Di tengah gempuran media sosial, algoritma internet, dan riuk-pikuk kehidupan modern, menjadi orang tua hari ini rasanya jauh lebih menantang dari generasi mana pun sebelumnya. Banyak orang tua merasa kewalahan merawat komunikasi dan iman anak-anak mereka di rumah. Memahami keresahan sehari-hari itu, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menghadirkan sebuah pegangan baru tepat pada momen Hari Anak Nasional, 23 Juli 2026. Bertempat di Gedung Pusat Alkitab (GPA), LAI resmi meluncurkan Alkitab Parenting Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2)—sebuah karya yang hadir bukan sekadar sebagai bacaan, melainkan teman dialog dan panduan praktis bagi setiap keluarga dalam menuntun anak-anak di tengah tantangan zaman.
Dalam doa pembuka dan pengantar acara, Pdt. Dr. Ir. Yoel Indrasmoro mengingatkan pentingnya menegaskan kembali kasih Allah kepada anak-anak melalui momentum peluncuran ini.
"Sayangi anak, lindungi, dan bangun masa depan anak... Sebetulnya yang hendak kita lakukan saat ini adalah menyatakan kembali bahwa Yesus sayang semua anak. Alkitab tidak hanya untuk orang dewasa," ujar Pdt. Dr. Ir. Yoel Indrasmoro.
Sekretaris Umum LAI, Dr. Sigit Triyono, turut menegaskan bahwa Alkitab merupakan solusi utama dalam menghadapi krisis pengasuhan dan ketidaktentram dalam keluarga. Mengutip Amsal 29:17, beliau menyampaikan pentingnya pendidikan anak berlandaskan firman Tuhan.
"Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu dan mendatangkan sukacita kepadamu... Bapak, Ibu, dan Saudara, percayalah solusi satu-satunya adalah Alkitab," tegas Dr. Sigit Triyono.
Kolaborasi dan Pendekatan Multidisiplin
Edisi kedua Alkitab Parenting ini memuat 74 artikel tematik yang dirancang secara antar-generasi untuk dibaca dan didiskusikan bersama di rumah. Koordinator Tim Penulis, Ruth Setiadji Kadarmanto, MPd.K., menjelaskan bahwa fokus utama edisi ini terletak pada penguatan relasi anak di keluarga, sekolah, gereja, hingga dunia digital. Setiap artikel dilengkapi bacaan Alkitab, nilai Kristiani, saran percakapan, aktivitas bersama, dan doa keluarga.
"Dasar terkuat bagi iman terletak pada pengalaman relasi keseharian yang memungkinkan anak belajar percaya pada orang tuanya, pada dirinya sendiri, dan kepada dunia," tutur Ruth Setiadji Kadarmanto.
Dari kacamata psikologi, Jovita Maria Ferliana, M.Psi., menguraikan pentingnya sikap proaktif orang tua dalam menjemput bola, memeluk, serta mendengarkan anak tanpa menghakimi. Menurutnya, orang tua bertugas memfasilitasi anak agar berkembang sesuai potensi Ilahi.
"Parenting bukan tentang membentuk anak sesuai dengan keinginan kita, tapi menemani mereka bertumbuh menjadi pribadi yang Tuhan rancangkan," jelas Jovita Maria Ferliana.
Prosesi peluncuran diresmikan oleh Ketua Umum LAI, Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat-Lebang, M.A., bersama jajaran pengurus LAI serta perwakilan bimas Kristen, PGI, dan lembaga biblika. Diharapkan Alkitab Parenting TB2 ini dapat menjadi alat yang mempererat relasi serta menuntun keluarga-keluarga di Indonesia menuju ketentraman dan pertumbuhan iman yang kokoh. (per)
























