GIII Jepang dan LAI Menandatangani Kesepakatan Kerja Sama

Berita | 30 Jan 2026

GIII Jepang dan LAI Menandatangani Kesepakatan Kerja Sama


Menjembatani Iman dan Diaspora: GIII Jepang dan LAI Menandatangani Kesepakatan Kerja Sama


Ruang pertemuan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) siang itu tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya sebuah agenda kelembagaan. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan lintas batas—antara Indonesia dan Jepang, antara gereja diaspora dan lembaga pelayanan Alkitab, antara sejarah panjang iman dan harapan akan masa depan pelayanan yang lebih luas.

 

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Dewan Gereja Pusat Gereja Interdenominasi Injili Indonesia (GIII) Jepang dan Lembaga Alkitab Indonesia secara resmi menandatangani Kesepakatan Kerja Sama (KKS) sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperluas pelayanan firman Tuhan, khususnya bagi umat Kristen Indonesia dan wilayah-wilayah yang masih terbatas akses Alkitabnya.

 

Kesepakatan ini bukanlah tidak lahir begitu saja. Ia bertumbuh dari sejarah panjang pelayanan GIII Jepang, yang bermula pada tahun 1989, ketika umat Kristen Indonesia di Tokyo merasakan dorongan untuk beribadah secara rutin dalam bahasa ibu mereka. Dari persekutuan sederhana di rumah jemaat, hingga kebaktian perdana pada 27 Agustus 1989 di Shinjuku yang dilayani Pdt. Yasuo Atsumi, gereja ini terus bertumbuh hingga akhirnya resmi bernama Gereja Interdenominasi Injili Indonesia (GIII) pada 1998, dan sejak 2003 bernaung secara hukum di bawah Japan Evangelical Church.

 

Hari ini, jejak sejarah itu bertaut dengan misi LAI yang telah melayani Indonesia selama lebih dari tujuh dekade. Dalam sambutannya, Pdt. Ayub Abner M. Mbuilima, Ketua Dewan Gereja Pusat GIII Jepang, menegaskan bahwa kerja sama ini berakar pada visi yang melampaui kepentingan institusi.

 

 

“Kerja sama ini bukan berpusat pada kita, tetapi berpusat pada perluasan Kerajaan Allah. Kami rindu bergandengan tangan dengan LAI untuk menjangkau daerah-daerah 3T,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

 

Ia juga menambahkan harapan agar jemaat GIII Jepang dapat melihat secara nyata buah dari partisipasi mereka. “Ketika Alkitab disebarkan, kami berharap ada penanda bahwa ini adalah hasil dukungan jemaat GIII. Itu penting agar jemaat tahu bahwa apa yang mereka persembahkan benar-benar sampai,” katanya.

 

Dari pihak LAI, Dr.Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI, menyambut kerja sama ini sebagai bagian dari panggilan bersama gereja-gereja lintas bangsa. Ia menekankan bahwa Alkitab memiliki daya pemersatu yang kuat di tengah keberagaman denominasi dan budaya.

“Apa pun gerejanya, kita menggunakan Alkitab yang sama. Itulah yang menyatukan kita,” ujarnya

 

Sigit juga memaparkan berbagai tantangan pelayanan Alkitab di Indonesia—mulai dari kebutuhan di daerah terpencil, program literasi bagi masyarakat yang belum bisa membaca, hingga penerjemahan Alkitab ke dalam ratusan bahasa daerah. Semua itu, menurutnya, tidak mungkin dikerjakan sendirian. “Misi kita satu: mendekatkan Alkitab dan menjangkau mereka yang belum mengenalnya,” tegasnya.

 

Nuansa perjumpaan semakin mendalam ketika para pendeta GIII Jepang berbagi kisah pelayanan diaspora. Pdt. Yustinus Hia menggambarkan tantangan memberitakan Injil di tengah kultur Jepang yang menjunjung tinggi privasi. “Tidak mudah bersaksi tentang iman di tempat kerja, tetapi justru di sanalah kami melihat keberanian jemaat untuk tetap menyatakan iman mereka,” tuturnya.

 

Penandatanganan KKS kemudian menjadi momen simbolis yang menegaskan komitmen bersama. Bukan sekadar dokumen administratif, melainkan tanda kesiapan untuk berjalan bersama—menyatukan sumber daya, doa, dan pelayanan demi firman Tuhan yang menjangkau lebih banyak orang.

 

Komitmen tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama. Dalam semangat berbagi kasih yang nyata, GIII Jepang juga menyatakan dukungan konkret melalui kontribusi dana sebesar Rp 168.076.233,- untuk Program Satu Dalam Kasih yang diinisiasi oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Dukungan ini menjadi wujud kepedulian jemaat diaspora Indonesia di Jepang bagi saudara-saudari seiman di tanah air, khususnya mereka yang masih terbatas aksesnya terhadap Alkitab.

 

Melalui Program Satu Dalam Kasih, GIII Jepang mengambil bagian dalam pelayanan yang melampaui jarak geografis dan perbedaan konteks hidup. Persembahan kasih ini lahir dari kesadaran bahwa tubuh Kristus adalah satu—bahwa sukacita dan pergumulan umat Tuhan di pelosok Nusantara juga menjadi bagian dari doa dan pelayanan gereja diaspora. Dalam kebersamaan itulah firman Tuhan terus dihadirkan sebagai penguatan iman, pengharapan, dan tanda kasih Allah yang bekerja melalui umat-Nya.

 

Pertemuan itu ditutup dengan doa bersama, memohon agar kerja sama ini sungguh menjadi alat Tuhan, bukan hanya bagi umat di Indonesia, tetapi juga bagi diaspora Indonesia di Jepang. Dari Tokyo hingga pelosok Nusantara, dari ruang ibadah kecil hingga wilayah 3T, firman Tuhan diharapkan terus menemukan jalannya—hidup, dipahami, dan dihidupi.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia