Menjadi Orang Tua yang Hadir dan Mendidik

Renungan Harian | 12 Mar 2026

Menjadi Orang Tua yang Hadir dan Mendidik

Beberapa tahun belakangan, jagat media sosial ramai membahas julukan Indonesia sebagai “Fatherless Country”. Bukan karena banyaknya anak yatim piatu, melainkan karena fenomena yang disebut sebagai “yatim secara fungsional.” Sebuah laporan di salah satu media massa nasional menyoroti bahwa banyak anak tumbuh tanpa kehadiran figur ayah secara emosional dan pembentukan karakter, meskipun secara fisik ayah mereka ada. Mereka memiliki rumah, tetapi kehilangan “peta.” Mereka memiliki pelindung, tetapi kehilangan pembimbing. Fenomena ini mengingatkan kita bahwa kehadiran orang tua tidak dapat digantikan oleh materi. Anak tidak hanya membutuhkan penopang hidup, tetapi penunjuk arah hidup.


Di tengah konteks inilah Amsal 22:6 memberikan mandat yang mendalam, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.” Kata “didiklah” berasal dari bahasa Ibrani ḥănōḵ, sebuah kata yang juga digunakan dalam konteks “mempersembahkan” atau “mendedikasikan.” Ini menunjukkan bahwa mendidik bukan sekadar mengajar keterampilan, melainkan tindakan mempersembahkan kehidupan anak kepada suatu arah yang benar. Mendidik berarti hadir secara sadar dalam proses pembentukan jiwa: menyertai, membimbing, dan menanamkan hikmat.


Amsal juga berbicara tentang “jalan,” yang bukan sekadar jalur fisik, melainkan gambaran tentang arah hidup, nilai, dan karakter. Jalan ini adalah jalan hikmat. Jalan yang membentuk seseorang untuk hidup benar, utuh, dan berakar. Didikan yang sejati bukan hanya mempersiapkan anak untuk berhasil secara lahiriah, tetapi membentuk batin yang mampu bertahan dalam berbagai musim kehidupan. Karena itu, janji bahwa ia “tidak akan menyimpang” bukan berarti hidup tanpa kesulitan, melainkan hidup yang tetap memiliki orientasi yang benar, bahkan ketika dunia di sekelilingnya berubah.


Kehadiran orang tua dalam mendidik adalah bentuk kasih yang paling mendalam. Kehadiran itu terlihat dalam percakapan sederhana, dalam teladan hidup, dalam kesabaran membimbing, dan dalam kesediaan berjalan bersama anak melewati proses pertumbuhan. Dunia mungkin menawarkan banyak pengganti kehadiran: gawai, fasilitas, atau kenyamanan. Namun tidak ada yang dapat menggantikan pengaruh dari orang tua yang hadir dan mendidik dengan kasih.


Amsal hari ini mengundang kita untuk bertanya: sudahkah kita sungguh hadir dalam kehidupan mereka yang dipercayakan Tuhan kepada kita? Karena pada akhirnya, anak-anak tidak hanya mengingat apa yang kita berikan, tetapi siapa yang berjalan bersama mereka. Orang tua yang hadir bukan hanya membesarkan anak untuk hari ini, tetapi menanamkan arah yang akan menuntun mereka seumur hidup.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia