Lembaga Alkitab Indonesia

Pelajari Alkitab lebih mendalam - teristimewa untuk Anda.

Tentang LAI

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini bertujuan agar mempermudah pembaca untuk memahami Firman Tuhan. Lembaga Alkitab Indonesia juga mencetak dan menerbitkan Alkitab ke seluruh Indonesia. Alkitab yang sudah terbit, diberikan kepada seluruh umat Tuhan dengan harapan dapat menjadi panutan dalam kehidupan jemaat dan sosial.
Lembaga Alkitab Indonesia bekerja sama dengan semua gereja di Indonesia, dalam hal ini adalah Gereja Kristen dan Gereja Katolik. Oleh sebab itu Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tidak mengandung catatan dan atau tafsiran dari suatu gereja atau golongan tertentu.

SEJARAH

STRUKTUR

VISI & MISI

PERWAKILAN

Tuhan, Engkau Tidak Ingin Kami Berputus Asa, Melainkan Hidup Bergairah Dan Berpengharapan . Karena Itu
Pertolongan TUHAN selalu datang pada waktu yang tepat, tidak pernah sedikit pun terlambat. Kita bersyukur Read more.
Tuhan, Engkau Menyertai Setiap Langkah Kami. Kami Mengimaninya Meski Sering Juga Kami Kurang Peka Akan
Jika tidak ada satupun di dunia ini yang terluput dari pandangan TUHAN dan setiap langkah Read more.
Tuhan, Ajar Kami Tidak Tinggi Hati Saat Nasehat Kami Diikuti, Dan Sebaliknya Tetap Bersukacita Jika
Tugas kita adalah menyampaikan apa yang benar dan yang terbaik untuk dilakukan atau tidak dilakukan, Read more.
Tuhan, Ajarlah Agar Saat Aku Berada Di Atas, Aku Tidak MelupakanMu
Kisah Para Rasul 27 : 7 – 11 Setiap hari kita perlu belajar. Belajar berharap Read more.
Tuhan, Engkau Yang Menanam Semangat Dalam Hati Kami, Sehingga Dalam Keadaan Tersulit Apapun, Kami Tidak
Apa yang telah dimulai oleh Tuhan maka akan diselesaikan-Nya juga. Tunggulah dan bersabarlah hingga waktu-Nya Read more.
Netralitas Lembaga Alkitab Indonesia
  (1) Lembaga Alkitab Indonesia memiliki empat tugas utama, yaitu; Menerjemahkan, memproduksi, menerbitkan dan menyebarkan Read more.
Tuhan, Pandangan Mata Kami Sangat Terbatas, Tetapi Engkau Tidak. Beritahukanlah Ujung Dari Perjalanan Yang Berat
Inilah keadaan kita, bahwa kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok, baik kesukaannya Read more.
Gerakan DWD LAI
  Hari minggu adalah hari presentasi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) ke gereja-gereja oleh pengurus, dan Read more.
Dia Yang DijanjikanNya
Aku baru bergabung menjadi bagian dari dua belas murid terdekat Tuhan, ya namaku Matias. Aku Read more.

Toko Buku LAI

Lihat Produk Alkitab - kado istimewa untuk Anda dan Sahabat.

Dukungan Kabar Baik di Indonesia

Satu Dalam Kasih adalah program pengadaan Alkitab yang menjembatani kebutuhan Alkitab Gereja dan umat kristiani di wilayah-wilayah terpelosok. Di mana karena kondisi geografis, sosial, dan kondisi ekonomi banyak orang yang tidak dapat membeli dan memiliki Alkitab. Tahun 2018, program Satu Dalam Kasih akan menggalang dukungan bagi pengadaan 125.000 Alkitab untuk 125.000 jiwa yang ada di pelosok Indonesia. selengkapnya...

Pembaca Baru Alkitab adalah program yang ditujukan untuk menolong umat Kristiani agar dapat membaca, memahami dan berinteraksi dengan Firman Tuhan secara lebih baik. Program ini merupakan bentuk kepedulian LAI untuk menolong umat Kristiani yang masih belum dapat membaca. Dalam pelaksanaannya LAI bekerja sama dengan gereja-gereja setempat dan aparatur pemerintahan daerah. selengkapnya...

Program Penerjemahan dalam menerjemahkan Alkitab, ada dua sikap setia yang dipegang teguh oleh Lembaga Alkitab Indonesia, yaitu setia terhadap makna teks Alkitab dalam bahasa sumbernya (Ibrani, Aram, dan Yunani) dan setia terhadap kewajaran bahasa penerima. Sebuah teks dianalisis maknanya, lalu dituangkan ke dalam bahasa penerima dengan memakai pola yang wajar dalam bahasa tersebut. selengkapnya...

Program Penerbitan Lembaga Alkitab Indonesia telah mendapatkan pengakuan dari gereja-gereja dan lembaga-lembaga Alkitab yang tergabung dalam United Bible Societies. Itulah sebabnya LAI tidak saja menerbitkan Alkitab dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia tetapi juga menerbitkan beberapa Alkitab pesanan Lembaga Alkitab luar negeri. selengkapnya..

Kami Berdoa Untuk

Sabtu, 26 Mei 2018

1. Berdoa untuk Lembaga Alkitab Indonesia yang tengah melakukan proyek penerjemahan bahasa daerah untuk Injil Lukas, Film Yesus dan Alkitab edisi Perempuan, semoga proses penerjemahan dapat berjalan dengan lancar dan semakin banyak orang yang hidupnya berubah.

2. Berdoa untuk HUT Selviana Br Bangun (Departemen Komunikasi & Pengembangan Kemitraan). Semoga berkat Tuhan selalu menyertai dalam cita dan cinta.

1Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar.

2Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami.

3Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya.

4Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus.

5Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia.

6Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu.

7Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.

8Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.

9Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya:

10“Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita.”

11Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.

12Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.

13Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.

14Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin “Timur Laut”.

15Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.

16Kemudian kami hanyut sampai ke pantai sebuah pulau kecil bernama Kauda, dan di situ dengan susah payah kami dapat menguasai sekoci kapal itu.

17Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja.

18Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.

19Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri.

20Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

21Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: “Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini!

22Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.

23Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku,

24dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.

25Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.

26Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau.”

27Malam yang keempat belas sudah tiba dan kami masih tetap terombang-ambing di laut Adria. Tetapi kira-kira tengah malam anak-anak kapal merasa, bahwa mereka telah dekat daratan.

28Lalu mereka mengulurkan batu duga, dan ternyata air di situ dua puluh depa dalamnya. Setelah maju sedikit mereka menduga lagi dan ternyata lima belas depa.

29Dan karena takut, bahwa kami akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan, dan kami sangat berharap mudah-mudahan hari lekas siang.

30Akan tetapi anak-anak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Mereka menurunkan sekoci, dan berbuat seolah-olah mereka hendak melabuhkan beberapa sauh di haluan.

31Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: “Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat.”

32Lalu prajurit-prajurit itu memotong tali sekoci dan membiarkannya hanyut.

33Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: “Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.

34Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorang pun di antara kamu akan kehilangan sehelai pun dari rambut kepalanya.”

35Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.

36Maka kuatlah hati semua orang itu, dan mereka pun makan juga.

37Jumlah kami semua yang di kapal itu dua ratus tujuh puluh enam jiwa.

38Setelah makan kenyang, mereka membuang muatan gandum ke laut untuk meringankan kapal itu.

39Dan ketika hari mulai siang, mereka melihat suatu teluk yang rata pantainya. Walaupun mereka tidak mengenal daratan itu, mereka memutuskan untuk sedapat mungkin mendamparkan kapal itu ke situ.

40Mereka melepaskan tali-tali sauh, lalu meninggalkan sauh-sauh itu di dasar laut. Sementara itu mereka mengulurkan tali-tali kemudi, memasang layar topang, supaya angin meniup kapal itu menuju pantai.

41Tetapi mereka melanggar busung pasir, dan terkandaslah kapal itu. Haluannya terpancang dan tidak dapat bergerak dan buritannya hancur dipukul oleh gelombang yang hebat.

42Pada waktu itu prajurit-prajurit bermaksud untuk membunuh tahanan-tahanan, supaya jangan ada seorang pun yang melarikan diri dengan berenang.

43Tetapi perwira itu ingin menyelamatkan Paulus. Karena itu ia menggagalkan maksud mereka, dan memerintahkan, supaya orang-orang yang pandai berenang lebih dahulu terjun ke laut dan naik ke darat,

44dan supaya orang-orang lain menyusul dengan mempergunakan papan atau pecahan-pecahan kapal. Demikianlah mereka semua selamat naik ke darat.

Kisah Para Rasul 27:1 - Kisah Para Rasul 27:44

Hubungi Kami

Lembaga Alkitab Indonesia

Lembaga Alkitab Indonesia
Jalan Salemba Raya No.12 Jakarta Pusat
Indonesia
10430
Tel: (021) 3142890
E-mail: info@alkitab.or.id
Website: http://www.alkitab.or.id/