Tawa yang Menyimpan Luka

Renungan Harian | 23 Feb 2026

Tawa yang Menyimpan Luka

Hampir di setiap lingkar pergaulan, selalu ada satu sosok yang menjadi sumber keceriaan. Pribadi yang dengan mudah mencairkan suasana melalui tawa dan cerita ringan. Kehadirannya memberi kesan bahwa hidupnya penuh sukacita. Namun, dunia psikologi mencatat sebuah paradoks yang dikenal sebagai The Sad Clown Paradox: tidak jarang, orang yang paling sering membuat orang lain tertawa justru sedang menyembunyikan luka di dalam dirinya. Tawa menjadi caranya untuk bertahan, bukan sebagai tanda bahwa semuanya baik-baik saja. 

 

Kitab Amsal mengungkapkan kebenaran yang serupa, “Dalam tawa pun hati dapat merana, dan sukacita dapat berakhir dalam dukacita” (Amsal 14:13). Hikmat ini menyingkapkan bahwa manusia memiliki kedalaman batin yang tidak selalu terlihat dari permukaan. Tawa dapat hidup berdampingan dengan kesedihan. Apa yang tampak sebagai sukacita di luar, bisa saja menyimpan pergumulan di dalam. Dalam konteks pasal ini, Amsal membedakan kehidupan orang bijak dan orang bebal. Orang bijak hidup dalam kejujuran, bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga dalam pengenalan akan dirinya sendiri. Sebaliknya, orang bebal sering hidup dalam ilusi, termasuk ilusi bahwa menutupi luka adalah jalan menuju pemulihan. Padahal, hikmat sejati mengajak kita untuk hidup dalam kebenaran, termasuk jujur terhadap kondisi hati kita sendiri.

 

Sahabat Alkitab, menyembunyikan perasaan atau emosi yang sesungguhnya dapat menciptakan kelelahan batin. Ketika seseorang terus-menerus mengenakan “topeng,” ia kehilangan ruang untuk mengalami pemulihan yang sejati. Sebaliknya, kejujuran emosional membawa integritas, keselarasan antara apa yang dirasakan dan apa yang dijalani. Di sanalah jiwa menemukan kelegaan. Tuhan tidak menuntut kita selalu tampak kuat. Ia dekat kepada hati yang terbuka dan rapuh. Pemulihan dimulai ketika kita berhenti berpura-pura, dan berani mempercayakan luka kita kepada-Nya.

 

Maka, marilah kita berani jujur kepada Tuhan, kepada diri sendiri, dan kepada sesama. Tawa adalah anugerah, tetapi kejujuran adalah jalan menuju pemulihan. Ketika kita berhenti menyembunyikan luka, di sanalah Tuhan mulai memulihkan jiwa kita. Perlahan, tetapi pasti.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia