Rajin dan Berpengetahuan

Renungan Harian | 6 Mar 2026

Rajin dan Berpengetahuan

Siapa yang tidak senang melihat orang yang rajin? Baik itu di rumah tangga masing-masing, sekolah/institusi pendidikan, maupun dalam lingkungan pekerjaan. Kerajinan adalah sebuah kualitas yang berharga dari diri seseorang. Banyak orang menyangka bahwa kerajinan tidak ada sangkut pautnya dengan iman atau dimensi spiritualitas seseorang, padahal keduanya sangat berkaitan. Bagaimana orang memahami pencipta-Nya, akan sangat terkait erat dengan caranya berkata dan bertingkah laku. 


Demikianlah nasehat kebijaksanaan yang kita peroleh pada Amsal hari ini. Dalam bacaan kita disoroti kemalasan yang membuat hidup seseorang menjadi tidak produktif serta membuatnya kelaparan. Seperti seseorang yang terhanyut dalam tidur nyenyaknya (ay.14). Perlu diingat bahwa nasehat kebijaksanaan tersebut lahir dari konteks masyarakat agraris yang memutar roda kehidupan melalui tindakan produktif pertanian atau peternakan. Maka mereka yang malas mengolah dan mengupayakan sesuatu dari tanah akan segera kelaparan. 


Lawan kata dari malas adalah rajin, maka itulah yang menjadi fokus kebijaksanaan berikutnya. Namun kerajinan yang seperti apakah yang sesuai dengan “standar” Sang Hikmat? Rupanya dalam ayat 2 pertanyaan tersebut dijawab dengan sangat baik, “tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik.” Rajin tidak sama dengan cepat selesai melakukan pekerjaan, karena orang yang demikian akan cenderung menjadi tergesa-gesa, tidak teliti dan melakukan kesalahan. Maka kerajinan perlu diimbangi dengan pengetahuan. Kecakapan dan kebijaksanaan untuk mengerjakan segala sesuatu.


Betapa berharganya nasehat Amsal pada hari ini. Dalam zaman modern ini produktifitas dan kecepatan begitu didewakan. Kerajinan hanya didefinisikan berdasarkan sebagai produktivitas dan kecepatan. Akibatnya orang-orang cenderung melakukan berbagai cara untuk menuju kesana seperti bergantung pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau kerja sekenanya asal cepat selesai. Maka tepatlah peringatan dari Amsal hari ini bahwa kerajinan tidak punya nilai jika tidak disandingkan dengan pengetahuan. Dalam sastra hikmat pengetahuan tidak hanya bicara soal kecakapan teknis, melainkan pertimbangan moral serta kesejajaran dengan firman-Nya. Dengan kata lain kerajinan turut mencakup dimensi moral dan spiritualitas. Sudahkah kerajinan kita juga didefinisikan dalam kategori tersebut?

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia