Kenyataan hidup tidak jarang berjalan tidak sesuai dengan harapan. Acapkali muncul peristiwa-peristiwa yang begitu dihindari, sedangkan hal-hal yang diimpikan justru tak kunjung menjadi kenyataan. Ada pribadi yang memang sanggup untuk menerima kenyataan jalan hidupnya, namun tidak dapat ditampik bahwa ada juga pribadi-pribadi yang memilih untuk kalah di hadapan realitas yang begitu berat. Mungkin saja, ada di antara kita yang juga sedang menghadapi gumul-juang menghadapi kenyataan hidupnya, antara bertahan untuk melangkah maju atau memilih diam pasrah tak tahu arah.
Pesan yang disampaikan oleh Yeremia bagi umat Tuhan yang sedang berada di dalam pembuangan di Babel merupakan sebuah cara pemeliharaan dari Tuhan agar mereka berani menghadapi kenyataan hidupnya. Pembuangan itu memang menjadi bagian dari konsekuensi perbuatan mereka terhadap Tuhan. Namun, ternyata Tuhan tidak ‘menutup mata dan telinga-Nya’ terhadap situasi hidup dan jeritan hati umat-Nya yang kesulitan menerima kenyataan yang berat untuk dijalani. Tuhan justru mengutus nabi-Nya untuk memberikan pesan penguatan untuk melanjutkan hidup dan berani melalui jalan hidup sesuai dengan kenyataan.
Bahkan, Tuhan menegur para nabi palsu yang memberikan berita maupun janji pengharapan yang palsu yang justru hanya akan membuat umat-Nya menjadi tidak realistis. Pesan dari Tuhan melalui nabi Yeremia ini merupakan bentuk pengajaran yang konkret bagi setiap umat-Nya bahwa menerima kenyataan dan berani menjalaninya merupakan bagian dari petualangan iman bersama Tuhan. Hal ini karena kita tidak menjalaninya sendirian, melainkan bersama Tuhan sang Pemelihara yang terus memberikan penyertaan-Nya meski kita berada di tengah kenyataan pahit yang begitu sulit untuk dihadapi dan diterima. Terlebih lagi, melalui perjalanan hidup yang semacam itulah kita semakin tersadarkan bahwa kita memang tidak dapat lepas dari kuasa pemeliharaan-Nya. Kita hanya perlu membuka telinga untuk mendengar panduan dan membuka mata untuk melihat karya pemeliharaan Tuhan yang tak pernah henti terwujud dalam kehidupan ini.