Poros hidup setiap orang percaya hanyalah terletak pada ketertundukannya terhadap firman Tuhan. Dari sanalah datangnya hikmat, kebijaksanaan, bahkan keberanian untuk menjalankan tugas perutusan-Nya. Semenjak Yeremia menjadi seorang Nabi, maka ia tahu hidupnya sepenuhnya adalah milik Tuhan dan berpadanan dengan firman-Nya saja. Segala sesuatu yang Tuhan perintahkan agar ia katakan maka haruslah dikatakan apapun konsekuensinya.
Pada awal pemerintahan, Yoyakim, putra Yosia, raja TUHAN, datanglah firman Tuhan kepada Yeremia. Ia diperintahkan untuk berdiri di pelataran Rumah Tuhan lalu menyampaikan malapetaka yang telah dirancangkan Tuhan atas perbuatan Yehuda dan segenap pemimpin Yehuda yang jahat. Sesungguhnya pada masa itu Allah masih memberi kesempatan supaya mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, tetapi sepertinya hal tersebut tidak akan terjadi. Tuhan berkata demikian, “Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku dengan tidak menaati Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu..Aku akan membuat rumah ini seperti Silo, untuk menjadikan kota ini kutuk bagi segala bangsa di bumi.”
Dahulu di Silo ada tempat pemujaan kepada Allah, tempat itu pun dapat hancur saat kehilangan fungsinya saat umat Allah tidak lagi hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Bangsa Yehuda mungkin berpikir bahwa mereka memiliki Bait Allah, karena itu Yerusalem tidak mungkin dihancurkan. Semua itu rupanya tidak berarti saat mereka tidak memiliki ketaatan kepada Allah dan firman-Nya. Tentu saja para nabi, imam, dan segenap rakyat memprotes nabi Yeremia, mereka ingin menangkap dan membunuhnya. Alih-alih bertobat dan berbalik kepada Allah, mereka justru mengincar sang pembawa Allah.
Sahabat Alkitab, marilah kita kembali dalam kesadaran bahwa hidup seharusnya senantiasa berpusat kepada Allah dan firman-Nya. Pada saat ini LAI mengadakan kembali Bulan Doa Alkitab, sebuah momen pengingat yang baik untuk senantiasa bertekun, berharap, dan berdoa kepada Tuhan. Dalam firman-Nya mungkin Ia memanggil kita untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. Janganlah tolak dan hiraukan peringatan-Nya.
























