Bawa Solusi, Bukan Polusi

Renungan Harian | 22 Feb 2026

Bawa Solusi, Bukan Polusi

Kita mungkin pernah berada dalam sebuah situasi ketika sebuah masalah yang sebenarnya kecil justru menjadi besar karena cara seseorang menyampaikannya. Sebuah pesan yang seharusnya menjernihkan keadaan malah memperkeruh suasana. Kata-kata yang seharusnya membawa pengertian berubah menjadi sumber kesalahpahaman. Dalam situasi seperti itu, kita menyadari bahwa cara pesan disampaikan sangat memengaruhi persepsi penerima dan memberi dampak yang signifikan.

 

Amsal 13:17 mengatakan, “Utusan yang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka, tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan.” Pada zaman dahulu, seorang utusan memikul tanggung jawab besar. Ia tidak hanya membawa informasi, tetapi juga mewakili kehormatan dan kepercayaan pengutusnya. Jika ia tidak jujur atau ceroboh, dampaknya bisa menghancurkan relasi, bahkan kehidupan banyak orang. Sebaliknya, utusan yang setia membawa kejelasan, pemulihan, dan kebaikan.

Dalam konteks saat ini, kita semua adalah ‘utusan’ dalam arti tertentu. Setiap hari, kita membawa pesan melalui kata-kata, sikap, dan tindakan kita. Kita bisa menjadi ‘utusan fasik’ ketika kita menyebarkan gosip, memperbesar kesalahan orang lain, atau melempar tanggung jawab. Sikap seperti ini menjadi semacam ‘polusi’ relasi, meracuni kepercayaan dan melukai komunitas. Kata-kata yang tidak dijaga dapat menjerumuskan, bukan hanya orang lain, tetapi juga diri kita sendiri. Sebaliknya, hikmat memanggil kita untuk menjadi “duta yang setia.” Duta yang setia tidak sekadar menyampaikan pesan, tetapi melakukannya dengan integritas dan kasih. Kehadirannya membawa ketenangan, bukan kecemasan. Kata-katanya membangun, bukan meruntuhkan. Ia menjadi penengah ketika terjadi konflik, dan menjadi sumber kekuatan ketika orang lain lemah. Inilah yang dimaksud bahwa duta yang setia “mendatangkan kesembuhan”. Ia menghadirkan kehidupan, bukan luka.

 

Sahabat Alkitab, hikmat tidak hanya terlihat dalam apa yang kita ketahui, tetapi dalam bagaimana kita memengaruhi kehidupan orang lain. Setiap kata yang kita ucapkan memiliki arah: apakah ia membawa terang atau kegelapan, harapan atau keputusasaan. Maka, marilah kita bertanya dalam diri sendiri: ketika kita hadir di tengah keluarga, tempat kerja, atau komunitas, apakah kita termasuk yang membawa solusi atau justru menambah ‘polusi’? Kiranya kita mengusahakan diri untuk menjadi duta yang setia, yang membawa damai, dan menyalurkan pemulihan.

 

Kita semua adalah ‘utusan’ dalam arti tertentu. Setiap hari kita membawa pesan melalui kata-kata, sikap, dan tindakan kita.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia