi dasar dalam sendi-sendi kehidupan dan peradaban manusia, sesuai konteks waktu dan budaya setempat yang khas.

Proyek Penerjemahan
“Saya bersyukur kepada Tuhan atas pelayanan Lembaga Alkitab Indonesia dan para mitranya yang telah memberikan saya hadiah yang begitu istimewa, Alkitab dalam bahasa Mori. Tidak ada yang mampu memberi penghiburan, pengharapan, petunjuk dan sekaligus menguatkan iman saya pribadi selain Firman Tuhan.“ (Sahala Martorii, warga jemaat GKST Korowawelo, Lembo, Morowali Utara).
Penerjemahan Alkitab yang dikerjakan LAI hari ini melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh Albert Cornelisz Ruyl pada 1629, melalui penerjemahan dan penerbitan Injil Matius, yang merupakan karya penerjemahan pertama Alkitab dan bagian-bagiannya ke dalam bahasa-bahasa Nusantara.
Di Indonesia ada lebih dari 700 bahasa daerah yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berdasarkan data per November 2024, Alkitab dan bagian-bagiannya yang telah diterjemahkan dan diterbitkan LAI adalah sebagai berikut:
- Alkitab Lengkap: 39 terbitan dalam 39 bahasa daerah
- Testament (PL/PB): 115 terbitan dari 107 bahasa daerah
- Portion (bagian Alkitab): 338 terbitan dari 79 bahasa daerah
- Tiga (3) edisi terjemahan bahasa Indonesia: Terjemahan Baru (TB), Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK) dan Terjemahan Baru Edisi Kedua (TB-2), Alkitab Kabar Baik untuk Anak (KBUA)
LAI terus melakukan karya penerjemahan Alkitab sesuai kebutuhan umat Kristiani di Indonesia hingga hari ini. Yang termasuk di dalamnya: proyek penerjemahan perdana, proyek revisi dan juga proyek-proyek adaptasi. Dalam melaksanakan mandat penerjemahan, LAI tidak mengerjakannya sendirian, tetapi selalu bekerja sama dengan mitra-mitranya, yaitu gereja-gereja dan lembaga Kristiani. Para mitra inilah yang menginformasikan kebutuhan di lapangan akan teks Kitab Suci dalam bahasa daerah tertentu.
Untuk tahun 2026 ini ada beberapa daerah yang diprioritaskan oleh LAI dalam menggalang dukungan untuk proyek penerjemahan, yaitu: Penerjemahan Alkitab Formal dalam bahasa Pakpak Dairi, Revisi Alkitab dalam bahasa Nias, Penerjemahan Perjanjian Lama (PL) dalam bahasa Dayak Maanyan, Penerjemahan Alkitab dalam bahasa Dayak Ot Danum, Penerjemahan PL dalam bahasa Manggarai, Penerjemahan Alkitab Lamaholot, Penerjemahan PL dalam bahasa Mee, Penerjemahan PL dalam bahasa Walak dan Penerjemahan PL dalam bahasa Sougb.
Minimal tim menerjemahkan 2.500 ayat dalam satu tahun dengan kebutuhan dana setiap ayatnya Rp 90.000. Dengan demikian untuk setiap bahasa daerah dibutuhkan dana Rp 225.000.000/tahun. Total kebutuhan dana penerjemahan 2026 sebesar Rp. 2.025.000.000.

Kasih Bagi Orang Tua
“Saya terharu. Saya sudah sakit selama 20 tahun ini tapi Tuhan masih sayang saya. Dulu saya pernah dapat Alkitab yang biasa dari Pendeta dan hari ini (sebagai lansia) saya mendapatkan Alkitab dengan Huruf Besar dari LAI. Saya memang tidak begitu lancar membaca, tapi Alkitab ini merupakan penolong bagi saya karena Firman Tuhan di dalamnya selalu menguatkan saya,” tutur Mama Yuliana, GMIT Jemaat Syalom Maumolo, NTT.
Di kota-kota besar, setiap keluarga tak jarang memiliki Alkitab lebih dari satu. Sementara di pelosok-pelosok Nusantara ceritanya bisa lain. Masih banyak orang yang sudah belasan tahun menunggu datangnya Kabar Baik menyapa mereka. Bukan hanya anak-anak dan kaum muda, bahkan mereka-mereka yang sudah lanjut usia.
Di berbagai pelosok yang dikunjungi, LAI sering bertemu dengan opa-opa dan oma-oma yang meski penglihatannya mulai menurun, namun begitu antusias untuk membuka dan merenungkan firman Tuhan.
Keterbatasan penglihatan mereka perlu dibantu dengan menyediakan Alkitab khusus dengan ukuran teks yang lebih besar daripada Alkitab standar agar hati mereka kembali dilegakan oleh sapaan firman Tuhan yang memperteguh iman mereka di masa senja. Kerinduan mereka adalah kerinduan kita juga. Karena Kabar Baik hadir untuk semua.
Kasih kepada Orang Tua berisi Alkitab dan kebutuhan diri. Dukungan untuk satu paket Rp 250.000,-

Satu Dalam Kasih 2026
”Saat ini, jemaat kami mengalami krisis iman, dengan hadirnya Alkitab
ini, kami mendapatkan ”senjata” yang bisa kami pakai untuk melakukan
pelayanan dan memperkenalkan kebaikan Tuhan Yesus, supaya
banyak orang bertobat dan kembali kepada jalan Tuhan,” demikian
tutur Yohanes Ndaraponda, penatua dari Gereja Kristen Sumba (GKS)
di Sumba Barat Daya.
Di perkotaan Alkitab dan bacaan-bacaan rohani memang mudah
untuk diperoleh dalam beragam format. Namun, di berbagai
pelosok Nusantara masih banyak umat yang bermimpi dan rindu
Alkitab hadir di tengah kehidupannya.
Program Satu Dalam Kasih (SDK) LAI menjembatani kebutuhan akan Alkitab dan bagian-bagiannya di daerah-daerah terpencil yang karena kondisi geografis, sosial dan ekonomi tidak mampu membeli dan memiliki Alkitab. Di luar penyebaran Alkitab, Program SDK mendukung penerbitan perdana Alkitab dan bagian-bagiannya ke dalam bahasa daerah.
Daerah dan sasaran prioritas program SDK untuk tahun 2026 adalah: Dairi (Sumatra Utara), Lampung Tengah (Lampung), Sintang (Kalimantan Barat), Barito Timur (Kalimantan Tengah), Mahulu-Kubar (Kalimantan Utara), Rampi (Sulawesi Selatan), Sumba Tengah (Nusa Tenggara Timur/NTT), Rote Barat Daya (NTT), Tolikara (Papua Pegunungan), Penerbitan Alkitab Jawa Edisi Revisi, Penerbitan Perjanjian Baru Bahasa Kodi(NTT), Kabar Baik Bergambar (KBB) Wewewa (NTT), KBB Walak (Papua Pegunungan), KBB Una (Papua Pegunungan), dan KBB Mee (Papua Tengah).
Kebutuhan biaya program SDK sebesar: Rp. 16.275.000.000,- yang akan disalurkan untuk mendukung 155.000 Alkitab bagi 155.000 jiwa. Dukungan per eksemplar sebesar Rp 105.000,-.

Gerakan Tuntas Membaca Kabar Baik Untuk Anak (KBUA)
Keberhasilan misi gereja terletak dari seberapa dalam anak-anak dan generasi muda Kristen memiliki kerinduan untuk mencintai Tuhan dan Firman-Nya. Karena itu kecintaan akan Firman Tuhan perlu ditumbuhkan kepada umat-Nya sejak dini.
LAI bersama gereja-gereja berupaya memfasilitasi gereja dan orangtua untuk lebih memperhatikan perkembangan rohani anak, melalui terbitan-terbitannya. Salah satunya adalah KABAR BAIK UNTUK ANAK (KBUA). Tujuan KBUA adalah untuk menolong anak-anak usia 9-12 tahun memahami sejarah keselamatan Allah dari Kejadian sampai Wahyu. Dengan mengajak anak-anak belajar mencintai Firman Tuhan, diharapkan tumbuh kesadaran mereka untuk memandang Firman Tuhan sebagai sumber inspirasi dan pedoman hidup manusia.

Pengembangan Layanan Digital
LAI telah berhasil meluncurkan aplikasi-aplikasi Smart Bible berbasis komunitas yaitu: “Identity: Identified”, Alin LAI dan “Memra”.
Ke depannya LAI merencanakan untuk meluncurkan versi digital dari Alkitab dalam berbagai bahasa daerah, Ensiklopedi Alkitab versi AI, dan penjemaatan aplikasi Memra kepada berbagai komunitas Kristen.
Selain itu LAI juga mempersiapkan versi digital dari beragam produk Alkitab Tematik, seperti: Alkitab Edisi Studi, Alkitab Edisi Finansial, Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan, Alkitab Parenting dan berbagai produk digital lainnya dalam upaya menolong umat untuk dapat memahami isi Firman Tuhan dengan lebih baik.
Namun untuk mewujudkannya LAI masih terkendala besarnya “biaya digitalisasi” untuk membuat konten-konten tersebut. Untuk ketersediaan konten Alkitab Digital ini agar semakin lengkap, kami mengetuk pintu hati Bapak, Ibu, Saudara sekalian untuk mendukung agar Firman Tuhan dalam format digital ini boleh terus tersebar kepada jutaan jiwa yang rindu gadgetnya dilengkapi dengan terjemahan Alkitab, aplikasi, dan konten Alkitab yang akurat dan tepercaya dari LAI.

Pembaca Baru Alkitab di Alor, NTT
"Dulu saya tidak bisa membaca, huruf dan angka saja tidak tahu. Setelah saya menjadi warga belajar, barulah saya mengenal apa itu: “a“, “b“, “c“ dan seterusnya. Dulu saya pernah sekolah sampai kelas dua SD tapi putus di tengah jalan, karena orang tua meminta saya bekerja di ladang. Sekarang saya belum lancar membaca, tapi saya yakin nantinya akan bisa (membaca dan menulis),“ tutur Ibu Sabina, perempuan setengah baya, peserta Program Pembaca Baru Alkitab di Siberut, Kepulauan Mentawai.
Sejak 1998, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menghadirkan Program Pembaca Baru Alkitab (PBA) — sebuah gerakan pemberantasan buta aksara berbasis Alkitab bagi mereka yang tinggal di perkampungan tertinggal dan terpencil.
Hasilnya sungguh luar biasa:
- Di Sumba Timur, lebih dari 2.700 warga belajar terbantu melalui 162 kelompok belajar. Banyak dari mereka yang kini mampu menulis namanya sendiri untuk pertama kalinya dalam hidup.
- Di Mentawai, ibu-ibu yang sebelumnya hanya mendengarkan orang lain membaca kini bisa membaca sendiri, bahkan membantu anak-anak mereka belajar.
- Di Papua, orang-orang yang dulu hanya bisa menebak tanda atau meminta tolong orang lain untuk membacakan surat, kini mereka sudah bisa mengeja kata demi kata, membaca papan petunjuk jalan, bahkan membuka buku nyanyian dengan percaya diri saat ibadah.
Dampak program ini bukan hanya soal melek aksara, tetapi tentang martabat, harga diri, dan pengharapan baru. Mereka yang dulunya hanya menjadi pendengar, kini dengan percaya diri tampil melayani dan membaca di depan banyak orang.
Pada 2026, program yang telah mengubah hidup ribuan insan ini akan berlangsung di Alor. Ada lebih dari 1.500 orang yang mendaftar. Mereka adalah bapak, ibu, para pemuda, bahkan orang-orang lanjut usia, yang rindu bisa membaca dan menulis sendiri. Di daerah dengan akses pendidikan terbatas, kesempatan ini adalah harapan besar untuk masa depan yang lebih terang.
Dukungan Anda tidak hanya menghapuskan buta aksara, tetapi juga membuka wawasan, membangun kemandirian, dan membuka jalan bagi generasi Alor di masa depan.

Perjanjian Baru Identity:Identified
“Saya berharap Perjanjian Baru yang istimewa ini menjadi kabar baik dan harapan baru bagi seluruh remaja Kristen. Semoga Euangelion ini—kabar baik ini—menghasilkan perubahan yang berarti dalam kehidupan generasi muda yang membacanya, “tutur Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta.
Anak-anak muda hidup dalam dunia yang penuh dengan tantangan dan pergumulan. Salah satu tantangan terbesar yang anak muda hadapi adalah bagaimana menyeimbangkan tuntutan-tututan dari lingkungan sekitarnya terhadap dirinya, maupun tuntutan-tuntutan yang muncul dari dirinya sendiri. Tekanan yang tidak teratasi akan menimbulkan kecemasan dan stress. Karenanya, penting bagi kaum muda belajar menjaga keseimbangan pikiran, emosi dan hidupnya.
Ketidakpastian akan masa depan dan keraguan akan jati diri merupakan dua tantangan umum yang dihadapi orang muda. Bagaimana menyikapinya? Bagaimana bisa tetap berproses secara positif dan bertumbuh dalam ketidakpastian dan keraguan itu tanpa harus terjerat oleh kecemasan yang berlebihan? Anak-anak muda butuh pendampingan, suluh dan tuntunan dalam berselancar meniti kehidupan.
Gereja perlu mendampingi dan menjadi sahabat anak-anak muda dalam berselancar di tengah gelombang kehidupan. Tidak hanya berselancar namun memeluk dan menerima identitasnya sebagai anak-anak muda yang adalah ciptaan yang dikasihi Allah.
Buku Identity: Identified, dengan teks dasar Perjanjian Baru versi Alkitab TB-2, dilengkapi berbagai artikel singkat seputar kehidupan kaum muda menjawab berbagai keresahan dan pertanyaan kaum muda tentang kehidupan. Buku ini merupakan karya kolaborasi LAI dan Komisi Kepemudaan KWI. Melalui buku ini, anak-anak muda dapat belajar dan berselancar bersama Yesus, bangkit dari pengalaman krisis dan luka-luka yang dialami untuk mendapatkan hidup sejati di dalam Tuhan.
Biaya yang diperlukan untuk penyebaran 5.000 eks. buku Identity: Identified (@Rp. 124.888,-) sebesar: Rp 624.440.000,-

Pengiriman Kitab-Kitab Braille
“Jika tuna netra Kristen Indonesia mendapatkan Alkitab Braille, iman mereka akan bertumbuh. Mereka akan menjadi pribadi yang kuat, yang tidak mengasihani dirinya sendiri, yang tidak akan memelas dan merepotkan banyak orang. Jika para tuna netra hidup sejahtera dan merdeka maka mereka akan dimampukan menjadi kawan sekerja Allah. (Pdt. Ritson Manyonyo, Ketua Yayasan Elsafan).
Tidak ada seorang pun yang memilih dilahirkan tanpa dapat melihat. Tidak ada yang memilih berjalan dengan bantuan tongkat. Tidak seorang pun yang memilih untuk tak dapat membaca dan menemukan Allah melalui Alkitab. Setiap orang berharap melihat Terang, walau dalam gelap.
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) bersama para mitra terpanggil untuk membantu para penyandang disabilitas netra menemukan terang Tuhan melalui Kitab-kitab Braille.

Kabar Baik bagi Generasi Muda
LAI kerap kali menerima permintaan bantuan Alkitab yang ditujukan kepada sekolah-sekolah di pedalaman. Mereka tidak mampu mengadakan Alkitab sebagai bahan pengajaran karena alasan finansial sekolah, juga akses pembelian Alkitab yang sangat sulit dijangkau.
Lewat program Kabar Baik bagi Generasi Muda LAI akan membagikan 5.000 eksemplar Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua (TB-2) kepada siswa-siswa di sekolah negeri dan swasta Kristen yang tersebar di wilayah berikut: Riau, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Harapannya para siswa merasakan sapaan Tuhan melalui pembacaan Alkitab, yang akan memperkuat iman dan wawasan rohani mereka.

Perjanjian Baru dalam Bahasa Isyarat untuk Sahabat Tuli Indonesia
Sekalipun seringkali tidak terlihat, jumlah orang tuli sebenarnya cukup besar. Dan tanpa disadari mereka mungkin juga ada di lingkungan kita sendiri. Sampai saat ini, kita sering berasumsi kalau orang tuli dapat membaca dan mengerti dengan baik. Jadi, untuk apa perlu ada Alkitab Bahasa Isyarat? Bukankah mereka dapat membaca di Alkitab tertulis (cetak) yang saat ini tersedia? Asumsi ini bisa dikatakan tidak benar untuk hampir sebagian orang tuli. Sedikit orang tuli yang cerdas mungkin dapat memahami tulisan, tetapi tidak bagi sebagain besar dari mereka. Tulisan
adalah simbol-simbol suara yang efektif hanya bagi orang yang mendengar, tetapi orang tuli yang hanya mengandalkan visual, simbol-simbol suara pada huruf-huruf tertulis bukanlah pembawa pesan yang efektif. Bagi mereka Bahasa Isyarat, yang merupakan bahasa visual, adalah bahasa yang paling mereka pahami dan mengerti.
Selama ini, fokus dari lembaga-lembaga penerjemahan Alkitab adalah suku-suku terabaikan yang seringkali tinggal di pelosokpelosok pedalaman yang jauh. Tetapi mereka “tidak sadar” kalau di sekitar mereka, di dekat mereka, ada kelompok orang yang juga merindukan Firman Tuhan dalam bahasa mereka sendiri, yaitu orang-orang tuli dengan Bahasa Isyarat yang mereka mengerti.
Menyadari fakta ini, LAI akan segera melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Isyarat. Tentu saja, mengingat bagaimana kondisi Bahasa Isyarat di Indonesia saat ini, ini adalah sebuah proyek jangka panjang yang tidak akan berjalan mudah. Namun demikian, kita harus tetap melakukannya.
Tahun 2026 ini, LAI mengerjakan penerjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Isyarat. Kebutuhan dana sepanjang tahun 2026 adalah Rp. 225.000.000,-.

Alkitab Tulisan Tangan Perempuan Indonesia
Gerakan ini memiliki visi mulia untuk mempersatukan dan menggerakkan para perempuan Kristiani Indonesia dalam membangun kecintaan kepada Firman Tuhan dan menjemaatkan Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua yang terbit pada 9 Februari 2023.
Selain itu melalui upaya menulis dan menerbitkan Alkitab Tulisan Tangan para perempuan dari berbagai denominasi gereja terpanggil untuk mendukung pelayanan LAI dalam melaksanakan visinya mewujudkan Firman Tuhan menjangkau semua generasi, melalui program-program: penerjemahan, penerbitan, penyebaran dan pelibatan Alkitab.
Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua (TB-2) memiliki jumlah ayat keseluruhan 31.171 ayat. Setiap menulis satu ayat dikenakan donasi Rp. 20.000,-. Sehingga melalui gerakan: Alkitab Tulisan Tangan Perempuan Indonesia diharapkan terkumpul dukungan senilai: Rp. 623.740.000,-.
PRODUK
Kami menyediakan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan rohani harian Anda, mari bersama - sama membangun kerohanian kita di dalam Tuhan.

Video Terbaru
Terjemahan Alkitab Pertama di Nusantara
27 Sep 2025
Suara Hati Dalam Surat-Surat Paulus
20 Sep 2025
Dari Ekonomi Transaksional ke Ekonomi Pembebasan dalam II Raja-raja 4:1-7
18 Sep 2025
Perceraian Para Perempuan Asing dalam Ezra 10:1-21
13 Sep 2025
Alkitab & Ekosida Menaklukkan dan Menguasai Alam, Benarkah itu Perintah Tuhan?
6 Sep 2025
Rakyat Melawan
4 Sep 2025
Registrasi untuk dapatkan email mingguan tentang bagaimana kami membantu orang menemukan ALKITAB














































