Manusia adalah makhluk yang kompleks. Dalam dirinya tersimpan berbagai misteri yang lahir melalui aneka rupa pengalaman dan pemaknaan atas pengalaman tersebut. Duka dan suka adalah respons yang tercipta dari pemaknaan itu. Bagaikan sebuah dokumen yang hidup itulah setiap insan yang kisah dan cerita hidupnya selalu terajut terus di sepanjang kehidupannya. Sebagai umat Tuhan, penting bagi kita untuk melihat setiap pengalaman hidup tersebut dalam terang cinta kasih Allah. Sehingga kita dapati bahwa apapun yang terjadi bukanlah kebetulan melainkan cara Tuhan menyatakan maksud serta cinta-Nya.
Kebebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir bukanlah sekedar peristiwa tanpa makna di masa lampau atau sebuah kebetulan yang menghasilkan kebaikan. Bangsa Israel memilih untuk memaknai peristiwa tersebut secara spiritual dalam kaitannya dengan penyertaan Allah kepada umat-Nya. Itulah yang juga terlihat pada bacaan kita kali ini. Masih dalam bingkai tema kasih setia dan penyertaan Allah atas Israel, pemazmur seolah-olah menunjukkan bukti atas pernyataan tersebut melalui ayat 10-26. Pemazmur menjelaskan tindakan Allah membebaskan Israel dari tangan mesir. Tulah Allah atas Mesir menjadi pengingat akan hal yang dapat dikerjakan Allah dalam rangka penyertaan-Nya kepada Israel. Ia bagaikan pahlawan perkasa yang menuntun Israel keluar dari tanah Mesir (ay. 12).
Laut Teberau dibelahnya untuk menyebrangkan bangsa tersebut. Seolah-olah menegaskan bahwa bentang alam pun tidak dapat menghalangi maksud baik Tuhan bagi umat-Nya. Bangsa-bangsa dihalau Tuhan untuk memuluskan jalan Israel menuju tanah terjanji. Pada akhirnya lewat segala perbuatan Allah dalam sejarah tersebut, umat percaya diundang untuk menyatakan syukur atas kasih setia Tuhan yang telah terjadi di sepanjang sejarah.
Sahabat Alkitab, saat masalah dan pergumulan hidup menerpa, rasanya hidup tiba-tiba berubah menjadi gelap seolah tanpa masa depan. Saat itu terjadi dan kita berada di pinggir jurang keputusasaan, marilah kembali mengingat akan Allah yang telah dan akan terus berkarya dalam kehidupan kita. Mungkin saat ini kehidupan tidak baik-baik saja, tetapi bukankah di masa lampau kebaikan-kebaikan Tuhan telah dinyatakan dalam hidup kita. Maka kebaikan yang sama terus dikerjakan Allah untuk selama-lamanya. Kasih setia Tuhan nyata untuk selama-lamanya. Ia tidak pernah berhenti untuk mengasihi dan mengutamakan umat-Nya.
























