Manusia di zaman modern ini tumbuh menjadi pribadi yang individualistik. Kita merasa bahwa orang lain merepotkan dan menghambat kemajuan pribadi. Sehingga sedapat-dapatnya yang terpenting adalah diri sendiri dan segala kemajuan yang berpusat padanya. Nilai kebersamaan dan berkomunitas pun menjadi luntur. Memang tidak ada yang salah dengan pengembangan individu, tetapi semangat hidup bersama dan berkomunitas tidak boleh ditiadakan sama sekali. Perlu menetapkan keseimbangan diantara keduanya. Apalagi jika kita berbicara tentang semangat persekutuan dan bergereja.
Dalam bacaan kita, pengkhotbah mengajak pembacanya untuk merenungkan mengenai relasi antar sesama manusia. Ia memulai pembicaraan tersebut menggunakan sebuah penggambaran imajinatif mengenai seseorang yang hidup sendiri tanpa anak laki-laki atau saudara laki-laki. Ia berjerih lelah, mendapatkan kekayaan, tetapi tidak ada yang dapat mewarisi apa yang telah diperolehnya. Perlu dicatat bahwa dalam budaya saat itu hanya anggota keluarga laki-laki yang dapat memperoleh warisan. Semuanya kemudian akan menjadi sia-sia. Maka pengkhotbah menyimpulkan bahwa berdua lebih baik daripada seorang diri.
Setelah itu dalam ayat 10-11, pengkhotbah mengajukan argumentasi mengapa hidup bersama dan berada dalam relasi dengan orang lain lebih membawa manfaat dan meringankan beban-beban yang harus ditanggung. “Pilinan tiga utas tali tak mudah diputuskan,” demikianlah pengkhotbah membangun argumentasinya. Persekutuan atau kebersamaan yang kokoh akan memampukan orang untuk lebih baik menghadapi tantangan kehidupan yang datang.
Sahabat Alkitab, marilah membangun relasi dalam kebersamaan atau persekutuan yang kokoh dan erat. Tidak meniadakan masing-masing individu, melainkan memperkuat dalam ikatan relasi yang dibangun. Entah itu dalam relasi suami-istri, orangtua-anak, maupun dalam komunitas yang lebih luas. Relasi yang kokoh dengan orang lain membuat seseorang mampu untuk bertahan menghadapi segala tantangan yang ada. Mungkin dari sana juga akan datang sapaan serta pertolongan Tuhan.
























