Tukang Periuk dan Tanah Liat

Renungan Harian | 26 Agu 2026

Tukang Periuk dan Tanah Liat

Seorang pesepeda tahu bahwa dalam lintasan jalur yang akan dilewatinya tidak mungkin terdiri dari jalan rata saja atau turunan yang tidak terlalu curam. Adakalanya ia harus menghadapi jalan menanjak yang begitu berat atau jalan kelok berliku-liku yang membutuhkan keseimbangan serta fokus yang tinggi. Bahkan seringkali kesuksesan setelah melewati jalan berliku itulah yang membuat bersepeda semakin menyenangkan. Bukankah kehidupan kita juga seperti itu. Hidup selalu penuh dengan lika-liku. Sebuah perjalanan yang seringkali tidak mudah, namun seringkali disitulah letak pertumbuhan pribadi kita yakni ketika diri sendiri berproses untuk melewatinya dengan sebaik-baiknya. Dalam kesadaran itulah kita yakin bahwa Allah yang membentuk kita. 

 

Kira-kira itulah gambaran dari apa yang disampaikan Allah melalui nubuatan Nabi Yeremia pada perikop saat ini. Perikop kita dibuka dengan sebuah adegan yang tidak biasa. Allah memerintahkan Yeremia untuk bertandang ke rumah seorang tukang periuk, rupanya Allah ingin memantik panca indera dan proses Yeremia merumuskan sebuah pengalaman yakni mengamati cara kerja tukang periuk. Seraya mengamati sang tukang, Allah memberitahukan maksud-Nya. Rupanya Ia mempersonifikasikan diri sebagai seorang tukang periuk dalam relasinya dengan umat-Nya.  

 

Allah adalah Sang Tukang Periuk sementara Israel adalah tanah liat yang berada dalam genggaman pengrajin, Ia berkata, “Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! (ay. 6)” Sebelum menjadi bejana yang indah, seonggok tanah liat akan melalui proses yang begitu panjang di tangan seorang tukang periuk. Tidak jarang ia harus berulang kali membongkar dan membentuk ulang tanah liat yang ada di tangannya. Jika bejana itu rusak, tukang periuk akan mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang dipandangnya baik, maka dari itu demikianlah Allah akan memperlakukan umat-Nya. Berulang kali dibentuk dan diatur menurut apa yang dipandangNya baik. Tunduklah dalam proses pembentukan Sang Tukang Periuk maka kita dihantarnya menuju keindahan. Sayangnya dalam lintasan sejarah, Israel sang tanah liat itu justru banyak memberontak terhadap Sang Tukang Periuk. Beruntunglah Sang Tukang Periuk adalah seorang penyabar yang memberi banyak kesempatan bagi tanah liat tersebut. 

 

Sahabat Alkitab, bukankah kita adalah juga seonggok tanah liat dihadapan Allah yang Maha Kuasa itu. Berserahlah kepada proses serta didikan-Nya. Kehidupan yang dianugerahkan-Nya menjadi jalan pembentukan kita untuk menjadi semakin indah dan memuliakan nama-Nya. Bersabarlah karena proses pembentukan tersebut tidak selalu enak, seringkali terasa pedih dan berat. Namun percayalah bahwa dibalik itu semua ada kasih Allah yang menenun dan menjadikan indah pada waktu-Nya.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia