Algoritma Kehidupan

Renungan Harian | 12 Feb 2026

Algoritma Kehidupan

Tanpa kita sadari, banyak keputusan hidup hari ini dibentuk oleh “algoritma”, rumus tak terlihat yang menentukan apa yang kita lihat, dengar, dan anggap penting. Algoritma media sosial, misalnya, bekerja diam-diam namun efektif: semakin sering kita menyukai sesuatu, semakin kuat ia membentuk arah perhatian dan keinginan kita. Perlahan, hidup seakan berjalan mengikuti pola tertentu, bukan lagi hasil pertimbangan yang sadar. Amsal 8 mengajak kita menengok lebih dalam, jauh sebelum algoritma digital dikenal manusia, Allah telah meletakkan “algoritma kehidupan” yang menopang seluruh ciptaan, yakni hikmat.

 

Dalam Amsal 8:22-36, hikmat dipersonifikasikan sebagai realitas yang telah “diciptakan”, “dibentuk”, dan “hadir” sebelum segala sesuatu ada. Istilah-istilah Ibrani seperti qānā (menciptakan), nissakhti (dibentuk), dan hôlálti (muncul/dilahirkan) menegaskan bahwa hikmat bukan ciptaan sembarangan, melainkan dasar yang menyertai dan mengarahkan karya penciptaan Allah. Dunia, menurut iman Israel, tidak berjalan secara acak, tetapi memiliki tatanan moral yang melekat di dalamnya.

 

Karena itu, hidup bijaksana berarti hidup selaras dengan irama ciptaan. Melanggar hikmat bukan sekadar pelanggaran etis, tetapi tindakan “melawan arus” desain kehidupan itu sendiri. Sebab itulah Amsal berani menyebutnya sebagai mencintai maut (ay. 36). Hikmat juga digambarkan menjadi kesukaan anak-anak manusia (ay. 31), menegaskan bahwa Allah yang transenden berkenan menjangkau dunia melalui hikmat-Nya. Dengan kata lain, hikmat adalah jembatan antara Yang Ilahi dan kehidupan sehari-hari.

 

Bagian penutup perikop (ay. 32–36) memperlihatkan otoritas hikmat yang bersifat ilahi. Mendengarkan hikmat sama dengan menaati kehendak Allah. Ia menjanjikan hidup, perkenanan, dan kesejahteraan; sebaliknya, mengabaikannya membawa kerusakan diri.

 

Sahabat Alkitab, Amsal 8 menyingkapkan hukum sebab-akibat rohani yang tak bisa diakali, “siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup.” Inilah algoritma kehidupan yang sejati. Setiap keputusan kecil, mulai cara kita berbicara, memilih, bekerja, dan bersikap, menjadi bagian yang membentuk arah hidup kita. Renungan ini mengajak kita bertanya dengan jujur, algoritma mana yang sedang kita ikuti? Nafsu sesaat, tekanan sekitar, atau hikmat Allah yang menuntun kepada hidup? Di situlah kualitas masa depan kita sedang ditentukan, hari demi hari.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia