Berita-berita yang muncul akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan. Akibat kesulitan hidup, pergumulan, dan keputusasaan seringkali membawa seseorang mengambil keputusan-keputusan yang tidak bijaksana bahkan seringkali di luar batas-batas moral yang ada. Pembenaran-pembenaran dilakukan untuk membenarkan sesuatu yang sebenarnya kurang tepat. Terlebih dengan mentalitas serba instan dan cepat yang menggejala dalam dunia yang modern ini.
Lihatlah betapa firman Tuhan di ayat 21 memperlihatkan keterikatan orang kepada harta benda yang justru menjerumuskannya. Mereka berniat untuk memperoleh kekayaan dengan cepat. Namun seringkali proses yang cepat itu mengorbankan banyak hal dalam kehidupan. Nilai bahkan moralitas turut tergadaikan. Itulah sebabnya dari proses yang serba instan tersebut, tidak mencerminkan sama sekali perkenanan dan berkat-Nya. Ayat 23 menggambarkan dengan seperti apakah cara cepat itu yakni dengan kecurangan-kecurangan demi kepentingan diri sendiri.
Maka setiap orang yang berhikmat diundang untuk tidak hidup dalam kejahatan apapun yang terjadi. Mungkin tersedia banyak cara untuk menjadi kaya, terkenal, ataupun sukses, tetapi pada akhirnya yang patut dipilih adalah cara yang seturut dengan firman-Nya. Hiduplah dalam hikmat-Nya maka kita akan dituntun untuk memilih dengan benar serta memelihara pengharapan dalam Tuhan.
























