Kesehatan: Harta yang Sering Kita Abaikan

Artikel | 14 Mar 2026

Kesehatan: Harta yang Sering Kita Abaikan


Sama seperti mesin mobil yang memberikan berbagai tanda dan peringatan sebelum akhirnya rusak, tubuh manusia juga melakukan hal yang sama. Tubuh kita sering memberi sinyal ketika ada sesuatu yang tidak beres—rasa lelah yang berlebihan, nyeri yang berulang, atau gangguan kecil yang terus muncul. Namun sering kali kita mengabaikan tanda-tanda tersebut. Padahal kesehatan adalah “mesin” kehidupan kita, dan setiap peringatan dari tubuh seharusnya mendapat perhatian yang serius.

 

Kesehatan adalah anugerah yang tak ternilai. Namun dalam kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, anugerah ini sering terlupakan. Banyak orang menomorduakan kesehatan demi pekerjaan, ambisi, atau berbagai kesibukan lainnya. Ironisnya, nilai kesehatan biasanya baru benar-benar disadari ketika kesehatan itu sendiri mulai terancam.

 

Kesadaran ini sering datang melalui pengalaman yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Ketika kita melihat orang-orang yang kita kasihi—keluarga, sahabat, atau rekan kerja—harus bergumul dengan penyakit atau masalah kesehatan, barulah kita menyadari betapa berharganya kesehatan yang baik. Sayangnya, pelajaran ini sering dipahami melalui pengalaman yang tidak mudah.

 

Salah satu alasan mengapa kesehatan sering diabaikan adalah karena sifatnya yang “sunyi”. Tidak seperti harta benda, jabatan, atau prestasi yang terlihat dan dapat dipamerkan, kesehatan sering dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja selama semuanya berjalan normal. Kita jarang berhenti sejenak untuk mensyukuri tubuh yang dapat bekerja dengan baik, napas yang teratur, dan kekuatan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Alkitab sendiri memberikan perhatian yang besar terhadap kesehatan manusia. Dalam 3 John 1:2 tertulis:

Saudaraku yang terkasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.(TB-2)

Ayat ini menunjukkan bahwa kesejahteraan manusia tidak hanya menyangkut kehidupan rohani, tetapi juga kesehatan jasmani. Sejak semula, Allah menghendaki agar manusia mengalami kesejahteraan yang utuh—baik dalam jiwa maupun tubuhnya. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang sungguh-sungguh menginginkan atau menjaga kesehatan mereka sendiri. Allah tidak memaksa manusia untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan, sekalipun hal itu baik bagi mereka.

 

Mengabaikan kesehatan bukan hanya berisiko bagi kehidupan kita, tetapi juga bagi sumber daya yang kita miliki. Filsuf dan penulis Amerika, Ralph Waldo Emerson, pernah mengatakan, “The first wealth is health”—kekayaan pertama adalah kesehatan. Tanpa kesehatan, kekayaan, jabatan, dan berbagai pencapaian hidup bisa kehilangan maknanya.

 

Penyakit juga tidak mengenal perbedaan status sosial. Ia tidak memandang apakah seseorang kaya atau miskin, terkenal atau tidak. Siapa pun yang tidak merawat kesehatannya dengan baik dapat mengalami konsekuensinya. Bahkan tidak jarang orang yang memiliki kekayaan besar harus menghabiskan hartanya hanya untuk memulihkan kesehatan yang telah terabaikan.

 

Pemikir besar lainnya, Jean-Jacques Rousseau, juga pernah menegaskan hal serupa dengan mengatakan bahwa kesehatan adalah milik yang paling berharga. Ia bahkan menyatakan bahwa seorang tukang sepatu yang sehat lebih berbahagia daripada seorang raja yang sakit. Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa kesehatan jauh lebih penting daripada status, kekuasaan, atau kekayaan.

 

Pada akhirnya, kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga, apa pun pencapaian kita dalam hidup. Tujuan hidup kita seharusnya bukan sekadar hidup lebih lama, tetapi hidup dengan kualitas yang baik—tubuh yang terpelihara, pikiran yang jernih, dan kehidupan yang seimbang.

Karena itu, sudah sepatutnya kita menghargai anugerah kesehatan yang Tuhan berikan. Menjaga pola hidup yang baik, memperhatikan tanda-tanda dari tubuh, beristirahat dengan cukup, serta merawat diri dengan bijaksana adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap karunia tersebut.

Kesehatan bukan sekadar kondisi fisik, melainkan fondasi yang memungkinkan kita menjalani panggilan hidup, melayani sesama, dan menikmati berkat kehidupan dengan penuh syukur. Oleh sebab itu, marilah kita memelihara kesehatan dengan kesungguhan hati, sebagai bentuk penghargaan atas anugerah Tuhan yang sangat berharga ini.

 

Diterjemahkan dari:ubscommunity.org

 

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia