Tangerang — Kecintaan terhadap firman Tuhan tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata. Bagi Ibu Nelly Henna, anggota jemaat GKWI Pluit yang berdomisili di Tangerang, salah satu bentuk kecintaannya diwujudkan melalui ketekunan menulis firman Tuhan dalam program Alkitab Tulis Tangan (Altutang) yang diselenggarakan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Sebagai seorang Sahabat Alkitab LAI, Ibu Nelly selama ini dikenal setia memberikan dukungan bagi pelayanan LAI. Tidak berhenti pada dukungan tersebut, ia juga mengambil bagian secara langsung dalam program Altutang. Baginya, menulis ayat demi ayat menjadi sebuah pengalaman iman yang membawa dirinya semakin dekat dan menghayati firman Tuhan.
Hingga saat ini, Ibu Nelly telah menyelesaikan penulisan Yosua 1, Yeremia 1, dan Roma 6. Ketekunan tersebut tidak berhenti di sana. Ia juga berencana melanjutkan perjalanan menulisnya dengan Kejadian 5. Bagi Ibu Nelly, setiap ayat yang ditulis bukan sekadar rangkaian kata yang dituangkan di atas kertas. Ada proses untuk membaca, memperhatikan, dan merenungkan kembali setiap firman Tuhan. Dalam proses tersebut, ia diajak untuk menyadari betapa berharganya Alkitab yang selama ini dapat dengan mudah dibaca dan dimiliki.
Program Alkitab Tulis Tangan merupakan salah satu program LAI yang mengajak masyarakat untuk menghayati perjuangan para pendahulu yang telah berupaya menghadirkan Alkitab hingga dapat dibaca oleh generasi saat ini. Sebelum teknologi percetakan berkembang seperti sekarang, firman Tuhan dituliskan dengan tangan melalui proses yang panjang dan penuh ketekunan.
Melalui Altutang, masyarakat diajak untuk sejenak memperlambat langkah dan mengalami kembali proses tersebut. Setiap orang dapat mengambil bagian dengan menulis minimal tiga ayat, dengan dukungan sebesar Rp 20.000 per ayat.
Kisah Ibu Nelly menjadi pengingat bahwa pelayanan menghadirkan firman Tuhan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk melalui langkah sederhana: mengambil pena dan mulai menulis.
Semangat dan ketekunan Ibu Nelly diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak perempuan di Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam program Alkitab Tulis Tangan. Sebab ketika seorang perempuan menulis firman Tuhan, bukan hanya tinta yang tertinggal di atas kertas, tetapi juga sebuah pengalaman iman yang dapat terus dikenang.
Mari mengambil bagian dalam Alkitab Tulis Tangan LAI. Tidak perlu menunggu bisa menulis banyak. Mulailah dari tiga ayat. Tiga ayat mungkin terlihat sederhana, tetapi dari langkah kecil itu kita dapat belajar menghargai firman Tuhan dan mengingat kembali perjuangan panjang mereka yang telah membuat Alkitab hadir bagi kita hari ini.
Mari dukung dan terlibat dalam Altutang. Mari menghidupi firman Tuhan.
























